Thursday, August 2, 2012

Pakan Ternak Jadi Tempe

I Love My Country Indonesia


Kedelai lokal sebenarnya lebih disukai perajin tahu tempe karena kualitasnya lebih bagus dari kedelai yang saat ini diimpor untuk memenuhi kebutuhan produksi makanan rakyat tersebut. Kedelai lokal lebih segar dan murni ketimbang kedelai impor asal Amerika dan Brasil.

Kedelai impor yang terpaksa digunakan untuk produksi tahu tempe adalah kedelai kw 2, yaitu kedelai yang di negara asalnya untuk pakan ternak. Sementara di Indonesia kedelai itu untuk membuat tahu dan tempe yang dikonsumsi manusia.

Menurut Asep Nurdin, Ketua Koperasi Perajin Tahu Tempe Indonesia, para perajin terpaksa memakai kedelai impor karena produksi lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan bahan baku. Seperti perajin tahu tempe di Jawa Barat yang jumlahnya mencapai 14.000 orang sedikitnya membutuhkan 26.000 ton kedelai per bulan.  Sedangkan kedelai lokal hanya mempu memenuhi kebutuhan sekitar 10 persen.

Terdapat silang pendapat soal kedelai itu, menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bahwa kedelai AS lebih unggul dari kedelai lokal. Ahmad Heryawan menilai kualitas dari ketinggian pohon kedelai AS yang ketinggian pohonnya mencapai 1,5 meter, sedangkan kedelai lokal hanya 30-50 cm. 

Keunggulan kedelai lokal juga diakui Sekretaris Dinas Pertanian Jabar, Arief Santoso. Beberapa varietas unggul kedelai lokal itu ialah grobogan, anjasmoro, argomulyo, wilis dan davros.

Sumber : PR, 1 Agustus 2012

BACA JUGA :
Cara Membagi Prioritas THR
Monopoli Kekuasaan Kartel Kedelai
Berkarya Dari Balik Jeruji
Gagap Etiket Menghambat Karir
Dasar Hukum UKG 2012
Cara Merawat Mesin Motor Injeksi
Mengapa Sahur Penting Saat Puasa?
Penyebab Ketimpangan Ekonomi
Pentingnya Uji Kompetensi Guru

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.