Monday, July 16, 2012

Masih Ada Perpeloncoan di MPLS Murid Baru

Titik Simpang dari Tujuan Mulia



Ternyata pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih saja dapat dijumpai tugas pada siswa baru yang mau tidak mau terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua siswa. Bentuk perintah tugas tersebut biasanya semacam teka-teki yang harus dipecahkan oleh siswa baru di SMP dan SMA/SMK.

Akibat adanya tugas semacam itu banyak orangtua yang harus ikut pusing mencarikan solusi baik berupa pikiran maupun biaya tambahan. Tentu saja kegiatan semacam ini menjadi beban ekonomi orangtua siswa khususnya mereka yang kurang mampu. 

Pada program MPLS memang tidak tercantum pemberian tugas seperti itu dan lebih bersifat improvisasi dari siswa senior di lapangan. Namun bila dicermati kegiatan semacam itu bisa dihitung besaran anggaran yang harus dikeluarkan orangtua antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Bagi siswa dari keluarga menuju sejahtera (miskin) biaya tersebut dapat digunakan untuk ongkos atau membeli buku.

Sebenarnya MPLS dilaksanakan untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah agar mereka lebih cepat beradaptasi. Materi yang disajikan biasanya mulai dari hal umum sampai kegiatan ekstra kurikulier di sekolah. 

MPLS berkembang menjadi perpeloncoan ketika pada pelaksanaannya terselip unsur penekanan, penghinaan, penugasan dan pembebanan secara ekonomi pada orangtua siswa. Bahkan sampai ada atribut yang menggambarkan kesemrawutan seperti rambut dikuncir, pakaian compang-camping, tas diganti karung beras, memakai tali sepatu plastik rapia, mengenakan topi koran dan berguling di tanah. Jelas kegiatan itu bila dilaksanakan tidak mengarah pada peningkatan mutu dan harus segera dihentikan.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.