Sunday, May 20, 2012

Menikmati Replika Gua Pawon

Kenali dan Cintai Tanah Airmu!


Temuan para peneliti berupa kerangka manusia utuh beserta perkakas dari berbagai jenis dan bentuk di dalam Gua Pawon di Bukit Pawon beberapa tahun silam, diyakini gua tersebut merupakan tempat aktivitas manusia purba di zaman neolitik atau sekitar 10.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. 

Di belakang Bukit Pawon terletak Gunung Hawu dan Pabeasan. Masyarakat menyebut ketiga lokasi tersebut sebagai wilayah dapurnya manusia purba, sesuai namanya Pawon (Dapur), Hawu (Tungku) dan Pabeasan (Gudang Beras). Ketiga lokasi tersebut terletak di pesisir Danau Bandung Purba pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kelak wisatawan hanya bisa menikmati suasana Gua Pawon di museum yang kini tengah dibangun tidak jauh dari lokasi gua tersebut. Gua Pawon akan ditutup untuk menghindari perusakan yang sempat dilakukan warga setempat. Bagian dalam Gua Pawon sekarang hanya diizinkan dimasuki untuk kepentingan penelitian.

Meski buatan manusia, wisatawan akan tetap dapat menikmati sensasi Gua Pawon aslinya. Konsep nuansa gua akan diaplikasikan di dalam interior museum  berupa arsitektur pendukung seperti celah dan lorong semirip gua menggunakan batu alam.

Fasilitas museum akan dipenuhi oleh ragam temuan yang dahulu tersimpan di Gua Pawon seperti artefak dari pecahan keramik, gerabah, alat tulang berbentuk spatula, dan alat batu pemukul. Selain itu ada juga temuan sisa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang dan gigi ikan hingga kerangka manusia purba. 

"Museum itu nantinya akan diisi juga oleh hal yang berkaitan dengan Kawasan Cekungan Bandung, Patahan Lembang, Danau Bandung Purba, dan dapat menjadi Penelitian Sunda Purba. Dan ini menjadi keunggulan dan keunikan situs Gua Pawon," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Aos Kaosar (PR, 5 Mei 2012).

Kawasan pendukung museum dipersiapkan berupa penataan kampung adat yang akan memberdayakan mantan pekerja tambang dan warga sekitar. Para seniman lokal dan budayawan menjadi penyuluh pembuatan kerajinan alat kesenian atau cendera mata khas Gua Pawon dan Kasundaan. Bahkan pabrik batu kapur kelak akan berganti menjadi bengkel pembuatan angklung, celempung dan karinding demi mempertahankan Karst Citatah.

Situs Gua Pawon sudah didaftarkan ke UNESCO sebagai peninggalan peradaban dunia dan diharapkan dapat juga memicu perekonomian warga sekitar.

BACA JUGA:
Komodo Bangkitkan Nasionalisme Indonesia
Belajar dari Anakhon Hi Do Hamoraon Di Ahu
Tips Menjadi Pribadi Mempesona dan Kharismatik
Perbedaan Negara Berkembang dan Negara Maju
Jengkol from Hongkong With Love
PENTINGNYA RITUAL NYANTRI BAGI KEDUA CALON MEMPELA...
Legenda Es Dung Dung
Misteri Komodo

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.