Friday, June 1, 2012

Kenali Gangguan Komunikasi Pada Anak

Celoteh Yang Sangat Didambakan


Tiap orang tua baru tentu berharap segera bisa mendengar celoteh anaknya menirukan suara yang dikeluarkan orang tua sebagai tanda kemajuan anak berbahasa. Puluhan kata sederhana diperdengarkan agar mudah ditiru anak. Namun upaya tersebut sering berbuah kekecewaan karena anak mengalami gangguan komunikasi.

Gangguan pada pendengaran secara langsung menyebabkan keterlambatan bicara pada anak, selain retardasi mental dan gangguan maturitas, afasia perkembangan ekspresif dan afasia perkembangan campuran ekspresif dan resptif. Penyebab lain gangguan keterlambatan berbicara ialah anak berbicara dua bahasa, autisme dan mutisme selektif.

Dr. Satyawati, SPA  mengemukakan,  kemampuan reseptif adalah kemampuan untuk mengerti bahasa, yakni kemampuan mendengar ucapan, mencerna dan memberi respon sesuai, misalnya mengikuti perintah atau mendengarkan bila seseorang mendongeng. Kemampuan ekspresif adalah kemampuan untuk mengeluarkan pemikiran gagasan yang dapat disimbolkan dalam bentuk bicara, mimik, bahasa symbol, tulisan dan bahasa tubuh. Sehingga bicara adalah salah satu bentuk ekspresi bahasa. (Rubrik Kesehatan, Jurnal Bogor 31 Mei 2012).

Menurut Dr. Satyawati, SPA kebanyakan anak, bahasa penerima/resptif dikuasai lebih dahulu dibandingkan ekspresif. Pada anak kemampuan berbahasa dapat normal, terlambat atau mengalami penyimpangan.

Berikut ini tanda bahaya gangguan komunikasi sesuai umur:

Umur Tanda Bahaya
4-6 bulan tidak meniru suara yang dikeluarkan orang tua
6 bulan tidak tertawa atau mengoceh
8-10 bulan tidak mengeluarkan suara untuk menarik perhatian anda
10 bulan tidak bereaksi bila dipanggil namanya
9-10 tidak memperlihatkan emosi dengan marah atau menangis

12-15 Bulan 
12 tidak menunjukkan mimik
12 bulan tidak menggunakan beberapa bunyi misalnya baba, dada
12 bulan tidak menunjukkan upaya berkomunikasi bila memerlukan sesuatu
15 bulan tidak memperlihatkan 6 mimik yang berbeda
15 bulan tidak mengucapkan 1-3 kata
18-24 Bulan 18 bulan tidak mengucapkan 6-10 kata
18-20 bulan tidak menunjukkan ke sesuatu yang menarik perahtian, misalnya burung atau pesawat terbang
21 bulan tidak dapat mengikuti perintah sederhana
21 bulan tidak melakukan aktivitas misalnya main boneka, mencuci tangan
24 bulan belum dapat mernagkai 2 kata menjadi kalimat
24 bulan tidak mengerti fungsi alat rumah tangga misalnya sikat gigi, telepon
24 bulan, tidak meniru tingkah laku atau kata orang lain
24 bulan, tidak menunjukkan ke bagian badan bila ditanya

30-36 Bulan 
30 bulan, tidak dapat dimengerti oleh anggota keluarga
36 bulan. tidak menggunakan kalimat sederhana, tidak mengajukan pertanyaan, tidak dapat dimengerti oleh orang yang bukan anggota keluarga
3-4 Tahun 3 tahun, tidak mengucapkan kalimat
3 tahun, tidak mengerti perintah verbal
3 tahun, tidak ada minat untuk bermain dengan anak lain
3,5 tahun tidak menyelesaikan kata, misalnya aya bukan ayah
4 tahun, masih gagap
4 tahun, tidak dapat dimengerti secara lengkap

Hal-hal yang dapat diajarkan pada anak:

Terus memberi komentar, misalnya: saat memakai sepatu, "ini kaos kakinya sayang..."
Berbahasa yang baik, misalnya : mik jeruk - jangan ikut mengikuti tetapi "minum air jeruk"
Banyak bertanya
Beri kesempatan berbicara 'dengan' anak bukan 'kepada' anak
Dengan bahasa sederhana
Hindari kata ganti seperi, aku, saya, kamu,
Berlatih dengan nyanyian
Membaca dengan suara keras, untuk menambah perbendaharaan kata si kecil

Semoga pengetahuan ini bermanfaat dan membantu si kecil lebih cepat berceloteh. Tetap semangat!  


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.