Friday, July 27, 2012

Mengapa Sahur Penting Saat Puasa?

4 Sehat  5 Sempurna 6 Halal 7 Toyib 




Kebutuhan gizi manusia saat berpuasa sama dengan kebutuhan gizi saat tidak berpuasa, namun banyak orang yang salah persepsi tentang hal ini sehingga mengakibatkan pola makan yang salah selama puasa. Kebanyakan orang cenderung makan sebanyak-banyaknya saat berbuka puasa karena menganggap kehabisan tenaga dan sebaliknya hanya makan sedikit di saat sahur karena mengantuk atau malas bangun.

Sebenarnya pada saat sahur pola makan sehat harus diterapkan, bahkan harus lebih lengkap dari menu sarapan. Sebisa mungkin makan sahur mendekati empat sehat lima sempurna yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. 

Alasan yang mendasari makan empat sehat lima sempurna di saat sahur, bahwa selama empat belas jam ke depan setelah sahur harus tersedia tenaga yang cukup dalam tubuh. Setidaknya konsumsi cairan harus cukup untuk memberikan cadangan agar tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa. Sedangkan sarapan pagi hanya dipersiapkan untuk memenuhi cadangan tenaga dari lima hingga tujuh jam ke depan.

Puasa sebenarnya menyehatkan. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa berpuasa dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler pada manusia melalui penurunan rasio lingkar pinggang dan pinggul. Penelitian di Universitas Osaka Jepang tahun 1930 menyebutkan bahwa pada hari ke tujuh, daya tahan orang yang berpuasa meningkat karena jumlah darah putih bertambah.

Berpuasa, selain menahan lapar dan haus juga melatih pengendalian hawa napsu, termasuk emosi/marah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa marah selain menguras energi juga menghilangkan vitamin C dalam tubuh manusia dalam jumlah yang cukup banyak. 

Sebagian orang mengalami penurunan berat badan pada awal puasa dari 2 sampai 3 kg lantaran indeks asupan energi menurun. Maka pada saat berbuka, makanan yang manis seperti kurma dan kolak sangat baik bagi tubuh. 

Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB), "Kurma mengandung 4,8 persen gula dan dapat menghasilkan 271 kkal energi. Kandungan kalium yang tinggi pada kurma sangat menguntungkan bagi jantung dan pembuluh darah. Kalium juga penting dikonsumsi oleh orang yang memiliki tendensi hipertensi. Mengkonsusmi kurma akan membuat denyut nadi semakin teratur dan otot-otot menjadi kontraksi, hal ini membantu menstabilkan tekanan darah." (PR, 26 Juli 2012).


BACA JUGA:
Penyebab Ketimpangan Ekonomi
Pentingnya Uji Kompetensi Guru
Beda Sariawan dan Kanker Mulut
Kebocoran Tata Kelola Keuangan Negara
Kemana Hak Prerogatif Presiden?
Ketua Umum Parpol Bukan Calon Presiden
Meraih Impian Dengan Buku Mimpi
Belajar Menata Indonesia Dari Negara Rwanda

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.