Tuesday, August 7, 2012

Hikmah Tradisi Pembayaran THR

Kebersamaan Itu Indah Tiada Tara



Tradisi penyimpangan atas pembayaran THR terus terjadi. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencatat, pada tahun 2011 terdapat 84 kasus pengaduan THR. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta pada tahun 2010 menemukan 787 kasus pelanggaran. Pelanggaran THR Tahun 2010 memiliki pola yang tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu perusahaan tidak membayar THR, telat membayar, dan kurang pembayaran. 

Tahun ini potensi pembayaran THR juga diperkirakan masih akan terjadi meski Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, sudah mengingatkan seluruh perusahaan untuk menyediakan atau memberikan THR kepada pekerja guna menyambut Idulfitri. Imbauan itu juga diiringi dengan peringatan bahwa pemerintah tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada perusahaan-perusahaan yang membayar THR tidak sesuai dengan ketentuan.

Muhaimin menyatakan dalam Surat Edaran (SE) Nomor SE.05/MEN/VII/2012 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dan Imbauan Mudik Lebaran Bersama, pengusaha wajib memberikan THR paling lambat tujuh hari sebelum lebaran. SE itu mengatur bahwa THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja tiga bukan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional. Sedangkan perusahaan yang telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja (PK), peraturan perusahaan (PP), atau peraturan kerja bersama (PKB), THR yang dibayarkan kepada pekerja dilakukan berdasarkan perjanjian/peraturan tersebut.

Pembayaran THR yang konsisten dan tepat waktu dengan besarnya memenuhi ketentuan tentu akan menciptakan suasana hubungan kerja yang kondusif. Pihak perusahaan bisa memanfaatkan momentum puasa dan Lebaran untuk memberikan apresiasi kepada pekerja/buruh yang telah berkontribusi besar terhadap perusahaan. Kemudian sebaliknya, pekerja/buruh juga sepantasnya memahami situasi perekonomian global yang terus memburuk dan bisa berdampak pada perusahaan di dalam negeri. 

Bagaimanapun, perusahaan adalah tempat mencari pencaharian pekerja/buruh, sehingga kebersamaan, kepercayaan dan saling menghormati harus terus dipupuk antara perusahaan dan pekerja/buruh. Perusahaan bisa maju dan berkembang karena peran dari pekerja/buruh. Hubungan yang sinergi antara perusahaan dan pekerja/buruh pada akhirnya akan memberikan kekuatan bagi perusahaan untuk memenangi persaingan di era global ini.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.