Monday, September 3, 2012

Tetap Mesra Masa Menopause

Penetrasi Kadang Hanya Tambahan Saja


Takut fungsi seksual menurun bersamaan dengan menurunnya libido umumnya menghinggapi perasaan wanita yang memasuki menopause. Padahal, hubungan intim adalah kombinasi antara psikis dan fisik. 

Menurut dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG dari FKUI/RSCM, Jakarta, ketika ada rangsangan seksual, otak merespon dengan memproduksi hormon tertentu yang akan menyebabkan vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah, yang mengakibatkan vasokongesti pada vagina sehingga klitoris mengeras dan cairan lubrikan keluar. Agar otak bisa merespon dengan baik, kondisi psikis dan fisik wanita harus baik.

Komunikasi yang baik dengan pasangan adalah kunci utama untuk psikis yang prima dan penting untuk membangkitkan libido. "Cari tahu apa yang disenangi pasangan. Dengan demikian, pasangan pasti akan menanyakan apa yang kita senangi. Hubungan itu timbal balik," terang dr. Ovy. 

Kamasutra, kitab mengenai hubungan seksual yang berasal dari India, mengajarkan soal sentuhan, suasana, warna dan lain-lain yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan foreplay. Kamasutra menitikberatkan bahwa hubungan intim pada manusia berbeda dengan hewan, karena melibatkan hati dan otak.

Forplay memiliki makna sangat dalam, tidak sekedar sentuhan atau rangsangan di area sensitif. Tutur kata dan membangun suasana rileks juga termasuk foreplay. Dengan forplay yang baik, separuh orgasme sudah tercapai dan penetrasi kadang hanya sekedar tambahan saja.

Terjadi perubahan fisik akibat hilangnya estrogen, kaitannya dengan hubungan seksual, vagina menjadi kering. Secara anatomis, lapisan dinding vagina umumnya menjadi lebih tipis dan kurang elastis sehingga sakit ketika bersenggama, dan mudah iritasi akibat berkurangya cairan lubrikan. Hal ini menjadi salah satu penyebab wanita enggan berhubungan intim, selain merasa sakit, pasangan pun merasa tidak nyaman.

Masalah tersebut bisa diatasi dengan rangsangan. Lubrikan terjadi ketika wanita mendapat rangsang sehingga pembuluh darah melebar dan berkumpul di area vagina. Ini menyebabkan cairan dalam darah merembes ke vagina berupa lubrikan. Namun karena usia tidak lagi muda dimana aliran darah mungkin sedikit terganggu, produksi lubrikan bisa sedikit terhambat. Pada kondisi seperti ini, foreplay yang baik menjadi penting.

Agar pembuluh darah sehat sehingga aliran darah lancar, sangat dianjurkan melakukan olah raga yang tenang seperti tai chi, jalan kaki atau senam ringan. Wanita menopause tidak perlu olah raga sampai melompat-lompat. Olah raga selain membuat tubuh bugar yang mendukung kesiapan fisik saat berhubungan intim, juga bermanfaat membuat tubuh menjadi lebih lentur dan elastis, termasuk area V.

Jika produksi lubrikan sudah sangat kurang, bisa dibantu dengan lubrikan buatan yang bisa dibeli di toko tertentu. Menopause bukan akhir, melainkan bagian dari kehidupan yang terjadi secara alami. Tetaplah bangun komunikasi dengan pasangan dan jaga kebugaran tubuh. Tidak bisa mempunyai anak lagi, bukan berarti tubuh tidak bisa bugar.

BACA JUGA:
Perawat Alami Organ Intim Wanita
Pentingnya Vaksinasi
Sindrom Tradisi Mudik Bangsa Indonesia
7 Fakta Sejarah Kantor Pos di Indonesia
Managemen Nyeri pada Penderita Kanker
Misteri UFO dan Pendaratan Neil Armstrong
Penyewaan Mobil Listrik di Paris
Manfaat Bina Raga Bagi Arnold Schwarzenegger

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.