Friday, June 29, 2012

Menghindari Kecurangan Pada PPDB OnLine

Penghianatan Atas Sebuah Komitmen



Tiga lintasan kritis di dunia pendidikan yang selalu harus dilalui tanpa riak dan gejolak pada setiap akhir tahun pelajaran dan awal pelajaran baru ialah Ujian Nasional (UN), Pembagian Tabungan dan Penerimaan Peserta Didik Baru. Demikian diungkapkan Wakil Walikota, DR Mulyono, MM pada kata pengantar studi banding PPDB OnLine di Kantor Dinas Pendidikan Yogyakarta, Kamis 24 Mei 2012.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta Drs Edy Heri Suasana, M.Pd mengemukakan alasan dilakukannya Penerimaan Siswa Baru (PSB) OnLine juga karena menghindari kerumunan orangtua murid di sekolah, selain juga menghindari intervensi birokrasi pejabat atau lembaga lain yang sering memaksakan calon siswa baru melalui titipan-titipan.

Hasil studi banding ke Yogyakarta oleh Guru SD, SMP, SMA, Perwakilan MUI, Pejabat Dinas Pendidikan, Wartawan, Komisi C DPR dan Kepala Kejaksaan dari Kota Sukabumi membuahkan sebuah komitment bersama bernama kejujuran pada penerimaan peserta didik baru secara on line (PPDB OnLine)

Dengan dilaksanakannya PPDB OnLine memang terhindar kecurangan-kecurangan, karena setiap orang dapat melihat secara terbuka siapa saja yang mendaftar dan dan diterima berdasarkan skor nilai Ujian Nasionalnya. Bila terjadi rekayasa hasil nilai Ujian Nasional akan dengan mudah diketahui terutama oleh teman sekelas siswa tersebut, dan bila ini dilakukan yang akan malu dan rugi adalah orang tua siswa bersangkutan.

Bila PPDB OnLine mampu menekan tingkat kecurangan dan melambungkan komitmen kejujuran pada level tertinggi ternyata tidak demikian halnya dengan PPDB Jalur Prestasi. Pada PPDB Berdasarkan Prestasi sangat terbuka celah yang sangat lebar untuk tidak jujur dan mencederai komitment. 

Kerumunan orang tua murid memang tidak terjadi di sekolah tempat anak melanjutkan sekolahnya (SMP/SMA/SMK/MA), namun justru terjadi di tempat lain yang mampu menerbitkan piagam penghargaan secara instan tanpa perlombaan. Masyarakat mengetahui bahwa seorang anak dengan piagam penghargaan Juara I tingkat kota/kabupaten, atau Juara I - III tingkat provinsi dan Juara I - V tingkat nasional dapat mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru melalui jalur prestasi.

Kemudian atas nama keluarga pejabat, Kepala Sekolah yang baru saja meluluskan siswanya dengan rasa bangga juga harus menandatangani surat pernyataan bahwa seorang siswa dinyatakan memiliki bakat tertentu agar dapat sekedar mengikuti seleksi melalui jalur prestasi. Peserta didik baru yang tanpa prestasi atau yang berasal dari keluarga kaya dengan bayaran yang mencengangkan disamarkan untuk bisa diterima di sekolah pavorit melalui jalur prestasi kini sudah bukan rahasia lagi.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.