Kamis, 30 Agustus 2012

7 Fakta Sejarah Kantor Pos di Indonesia

Membangun Urat Nadi Peradaban


Kantor Pos di Indonesia selama 266 tahun telah melayani dan turut membentuk peradaban bangsa. Bermula dari semakin meningkatnya aktivitas hubungan dagang atau pun politik antara negeri Belanda dengan nusantara pada pertengahan abad ke-17, pemerintah Hindia Belanda memutuskan membuka outlet yang melayani korespondensi di Stadhuis-Batavia (sekarang Musium Fatahilah, Jakarta). 

Postkantoor yang dalam bahasa Indonesia menjadi Kantor Pos, diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron Van Inhoof pada 26 Agutus 1746. Sejak diresmikan peranan Kantor Pos semakin berkembang, termasuk di bidang keuangan dan logistik mengalami beberapa kali pergantian pengelola, dari Pemerintah Hindia Belanda ke Pemerintah Indonesia dan akhirnya dikelola oleh Badan Usaha Milik Nergara yaitu PT. Pos Indonesia (Persero). 

Sekarang mereka yang berkunjung ke Kantor Pos tidak lagi sebatas mengirim surat-surat personal atau Kartu Lebaran, sebagian besar melakukan transaksi keuangan dari membayar kredit motor, membayar tagihan listrik, setoran pajak, sampai transfer dana instan. 

Begitu banyak kontribusi Kantor Pos terhadap peradaban bangsa Indonesia setelah berkiprah ratusan tahun. Menurut Setyo Riyanto, Direktur Retail dan Properti PT Pos Indonesia (Persero), sedikitnya terdapat tujuh fakta sejarah yang dapat dikemukakan mengenai hal itu (PR, 29 Agustus 2012):

Pertama, Kantor Pos berkontribusi pada pembangunan Jalan Raya Pos dan urat nadi peradaban.
Kedua, melahirkan prangko sebagai media komunikasi peradaban.
Ketiga, Kantor Pos berperan meliterasi bangsa.
Keempat, Kantor Pos melahirkan institusi bisnis pos.
Kelima, Kantor Pos merintis pengelolaan keuangan publik.
Keenam, Kantor Pos menjadi jejaring peradaban.
Ketujuh, melahirkan sistem kode pos bagi peradaban masa depan.

Dirgahayu Kantor Pos Indonesia, kau akan tetap hadir di tengah masyarakat hingga ratusan tahun ke depan karena mampu membuat masyarakat mendapat manfaat atas keberadaanmu. Tetap semangat, dan tetap mengabdi, kami bangga padamu!

Sumber gambar: Pikiran Rakyat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.