Wednesday, September 12, 2012

Daftar Perbekalan Penting Jemaah Haji

Masalah Muncul Ketika Akan Pulang



Konsentrasi atau kekhusyukan dalam menjalankan ibadah haji bisa sangat terganggu karena barang-barang penting  yang seharusnya tersedia malah tertinggal di tanah air. Oleh karena itu setiap calon haji harus membuat persiapan perbekalan yang cermat agar selama 40 hari berada di Tanah Suci bisa menjalankan ibadah dengan tenang.

Sebelum koper perbekalan diserahkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten atau kota setempat, sebaiknya jemaah memeriksa ulang barang-barang yang harus dibawa. 

Setiap jemaah akan memperoleh tiga buah tas, yakni tas besar (koper) berkapasitas 32 kilogram, tas tenteng (tas kabin) berkapasitas 10 kilogram dan tas paspor. Jika kelak jemaah memerlukan tas lain yang sangat diperlukan untuk tempat belanjaan seperti oleh-oleh haji, dapat menyelipkannya di koper.

Berikut adalah daftar perbekalan jemaah haji sesuai dengan masing-masing tas tersedia, menurut Rustam Sumarna, Direktur PT Citraceria Usaha Khalifah (Khalifah Tour) penyelenggara haji dan umrah di Kota Bandung (Pikiran Rakyat 11 September 2012).  

1. Tas Besar (Koper, Bagasi) 
Kapasitas : 32 kilogram, direkomendasikan untuk diisi:
a. 3-4 helai kain ihram (perempuan: 1-2 stel mukena). Bagi jemaah gelombang kedua, sebagian di simpan di dalam koper, sebagian disimpan di dalam tas kabin).
b. Pakaian sehari-hari (secukupnya)
c. Bahan makanan (beras, mi instan, suuk teri (ukri), minuman bubuk, rendang kering dan sebagainya)
d. Perlengkapan memasak (sesuai kebutuhan atau dirundingkan dengan kelompok atau regu)
e. Perlengkapan lain (senter, gantungan baju, tapi rapia, deterjen dan sebagainya)

2. Tas Tenteng (Kabin)
Kapasitas : 10 kilogram, sebaiknya berisi:
a. Obat-obatan
b. Pakaian ganti ( 1 stel)
c. Alat elektronika dan perlengkapannya (kamera, charger, dan sebagainya)
d. Peralatan sholat (sajadah)
e. Makanan ringan
f. Peralatan mandi (sikat gigi, handuk, sabun, pasta gigi, dan shampo) 
(Untuk mengantisipasi keadaan di pesawat yang dingin disiapkan juga; selimut tipis, kaca mata, sweater atau jaket)

3. Tas Paspor
a. Paspor
b. Bukti pelunasan BPIH
c. Buku kesehatan
d. Buku doa dan panduan manasik haji
e. Obat-obatan harian (termasuk pelembab bibir atau kulit dan masker)

Calon jemaah haji sebaiknya menghindari membawa barang-barang yang akan membebani dalam proses ibadah. Membawa barang sesederhana mungkin dan uang secukupnya adalah sangat bijaksana. 

Sebenarnya masalah utama barang bawaan haji bukanlah pada saat keberangkatan, namun pada saat menjelang kepulangan karena banyak jemaah haji yang membawa barang melebihi kapasitas. Jemaah yang membeli buah tangan dalam jumlah banyak, sebaiknya menggunakan jasa pengiriman via kargo.  

2 comments:

  1. nice post :)
    ditunggu kunjungan baliknya yaah ,

    ReplyDelete
  2. pengalaman ke arab nggak prnah bawa yg macem2..

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.