Saturday, August 18, 2012

Lebaran, Mudik, Lalu Apa?

Tradisi Yang Tak Akan Mati



Kenapa harus bersusah payah untuk mudik dengan pertaruhan segala yang dimiliki? Tentu saja jawabannya tidak cukup satu baris kalimat sederhana atau bahkan dengan kalimat tambahan sebagai penjelas. Banyak sekali alasan yang diambil ketika seseorang harus mudik atau pulang kampung.

Pulang kampung yang lebih dikenal dengan istilah mudik itu ternyata menjadi milik semua orang karena suatu hari yang disebut lebaran. Di luar hari lebaran tentu saja banyak juga orang yang melakukan mudik, tapi mudik itu tidak menyita banyak perhatian media cetak atau elektronik, juga tidak menyita perhatian aparat pemerintah mulai dari Departemen Perhubungan sampai Polisi.

Selain karena ingin berkumpul dengan keluarga di kampung halaman, mudik bisa juga berarti mewartakan keberhasilan mengarungi kehidupan di perantauan. Hal ini didasarkan pada fakta banyak juga orang yang tidak ikut mudik karena belum berhasil. Bagi golongan yang belum beruntung ini menunda pulang kampung lebih terhormat daripada terlihat tidak berhasil di ibu kota.

Keberhasilan seseorang di rantau akan membawanya mudik ke kampung halaman untuk menjalani lebaran bersama kerabat dan handai taulan. Setelah mudik lalu mau apa? Tentu saja jawabnya kembali ke kota, meneruskan keberhasilan yang sudah diraih atau mengulang kembali perjuangan bagi yang belum berhasil. 

Beberapa saudara mungkin akan ikut serta mengembara mencoba peruntungan di tempat baru. Beberapa kerabat lain mungkin akan mencoba tetap tinggal dan menjalankan pola kehidupan kota yang diadopsi dari kisah pemudik yang sukses.

Perjalanan mudik sama sulitnya dengan perjalanan balik ke ibu kota. Tantangan selama perjalanan tidak berarti apa pun demi perubahan kehidupan ke arah yang lebih layak. 

Udik kembali sunyi, karena ibu kota menjanjikan seribu mimpi dan pesonanya. Seterusnya kehidupan di kota melakukan seleksi alam, siapa yang kuat dia yang akan menang. Termasuk siapa yang berkuasa, dia yang akan memimpin atau menyelewengkan jabatan. 

Kehidupan di kota memang banyak pilihan, semua terpulang lagi kepada kita mau jadi apa? 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.