Wednesday, August 22, 2012

Mengenal Gaya Sepeda FMB

FMB Menantang dan Memacu Adrenalin


Tak ada panduan, aturan atau pun teori khusus bagaimana melakukan Free Ride Mountain Bike (FMB), namun sesama penyuka sepeda gaya bebas biasanya berbagi gaya dan trik. Mereka menciptakan gerakan ekstrem tetapi indah dan menguasai trik-trik bagaimana melakukan gerakan-gerakan itu supaya tidak jatuh.

Free Ride Mountain Bike (FMB) berbeda pakem bersepeda gunung Down Hill (DH) meski keduanya mempunyai persamaan : atletnya melompat, mendarat dan melalui rintangan di lintasan. 

Bila altet DH dituntut untuk secepatnya melintasi trek menurun, maka atlet FMB justru memanfaatkan rintangan di lintasan turun atau naik dengan membuat gerakan-gerakan ekstrem, melompat setinggi-tingginya. Di udara, kedua lengan mereka bisa saja memegang setang, tetapi biasanya bergaya seperti melemparkan diri atau bersalto dengan bebas.

Karena perbedaan menghadapi lintasan itu maka jenis sepeda yang dipakai atlet DH dan pesepeda FMB berbeda. Menurut Manajer Umum dan Promosi Polygon, Peter Mulyadi, FMB menggunakan sepeda gunung, tetapi ukuran panjang dan tinggi sepeda free ride lebih kecil dan pendek. Untuk mendukung gerakan melompat-lompat dan mendarat ekstrem , rangkanya ringan tetapi kuat.

Sam Reynolds (21) dan Yannick Granieri (25) adalah pesepeda gunung gaya bebas (FMB) papan atas Erofa yang sanggup melakukan semua gaya ekstrem. Sam Reynolds, juara II Vienna Air King 2012 di Austria, mengungkapkan bahwa kecelakaan yang terjadi saat beraksi merupakan hal biasa. Menurutnya, gerakan bebas memakai sepeda gunung termasuk berisiko dan ketakutan pasti ada namun bisa diatasi dengan saling menguatkan dan mendukung satu sama lain.

"Indonesia memiliki alam yang mendukung, Itu seharusnya dimanfaatkan," tutur Reynolds. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.