Friday, August 24, 2012

Pejuang Penentang Apartheid

Melawan Kekerasan dengan Keteladanan dan Kebaikan



Tidak seorangpun ingin dibuang jauh dari kampung halaman dan terasing jauh di negeri orang. Hampir semua orang menginginkan masa tua di tanah kelahiran sambil membimbing anak cucu merajut masa depan yang cerah. Namun, Syekh Yusuf al-Makasari al-Bantani justru menghabiskan masa hidupnya jauh dari kampung halamannya sendiri.

Syekh Yusuf, pejuang yang lahir tahun 1626 di Gowa, Sulawesi Selatan, awalnya ditahan di Cirebon dan Batavia (Jakarta) karena pemberontakannya kepada Belanda. Namun karena pengaruhnya masih membahayakan pemerintahan kolonial saat itu, maka tahun 1684 Syekh Yusuf dan keluarganya diasingkan ke Srilanka. Kemudian setelah itu dipindahkan ke tempat yang tidak memungkinkannya berkomunikasi dengan orang-orang Indonesia yang berhaji ke Mekah, yaitu ke Afrika Selatan.

Di Afrika Selatan, Syekh Yusuf berjuang dengan menyebarkan agama Islam dan tercatat sebagai perintis perjuangan anti kekerasan dalam melawan rezim apartheid yang membedakan ras manusia berdasarkan warna kulit.  Kegigihannya menentang penjajah serta semangatnya menegakkan nilai-nilai kemanusiaan di Afrika Selatan banyak menginspirasi kehidupan Nelson Mandela, bahkan Nelson Mandela mengakuinya sebagai seorang putra Afrika terbaik.

Karena jasanya terhadap perjuangan rakyat Afrika Selatan dalam menghapus apartheid, Syekh Yusuf diangkat menjadi pahlawan nasional di Afrika Selatan. Di Indonesia, berdasarkan ketetapan pemerintah RI, sejak tahun 1995 nama Syekh Yusuf tercantum dalam deretan pahlawan nasional.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.