Sunday, July 29, 2012

Gagap Etiket Menghambat Karir

Ajining Raga Saka Busana, Ajining Diri Saka Lati



Keluarga adalah lembaga pertama yang bertanggung jawab mengajarkan etika dan etiket pada seorang anak, lembaga selanjutnya adalah sekolah dan masyarakat. Sayangnya saat ini etiket dan etika di kalangan pelajar sedikit-demi sedikit tergerus karena efek negatif globalisasi.

Anak remaja bukanlah orang dewasa mini yang bisa dibiarkan mencari sendiri kepribadian ketimuran di lingkungan mereka. Begitu banyak perubahan yang terjadi dalam lingkungan pergaulan sehingga etiket dan etika menjadi sulit dan bahkan gagal ditemukan. 

Sekolah yang hanya memiliki waktu 6 jam bukanlah jaminan seorang anak remaja akan mempunyai kepribadian, dibandingkan 10 jam lainnya yang banyak dilewati di lingkungan sekolah.  

"Harus ada kesadaran bersama, mulai dari keluarga untuk mengajari etika dan etiket kepada anak-anak mereka. Orang tua seharusnya ikut ambil bagian menjadi teman para anak-anak mereka. Kalau saja, orang tua tidak berhasil menjadi teman, dapat dipastikan lingkungan pergaulan akan membentuknya," kata Dra. Ursula Erna, Director Executive Perguruan Triguna Kota Bogor (Jurnal Bogor, 29 Juni 2012).

Etiket dan etika menjadi sangat penting ketika seorang anak memasuki dunia kerja, karena hal itu akan menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam karirnya. Tentu ada etiket yang berlaku ketika kelak ia harus berinteraksi dengan orang lain yang tidak boleh dilupakan, apalagi berinteraksi dengan orang penting. Bila lupa atau tak paham aturan main, konsekwensinya adalah menanggung malu dan dianggap orang yang gagap etiket.

Cheryl Cole (29) pernah merasakan hal itu ketika terlibat perbincangan dengan Pangeran Charles, calon Raja Inggris, dalam sebuah pertemuan. Penyanyi asal Inggris ini mengaku, kejadian yang menimpanya itu membuatnya sangat kikuk dan malu.

"Pertama kali berbicara dengan dia (Pangeran Charles) adalah dalam acara jamuan teh di Clarence House. Sebelumnya saya telah mempersiapkan segalanya dengan mengikuti pelajaran etiket dan tata cara berhadapan dengan beliau. Namun, saya lupa memanggil Pangeran dengan menyebutnya Charles saja," ujar Cheryl kepada majalah Grazia seperti dikutip telegraph.co.uk.

Untungnya, menurut Cheryl Cole kejadian tersebut tidak ditanggapi serius oleh sang Pengeran. Pangeran Charles konon malah tertawa-tawa dengan situasi yang terjadi di hadapannya. 


Catatan: Ajining raga saka busana, ajining diri saka lati (bahasa Jawa), bermakna seseorang akan dihargai karena perilaku dan tutur katanya.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.