Tuesday, August 28, 2012

Misteri UFO dan Pendaratan Neil Armstrong

Kita Tidak Sendiri  di Sini



Tak dapat disangkal, warga Amerika mengenang Armstrong sebagai pahlawan dan patriot. Presiden Barack Obama menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Armstrong dalam usia 82 tahun, Sabtu 25 Agustus 2012, akibat komplikasi seusai menjalani operasi jantung dua hari setelah merayakan ulang tahun pada 5 Agustus.

"Dia adalah pahlawan terbesar, bukan untuk saat ini melainkan sepanjang masa. Dia menunjukkan spirit Amerika kepada dunia melalui pencapaian luar biasa, sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya," ujar Obama.

Sebagai komandan misi Apollo 11, Neil Alden Armstrong menjejakkan kakinya di bulan pada 29 Juli 1969.

"Ini adalah satu langkah kecil untuk seorang manusia, satu lompatan raksasa untuk umat manusia," kata Armstrong (38 tahun) saat melangkahkan kakinya di bulan. Kalimat itu menjadi salah satu kutipan termasyhur di dunia. 

Sekalipun berhasil menunaikan perjalanan bersejarahnya bagi umat manusia, Amrstrong terlihat kurang senang. "Saya pikir, kita ingin dikenang bukan karena satu prestasi puncak, tetapi karena apa yang kita kerjakan sehari-hari," ucap Armstrong dalam wawancara dengan CBS dalam program "60 Minutes" pada 2005.

Ketika ditanyakan bagaimana perasaannya karena meninggalkan jejak kaki di permukaan bulan setelah ribuan tahun orang hanya memandangnya dari bumi, ia menjawab "Saya berharap suatu hari ada orang yang pergi ke sana dan menghapusnya."

Bersama kematiannya, Armstrong meninggalkan misteri yang mungkin tidak akan pernah terungkap selamanya, termasuk soal perdebatan soal kebenaran pendaratannya di bulan pada Juli 1969.

Berdasarkan bocoran dokumen pemerintah AS, Armstrong tak hanya menyaksikan pemandangan bulan. Pendaratan Armstrong dan Edwin Buzz Aldrin, disaksikan dua UFO (unindetified flying object).

Timothy Good, penulis buku Above Top Secret (1988) mengemukakan, ketika Armstrong mendarat di bulan, ada jeda komunikasi sepanjang dua menit. Namun, hal ini tidak dilaporkan media karena NASA menyensornya dan menjelaskan bahwa jeda itu terjadi karena salah satu kamera mengalami overheating.

Kejadian sebenarnya saat itu, Armstrong mengaku melihat dua pesawat raksasa UFO yang mengawasi Apollo 11. Dalam buku tersebut diungkap komunikasi antara Armstrong dengan petugas NASA di bumi.

 "Benda ini sangat besar, Pak, benar-benar luar biasa besarnya. Oh, Anda pasti tidak aka percaya apa yang saya lihat sekarang ini! Saya melihat pesawat lain di luar sana di dekat tepi kawah, mereka berada di bulan juga mengamati kami," demikian transkrip pembicaraan antara Apollo 11 dan tim NASA di bumi seperti dilansir buku Above Top Secret halaman 384.

Sampai saat ini, soal kebenaran UFO masih menjadi teka-teki kendatipun dikabarkan Aldrin sempat memotret kedua UFO tersebut.

Dalam film "Transformers: Dark of the Moon", Buzz Aldrin mengungkapkan apa yang dilihat Armstrong di bulan saat itu. Film itu merupakan memuat percakapan antara Aldrin dan dengan teknisi NASA di bumi. "Kita tidak lagi sendirian, ya?" tanya petugas NASA. "Ya benar, kita tidak sendiri di sini," jawab Aldrin.

Kalau infromasi itu benar, betapa berat beban Armstrong menyimpan rahasia itu selama empat dekade. Sampai akhir hayatnya, Armstrong menjadi pendiam dan penyendiri sekembalinya dari bulan. Bahkan hingga akhirnya menutup mata, Armstrong selalu tutup mulut soal apa yang dilihatnya kala itu.

1 comment:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.