Tuesday, September 25, 2012

Tips Selama Puncak Ibadah Haji

Puncak Kelelahan Fisik Jemaah Haji Saat di Armina


Tak satupun jemaah haji berharap melewati  momentum penting pelaksanaan ibadah haji di Arafah. Beberapa persiapan dilakukan jemaah haji, baik fisik maupun mental agar pelaksanaan berjalan lancar dan khusuk sehingga mereka memperoleh haji yang sempurna dan diterima Allah (maqbul).

Puncak ibadah haji berlangsung selama enam hari. Dimulai pada tanggal 8 Zulhijah, jemaah haji meninggalkan maktab, berangkat menuju Arafah menggunakan bus yang telah disediakan. Keesokan hari nya mereka berwukuf di Arafah lalu bergerak menuju Muzdalifah untuk mengambil batu-batu kecil (jumrah). 

Dari Muzdalifah, tanggal 10 Zulhijah pagi sudah ada di Mina, di sana jemaah bermukim selama tiga hari. Jemaah mengambil nafar awal kembali ke Mekah pada 12 Zulhijah. Sementara jemaah yang mengambil nafar tsani kembali ke Mina dan baru kembali ke Mekah pada 13 Zulhijah.

Jadwal melontar jumrah dan lokasi melontar Jamarat sudah diatur tergantung lokasi maktab. Jemaah dari Asia Tenggara biasanya beroleh jadwal sore hari dan lokasinya di lantai dua atau tiga. 

Pada saat melontar jumrah kerap timbul masalah. Misalnya, ada sebagian jemaah yang bersikeras hendak melontar jumrah pada waktu yang mereka anggap afdal yakni Duha (pukul 8.00 - 10.00 waktu Arab Saudi).  Padahal, melontar jumrah pada waktu tersebut sangat beresiko, terutama terhadap keselamatan umat. Saat itu banyak sekali jemaah dari berbagai negara berada di sana dan berdesak-desakan.

Karena selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) jemaah haji mengalami puncak kelelahan yang luar biasa, maka jemaah haji sebaiknya menjaga kesehatan. Selain itu jemaah haji juga tetap mengikuti rute perjalanan yang sudah ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. 

Berikut ini beberapa tips agar pelaksanaan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan nyaman di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) yang dapat diikuti :

Di ARAFAH
  1. Bawalah makanan kering secukupnya ketika hendak berangkat ke Arafah, sebagai antisipasi keterlambatan penyiapan makanan dari petugas. Namun, jangan membawa barang terlalu banyak karena akan menyulitkan diri sendiri.
  2. Bawalah kantong tidur, perlak, atau plastik berukuran 2 x 1 meter (untuk tidur). Selama di Arafah, fasilitas yang disediakan penyelenggara hanya kemah dan alas (berupa terpal) yang tak jarang kotor dan berdebu. Kondisi akan kian parah jika hujan turun.
  3. Pagi hari tanggal 9 Zulhijah, setelah sarapan, sebaiknya jemaah beristirahat/tidur. Karena setelah wukuf, waktu istirahat sangat minim, jemaah harus berangkat ke Muzdalifah dan di sana kemungkinan besar jemaah tidak akan bisa tidur.
  4. Carilah waktu tertentu yang agak longgar jika hendak ke kamar mandi. Biasanya di atas pukul 9.00 waktu setempat. Sementara jam-jam padat penggunaan kamar mandi adalah pukul 04.30 - 6.00 waktu setempat.
  5. Usahakan jangan meminum air yang disediakan penyelenggara (di dalam tong), biasanya air itu dicampur dengan es batu sehingga berpotensi menyebabkan flu, batuk, dan infeksi saluran pernapasan. Sebaiknya jemaah berbekal air minum sendiri sebelum berangkat ke Arafah.


Di MUZDALIFAH
  1. Tetap berkumpul dengan rombongan, jangan sampai terpisah. Setiap maktab mendapat jatah tempat mabit sendiri-sendiri yang hanya ditandai dengan pintu palang dan nomor maktab. Jika salah memasuki tempat mabit, Anda akan diberangkatkan ke kemah Mina yang berbeda dengan maktab  Anda.
  2. Jangan mencari kerikil terlalu jauh. Di sekitar toilet pun tersedia kerikil dalam jumlah banyak.

Di MINA
  1. Beristirahatlah dengan cukup untuk memulihkan tenaga. Di Mina, jemaah akan melontar jumrah. Jarak kemah jemaah Indonesia ke jemarat berkisar antara 2,5 kilometer hingga 5 kilometer. Jangan sampai stamina  Anda merosot atau drop.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.