Wednesday, July 4, 2012

Ideologi Bancakan Partai Politik

Lebih Mudah Membedaki Wajah Dengan Pencitraan Semu



Kekuasaan partai politik yang diperoleh setelah pemenangan Pemilu ternyata kemudian lebih banyak dimanfaatkan untuk bancakan anggaran negara dan uang rakyat. Hal ini merupakan realitas subjektif orientasi dan cita-cita sebagian partai politik yang harus diakui seiring meningkatnya indeks korupsi dan peringkat sebagai negara gagal yang juga semakin tinggi.

Ideologi partai politik dari kaca mata realitas subjektif kadang membuat kita harus menahan nafas. Betapa tidak, karena realitas subjektif itu menawarkan pergantian rezim korupsi dari waktu ke waktu.  Contohnya sudah sangat jelas dan transparan, ketika partai berkuasa diserang karena dugaan korupsi yang dilakukan  kalangan politiknya, sang pemimpin dengan ringan berkilah bahwa masih ada partai berkuasa terdahulu yang peringkat korupsinya lebih tinggi.

Tidak terlalu keliru jika sebagian besar pengamat politik menilai bahwa partai politik minus ideologi dalam pratik politik Indonesia. Sebagian partai politik tidak lebih hanya sebagai kendaraan merebut kekuasaan dan tidak memiliki orientasi atau cita-cita bersama. 

Bukti-bukti bahwa partai politik di Indonesia tidak memiliki ideologi sosial yang jelas antara lain terlihat dari praktik kutu loncat dari satu partai ke partai lain oleh para kader-kadernya, yang juga merupakan perkawinan acak partai-partai dalam upaya pemenangan kandidat yang diusungnya. Negosiasi yang terjadi pun hanya sebatas peluang untuk menang, bukan memperjuangkan cita-cita atau ideologi sosial yang dianut.

Berbagai kajian yang menyebutkan partai politik di Indonesia telah lama kehilangan ideologinya disajikan secara empirik berupa argumen dalam pemikiran atau pun kajian sejak Orde Baru dan dikuatkan lagi oleh kondisi di era reformasi. 

Kini saatnya kader partai merenungkan lagi pendapat Miriam Budiardjo, pakar dari Indonesia yang mengatakan, Partai Politik menjadi wadah untuk menyatukan orang yang memiliki pemikiran, orientasi, dan cita-cita yang sama. Orientasi, dan cita-cita itu berwujud dalam ideologi yang dianut. Secara formal pemikiran, orientasi, dan cita-cita yang sama itu tertulis dalam dukumen resmi, deklarasi, anggaran dasar, visi dan misi partai politik bersangkutan.


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.