Sunday, August 19, 2012

Meriam Raksasa Pontianak

Tradisi Unik Menyambut Lebaran



Tradisi unik masyarakat di tepi Sungai Kapuas, Kota Pontianak - Kalimantan Barat, yang masih terpelihara dalam menyambut Lebaran ialah lomba membuat dan membunyikan meriam karbit. Meriam yang dibuat bukan ukuran meriam buluh yang biasa disulut anak-anak, meriam ini benar-benar ukuran raksasa karena bisa mencapai ukuran 6 hingga 8 meter.

Meriam-meriam raksasa sebesar cakupan pelukan tangan dua orang dewasa itu dibunyikan berbarengan dengan berkumandangnya takbiran. Pada tahun ini, ada 269 meriam yang siap menggelegar di tepi sungai terpanjang di Indonesia itu. Meriam-meriam karbit ini berasal dari sejumlah kelompok pencinta permainan meriam karbit yang ditempatkan di 47 titik.

"Dulu, permainan meriam karbit ini berawal dari sejarah berdirinya Kota Pontianak dan saat ini menjadi tradisi yang sering dimainkan saat menyambut Lebaran," kata Wakil Walikota Pontianak, Paryadi,  (VIVAnews, Sabtu, 18 Agustus 2012).

Saat ini permainan meriam karbit terancam punah karena sulitnya bahan baku kayu akibat maraknya penebangan liar. Bahan meriam karbit ini ialah batang kayu berukuran besar dan lurus. Kayu yang dipilih biasanya dari kayu yang keras dan padat seperti Tembesu, Meranti, atau Ulin Belian. 

Warga memperoleh kayu log berukuran besar dari salah satu perusahaan pengolahan kayu di Kota Pontianak dan wilayah di Kalimantan Barat, warga membelinya seharga Rp2,5-5 juta rupiah per batangnya. Harga tersebut belum termasuk ongkos lainnya seperti rotan, karpet, ban, karbit, dan biaya pengerjaaan. Sehingga untuk pembuatan sebuah meriam karbit sangat dibutuhkan kerja sama semua warga termasuk bantuan para donatur.

Batang kayu log berukuran besar dibelah menjadi dua bagian dengan gergaji mesin dengan ukuran sama besar. Selanjutnya, bagian dalam kayu dikeruk menggunakan pahat, kapak, dan palu hingga membentuk setengah lingkaran. Setelah terbentuk setengah lingkaran, belahan kayu yang disatukan lagi dengan belahan lainnya, sehingga membentuk lubang yang besar memanjang dengan bantuan karpet, ban bekas, dan rotan sebagai pengikat untuk memperkuat dan ketangguhan meriam karbit. 

Sebuah meriam karbit raksasa di tepi Sungai Kapuas yang bertengger di atas panggung kayu untuk membunyikannya membutuhkan paling sedikit 100 kilogram karbit. Penasaran ingin mendengar gelegarnya? Datanglah ke Sungai Kapuas, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.