Monday, June 11, 2012

Mengenal Bela Diri Shaolin Wing Chun

Memukul Ibarat air Menetes di Batu


Terdapat dua versi penyebaran Wing Chun, beladiri Shaolin Selatan yang dikenal pecinta dunia beladiri kungfu. Kisah paling populer dimulai saat Ng Mui, seorang biksu perempuan Shaolin menciptakan jurus yang terinspirasi pertarungan bangau dengan ular yang dilihatnya, hampir empat abad lalu. 

Jurus-jurus itu oleh Ng Mui diajarkan kepada Yim Wing Chun, seorang gadis anak tukang perahu yang butuh bela diri efektif untuk menghajar seorang jenderal yang memaksa ingin menikahinya. Yim Wing Chun berhasil mengenyahkan sang jenderal dan bela diri ini berkembang dengan meminjam namanya yang berarti musim semi abadi. 

Versi yang lain, Wing Chun merupakan jurus-jurus gabungan sejumlah jawara kungfu asal Butong, Shaolin utara dan selatan serta sejumlah tempat di China yang bertemu di kuil Shaolin Selatan, saat kerajaan Manchuria menyerang China. Pertemuan para jawara dilakukan di aula Wing Chun untuk menemukan cara paling efektif  dan mudah dipelajari oleh rakyat untuk menghadapi invasi Manchuria.

Wing Chun merupakan bentuk bela diri dengan spesialisasi pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Pada bela diri Wing Chun, serangan dilakukan bersamaan dengan saat mematahkan serangan lawan. Jadi ketika lawan menyerang, menangkis lalu memasukkan pukulan ke arah lawan.

Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan koordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Gerakan Wing Chun selalu menghadap ke arah lawan dan bergerak mengikuti kemana lawan bergerak, dengan perhitungan siapa yang masuk duluan itu yang akan dikejar. Sekilas Wing Chun mirip dengan silat sunda, Maenpo.

Walau terus menyerang, tidak berarti Wing Chun memporsir tenaga. Wing Chun mengutamakan pula kecepatan dengan gerakan tangan tanpa tenaga besar namun banyak dan beruntun terus menerus yang berfokus pada satu titik. Seumpama tetesan air di batu yang membuatnya berlubang setelah beberapa lama.

Photo: Grand master of Wing Chun Kung Fu, William Cheung, 70, spars with his son Andrew, 19. Photo: John Woudstra, http://www.theage.com.au/national/melbourne-life/all-the-right-moves-20110119-19wp3.html#ixzz1xQJSsIdw

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.