Friday, July 13, 2012

Harus Ada Aturan Pembuatan Ritel Moderen

Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri



Kalau pemerintah pemerintah terlambat membuat UU yang mengatur tentang keberadaan Ritel Moderen, niscaya tidak lama lagi akan terjadi kanibaliasi bisnis di Indonesia. Dampak buruk yang terjadi pada iklim usaha akan tidak menggairahkan ritel-ritel kecil karena pada akhirnya mereka akan tergilas oleh ritel-ritel yang lebih besar. Tentu dengan persaingan yang ada menjadi tidak seimbang baik dalam bidang manajemen atau pun permodalan.

Kini praktek kanibalisasi bisnis sudah mulai tercium, banyak bermunculan ritel besar bertarap nasional dan internasional. Indonesia secara umum menjadi sasaran para peritel moderen bertarap internasional.

Persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan sampai banyak ritel-ritel kecil menjadi korban. Apa yang akan terjadi jika peritel sekelas Carrefour dan Hypermart dibiarkan melebarkan sayapnya tanpa kontrol pemerintah? Tidak mustahil pasar-pasar tradisional yang selama ini menjadi denyut nadi  ekonomi rakyat akan gulung tikar. Sudah ddapat dipastikan, pasar atau ritel-ritel kecil akan bangkrut dan mengobarkan banyak karyawan.

Sampai saat ini belum ada peraturan tegas dan komitmen dari pemerintah menetapkan UU Ritel Moderen. Ritel-ritel moderen yang sudah terlanjur berdiri seharusnya bisa mengakomodir keberadaan  ritel-ritel kecil dan menengah dalam bentuk arahan dan pemberian porsi kegiatan ekonomi. Namun yang terjadi saat ini justri yang besar menggilas yang kecil, yang notabene tidak bisa bersaing dengan ritel besar. Terjadilah kanibalisasi bisnis yang harus segera diantisipasi pemerintah dengan menetapkan UU Ritel Moderen.

Kita mempunyai Batam sebagai FTZ, sebagai kawasan percontohan ekonomi. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa perdagangan bebas juga perlu kontrol supaya produksi dalam negeri terproteksi dan mampu bersaing di pasar global. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.