Monday, June 18, 2012

Penyebab Demokrat Gagal Meraih Simpati

Sekali Lancung ke Ujian 
Seumur Hidup Tak 'kan Dipercaya


Kembali menjadi partai papan tengah seperti pada tahun 2004 dengan dukungan kurang dari 10 persen tentu merupakan prestasi yang kurang bagus bagi partai Demokrat yang saat ini sedang mengalami kemelut di tubuh internal partainya. Betapa tidak terjadi kisruh bila para elit Demokrat terjerembab pada kasus korupsi di Wisma Atlet SEA Games dan proyek Hambalang? 

Citra partai Demokrat tidak akan pulih dengan hanya dipenjarakannya Mantan Bendahara Umum, Muhammad Nazaruddin karena kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games atau  Angelina Sondakh, sang mantan anggota Fraksi Demokrat yang juga sudah mendekam di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi juga karena kasus yang sama. Apalagi Sang Ketua Umum, Anas Urbaningrum, bahkan disebut-sebut tersangkut kasus korupsi Hambalang, meski dia berkali-kali membantahnya dan bersedia digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi itu. 

Kepercayaan rakyat terhadap partai Demokrat terus menurun dan terancam gagal di Pemilu 2014. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan riset penyebab terpuruknya Partai Demokrat dan mengapa partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tak kunjung bangkit dari keterpurukan. 

Peneliti LSI Adjie Alfarabi mengatakan dari riset kualitatif dan tracking survei sebelumnya, ada tiga alasan mengapa Demokrat terpuruk. (VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012).

Pertama
Demokrat gagal melakukan damage control secara cepat karena 'tersandera' dua mega kasus korupsi yaitu kasus Wisma Atlet dan Hambalang. Dalam kasus ini nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng selalu muncul. Mereka diduga terlibat kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olah Raga itu.

Kedua
Kekecewaan terhadap kinerja dan leadership SBY mengakibatkan naik turunnya dukungan terhadap SBY yang tentu berpengaruh pada naik turunnya dukungan terhadap Demokrat. Hal ini ditunjukkan pada kondisi ekonomi masyarakat bawah yang tidak kunjung baik. Belum lagi perlindungan terhadap kebebasan beragama dan konflik-konflik sosial berlatar belakang Sara.

Ketiga
Partai Demokrat ketinggalan kereta karena terlalu sibuk dengan urusan/konflik elit partainya sehingga melupakan konstituennya, berbeda dengan partai lain yang sudah jauh hari mendekati pemilih mayoritas.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.