Tuesday, May 1, 2012

Ancaman Tersembunyi di Tempat Hiburan Anak

Menumbuhkan Kesadaran Terhadap Bahaya Bising


Tingkat kebisingan yang dianggap wajar diterima oleh telinga manusia adalah 80 desibel (dB). Lebih besar dari besaran itu anak-anak hanya diperbolehkan berada di tempat kebisingan hanya 30 menit, karena berpengaruh negatif terhadap kesehatan telinga. 

"Bayangkan, seorang pekerja dewasa saja sudah harus menggunakan pelindung telinga jika tingkat kebisingan mencapai 85 dB," jelas Ketua Komnas PGPKT, Dr Damayanti Soetjipto  SpTHT-KL, saat seminar memperingati Hari Peduli Bising Internasional di Jakarta, (25 April 2012). 

Menurut penelitian Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT), tempat hiburan anak yang berada di mall ternyata memajankan suara bising mencapai 96,5 hingga 99,1 desibel (dB). Sumber bising di antaranya berasal dari mesin-mesin permainan anak.

Pajanan (exposure) bising terhadap anak-anak kini semakin bertambah setelah maraknya penggunaan earphone, Ipod, atau Walkman. Pernah terjadi pada beberapa remaja yang memakai Ipod selama perjalanan pesawat terbang Bangkok-Jakarta dan Amerika Serikat-Jakarta, saat mereka tiba di Cengkareng menjadi tuli dengan derajat ketulian sampai 110 dB. 

Bagi Anda yang terlanjur tidak bisa melepaskan diri dari aktivitas mendengarkan musik melalui earphone, Ipod atau Walkman disarankan tidak boleh lebih dari 80 dB (50-60 persen total volume) dan tidak lebih dari satu jam.

Data WHO tahun 2000 menyebutkan ada 250 juta (4,2 persen) penduduk dunia mengalami gangguan pendengaran. Sebanyak 50 persen berada di Asia Tenggara. Sri Lanka menempati tempat pertama (8,8 persen), disusul Myanmar (8,4 persen) dan Indonesia (6,3 persen). 

Di Indonesia tidak ada pembatasan regulasi pembatasan seperti di Uni Eropa yang mengatur regulasi kebisingan pada siang hari 50 dB dan 40 dB pada malam hari. Padahal rata-rata tingkat kebisingan di Indonesia mencapai 90 dB, menurut Ketua Yayasan Telinga Hati, Atieq Listyowatie. (PR, 26 April 2012)

BACA JUGA:
Waspadai Topeng Monyet Tuberkolosis Positif
Berapa Biaya Hidup Bahagia?
Wortel Mentah Cegah Gejala Stroke
Subsidi BBM Jangan Dikambinghitamkan
RUU-KKG Berpotensi Bahaya Dekadensi Moral
Pentingnya Menjaga Kebugaran Fisik
Arizona Muse, "Anak Pembawa Rezeki"
R.A Kartini dan Pejuang Emansipasi Wanita

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.