Saturday, May 12, 2012

Kini Jadi Petani Tidak Lagi Bergengsi


"Pertanian Adalah Masalah Hidup atau Mati"


Kalimat yang diucapkan presiden pertama Republik Indonesia pada peletakan batu pertama pembangunan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 27 April 1952 itu begitu bertuah sehingga mampu menggugah orang-orang yang mendengarnya, tidak saja orang pribumi, beberapa orang keturunan pun tergugah untuk masuk ke Fakultas Pertanian dan konsisten memperjuangkan dunia pertanian. Di kemudian hari Fakultas Pertanian itu menjadi Institut Pertanian Bogor.

Berkali-kali Soekarno menyebut pertanian sebagai hidup atau mati suatu bangsa, sesering dia menyebutkan Indonesia menghadapi suatu bahaya kelaparan yang tiap-tiap tahun datang kembali, tiap-tiap tahun bertambah besar, dan cepat menjadi bencana serta malapertaka jika tidak segera ditanggulangi.

Kini dunia pertanian menjadi tidak menarik untuk dilirik, hanya karena tidak ditemukan antrean beras dan jumlah pangan selalu surplus. Kasus busung lapar pun hanya kasus kasuistis. Inilah era dimana semua sepakat mengatakan, dunia pertanian semakin tersisihkan.

"Memang kita sempat swasembada beras pada tahun 1984 zaman Presiden Soeharto. Namun, setelah itu apalagi di tahun-tahun sekarang, pembangunan infrastruktur di dunia pertanian hampir tidak ada," kata Dekan Fakulltas Pertanian IPB, Ernan Rustiadi (PR, 8 mei 2012).

Setelah enam dasawarsa pidato Soekarno itu berlalu, nampaknya bangsa ini selalu harus diingatkan dan digugah lagi hatinya agar sadar jika pertanian adalah soal hidup atau mati bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Mengenal Sukhoi Superjet-100
Cara Mudah untuk Hidup Sehat
Manfaat Tapai Bandung Bagi Tubuh
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi
Mengapa Pertamax Lebih Baik dari Premium?

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.