Friday, May 4, 2012

Mengkudu Obat Hipertensi Tradisional

Tanaman Obat Keluarga Indonesia


Kendati pun rasa daunnya agak sedikit pahit dan buahnya pun tidak enak kalau dimakan langsung, namun mengkudu sangat besar manfaatnya sebagai obat tradisional. Diantaranya: obat hipertensi (darah tinggi), batuk, kulit kaki pecah-pecah dan lain-lain.

Mengkudu mengandung beberapa zat bahan obat, diantaranya: morinda diol, morindone, morindin, dammacanthal, metil asetil, asam kapril dan soranyidiol.

Mengkudu adalah tumbuhan asli Indonesia, nama latin buah ini Morinda citrifolia. Orang Jawa menyebutnya Pace, Kemudu atau Kudu. Orang Madura menyebutnya Khoduk dan orang Sunda menyebutnya Cangkudu.  

Mengkudu tumbuh di dataran rendah sampai ke daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Umumnya tumbuh sendiri di lahan yang tidak terurus atau ditanam di pekarangan rumah. 

Tinggi pohon mengkudu berkisar antara 3-5 meter. Daunnya berpasangan saling menghadap, berbentuk panjang dan oval, berwarna hijau bersih. Sementara buahnya agak gepeng, benjut-benjut, berbintik-bintik dan warnanya hijau.

Daun mengkudu sering dicampurkan ke nasi goreng, atau di rebus dijadikan lalapan dan dimakan dengan sambal. Buah mengkudu dapat dibuat rujak tumbuk dengan dicampur jambu batu atau buah lainnya.

Penggunaan buah mengkudu sebagai obat:

Hipertensi: 
Sebuah mengkudu matang pohon diperas airnya dan dicampur madu lalu diaduk rata lalu disaring. Diminum dua kali sehari.

Obat Batuk:
Mengkudu matang dibubuhi garam atau mengkudu mentah dibuat rujak sepedas mungkin. Makan secukupnya.

Kulit Kaki Pecah-Pecah:
Buah mengkudu dibagi dua lalu digosokkan ke kulit kaki yang pecah-pecah, biarkan 5-10 menit. Bersihkan dengan kain bersih yang telah dibasahi air hangat.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.