Wednesday, September 5, 2012

Tahapan Pra Program Bayi Tabung

Total Waktu Pemeriksaan Hanya Satu Bulan


Ketika pasangan suami istri (pasutri) sulit mempunyai anak dan sudah tiga kali gagal inseminasi, program bayi tabung bisa menjadi pilihan. Tentu ada serangkaian pemeriksaan yang harus dijalani sebelum program itu dimulai. 

"Seluruh rangkaian pemeriksaan kira-kira membutuhkan waktu satu bulan," kata Prof. DR. dr. Soegiharto Soebijanto, SpOG (K), Ketua Perkumpulan Fertilisasi In Vitro Indonesia. Waktu yang cukup lama itu diperlukan untuk pemeriksaan menyeluruh, dan tiap pemeriksaan memiliki jadwal berbeda.

Pemeriksaan pertama adalah tes darah, untuk mengetahui keduanya sehat dan tidak ada infeksi yang bisa ditularkan ke bayi seperti HIV/AIDS dan hepatitis. Bila ditemukan infeksi jenis ini, segera dilakukan pengobatan hingga kadar dalam darah negatif (seronegatif).

Tahap selanjutnya ialah pemeriksaan USG transvaginal (melalui vagina) bagi si istri, pemeriksaan ginekologi untuk mengetahui apakah saluran tuba falopi buntu atau menyempit dengan HSG (hysterosalphingography). HSG dilakukan dengan menyuntikkan cairan kontras ke rahim menggunakan kateter, lalu difoto (rongten). Selain itu untuk melihat kondisi rahim dan indung telurnya, apakah ada tumor atau tidak. 

Tidak ada persiapan khusus seperti puasa bagi wanita, yang penting sudah bersih dari haid dan tidak melakukan hubungan intim sebelum pemeriksaan untuk mencegah kemungkinan terjadinya pembuahan. HSG akan membunuh zygot (sel telur yang sudah dibuahi). Proses ini hanya berkisar sepuluh menit dan hasilnya akan dibaca oleh dokter radiologi. HSG dilakukan pada hari ke 9 pemeriksaan, atau 10-14 hari setelah hari pertama haid.

Pemeriksaan sperma suami, dilakukan 3 hari setelah berhubungan intim, untuk mendapatkan kualitas sperma dengan kualitas baik. Menurut Prof. Soegi, sperma membutuhkan dua hari untuk matang, namun jika pengambilan sperma dilakukan terlalu lama setelah berhubungan kualitasnya sudah menurun karena sperma sudah tua.

Ruangan tempat pengambilan sperma dibuat senyaman mungkin agar suami rileks dan mudah mengeluarkan sperma, juga disediakan TV dan DVD player lengkap dengan koleksi film dewasa untuk mempermudah. Namun pada kasus sperma tidak bisa keluar karena ada sumbatan pada saluran sperma, maka dilakukan pengambilan sperma di salurannya dengan MESA (Microsurgical Epydidimis Sperm Aspiration) atau mengambil langsung dari buah zakar dengan TESA (Testical Sperm Extraction).

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.