Thursday, May 3, 2012

Potensi Jual Beli Suara Pemilih 2014

Metamorfosa Money Politic 


Tidak diketahuinya jumlah suara dari partai yang tidak lolos paliamentary thresold (PT) atau parlemen ambang batas, sehingga akan menyebabkan sulitnya pengawasan oleh masyarakat sipil dan Badan Pengawas Pemilu. Hal ini memungkinkan terjadinya jual beli suara pemilih 2014.

UU Pemilu yang belum lama disahkan telah menaikkan ambang batas parlemen dari 2,5 ke 3,5 persen dan diterapkan secara nasional.

Partai yang memenangi pemilu DPRD di daerah tertentu tetapi gagal mencapai PT nasional  tentunya tidak akan diikutkan dalam perhitungan kursi di parlemen daerah. Suara hilang inilah yang akan berpotensi diperjual belikan.

Peluang tersebut, akan dimanfaatkan oleh calon legislatif parlemen daerah yang mendapat suara banyak tetapi partainya tidak memenuhi persyaratan PT untuk menjual suara agar dana yang sudah dikeluarkan untuk kampanye bisa kembali.

Hasil simulasi yang dilakukan oleh organsisasi masyarakat sipil Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menunjukkan, lima belas parpol yang meraih kursi parlemen di daerah akan terkubur oleh PT 3,5 persen. 

"Untuk menghindari politik transaksional, seharusnya UU Pemilu dibuat untuk jangka panjang," kata Sebastian Halang, Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formapi), di Jakarta, (25 April 2012)

Sumber: PR, 26 April 2012

1 comment:

  1. money politik itu dilakukan oleh politikus yg menghalalkan segala cara

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.