Monday, July 2, 2012

Kolusi Solusi Kasus Korupsi

Ibarat Menegakkan Benang Basah



Tren penyelesaian dalam kasus korupsi di Indonesia saat ini, pelaku-pelaku aktor utama korupsi biasanya dijerat dan dihukum dahulu karena terbukti korupsi baru kemudian menangkap aktor intelektualnya. Namun biasanya tiba-ada pembebasan di tingkat PK (Peninjauan Kembali). Sehingga, akhirnya tidak ada lagi alasan hukum untuk menangkap si aktor intelektual.

Menurut Ketua MK, Prof. DR. Mahfud MD, PK-nya kapan, siapa yang mengajukan, tidak jelas. Bahkan tidak ada beritanya. Tiba-tiba saja orang-orang itu bebas setelah PK. Yang menarik, hasil PK itu diputuskan saat mereka sudah dihukum dan keluar dari penjara padahal sudah dihukum dan dinyatakan terbukti bersalah mulai dari tingkat pengadilan negeri sampai kasasi. Akibatnya aktor intelektualnya tidak lagi bisa disentuh karena pelaku sudah dinyatakan tidak bersalah. (Vivanews, Rabu 7 Desember 2011).

Modus baru dalam membebaskan koruptor seperti itu sangat berbahaya, karena semua koruptor bisa bebas. Siapa orang yang mengotaki ini? Kok bisa mendekati MA (Mahkamah Agung), lalu tiba-tiba keluar putusan PKnya? Itu cara yang sangat berbahaya. Semua koruptor bisa bebas karena praktik ini. Padahal yang bisa minta PK ke MA itu kan tidak sembarang orang, tambah Mahfud MD.

Hal tersebut bisa terjadi karena sistem tata negara kita sekarang sangat didominasi parlemen. Diharapkan keberadaan MK bisa jadi pengimbang kekuasaan parlemen. Problem utamanya, tidak kompetibelnya sistem pemerintahan dan sistem kepartaian. Sistem kepartaian yang terlalu liberal, memungkinkan partai bebas melakukan apa saja, partai bebas didirikan oleh siapa saja, dan boleh ikut pemilu dengan syarat yang sangat ringan. 

Solusi masalah tersebut menurut Mahfud MD, mestinya dengan sistem presidensial sehingga keberadaan partai lebih disederhanakan. Seperti dengan parliamentary treshold yang agak tinggi. Mahfud MD pernah mengusulkan 7,5 persen sehingga nanti muncul 3 atau 4 partai saja. Menurutnya itu bagus karena penguatan ideologi negara akan terjadi di situ.

BACA JUGA:

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.