Wednesday, June 20, 2012

Hadiah Nobel Perdamaian Yang Tertunda

Cita-Cita Perjuangan Aung Sang Suu Kyi


Ketika Aung Sang Suu Kyi memenangkan hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991, dia tidak dapat menerima secara langsung hadiah tersebut karena berada dalam tahanan rumah setelah junta militer menolak mengakui kemenangan partainya. 

Rezim Myanmar memang tidak mencekal Suu Kyi ke luar negeri untuk mengambil hadiahnya, namun saat itu Aung Sang Suu Kyi terancam dilarang masuk lagi negaranya. Aung Sang Suu Kyi memilih tetap menjalani tahanan rumah dan mengabaikan pergi ke Oslo serta terus melanjutkan perjuangan membawa Myanmar terbebas dari rezim represif dan otoriter sampai akhirnya diizinkan menghirup udara bebas pada 13 November 2010. 

Akhirnya 21 tahun kemudian aung Sang Suu Kyi dapat menerima hadiah prestisius tersebut di Oslo, Norwegia pada Sabtu tanggal 16 Juni 2012. Dalam pidatonya, pejuang Myanmar itu menyampaikan:

"Yang diperlukan saat ini adalah menyempurnakan perdamaian dan mempertahankan kebaikan dari perdamaian itu. Saya berharap ke depan tidak ada lagi pengungsi, tunawisma, atau orang yang putus asa. Saya juga membayangkan suatu dunia tanpa rasa ketakutan dan saling bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian. Sehingga setiap orang memiliki kebebasan dan kemampuan hidup dalam damai."

Ketua Komite Nobel Norwegia Thorbjoern Jagland menegaskan, tidak diragukan lagi bahwa hari ketika akhirnya Nobel Perdamaian itu sampai juga ke tangan penerimanya setelah 21 tahun merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Nobel. Selama 21 tahun ini, Aung Sang Suu Kyi telah membuktikan bahwa saja bukan pemberian Nobel itu merupakan hal yang tepat, tetapi juga dia telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin moral untuk seluruh dunia. Meskipun dia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam isolasi, suaranya terus terdengar.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.