Tuesday, October 16, 2012

Maulid Nabi dari Masa ke Masa

Dari Abdul Muthalib Warisan itu diwariskan lagi kepada Rasulullah.
 

Tempat lahir Nabi Muhammad saw dan lingkungan sekitarnya adalah harta warisan jatah ayah Rasul, Abdullah, dari Abdul Muthalib (kakek Rasul) yang membagikan kekayaan kepada anak-anaknya saat menjadi buta. Kemudian, warisan itu diwariskan lagi kepada Rasulullah. 

Menurut Muhammad bin Jarir Aththabari di dalam tarikhnya, Rasulullah memberikana rumah itu kepada Aqil bin Abi Thalib. Putra Aqil kemudian menjual rumah itu kepada Muhammad Yusuf lalu diubah menjadi tempat ibadah (masjid) oleh Alkhaizuran, ibunda Khalifah Harun Arrasyid dari Dinasti Abbasiyah. (Keterangan serupa dinyatakan oleh Abu Awalid Alazraqi).

Pemerintah Kerajaan arab Saudi pernah berencana membongkar bangunan itu demi perluasan Masjidilharam. Namun, niat itu diurungkan karena pimpinan negara-negara Islam mengajukan keberatan.

Pada tahun 1370 H (1950 M), bangunan itu dijadikan perpustakaan umum oleh Syekh Abbas Qahthan. Ia meminta izin kepada Raja Abdulaziz. Syekh Abbas membangun perpustakaan itu dua bulan sebelum wafat, kemudian pembangunan diteruskan oleh putranya, Syekh Amin. 

Awalnya, Syekh Abbas membeli perpustakaan milik saudara iparnya, Majid Kurdi, yakni Perpustakaan Majidiyyah. Perpustakaan itu merupakan salah satu perpustakaan pribadi paling berharga di Mekah. Seluruh isi perpustakaan itu kemudian dipindahkan ke lokasi baru, Maulid Nabi. Hingga kini, bangunan itu memang tetap menjadi perpustakaan (bernama Maktabah Makkah Mukarramah) meski selalu tertutup, karena menghindari kerusakan koleksi buku. 

Konon, pemerintah Kerajaan Arab Saudi sengaja membiarkan Maulid Nabi tetap menjadi perpustakaan yang selalu terkunci. Jika dibangun, dikhawatirkan akan dijadikan tempat syirik. 

Maulid Nabi berada dalam kondisi tidak terawat. Coretan-coretan spidol dan pena memenuhi dinding depan bangunan, berupa nama, tanda tangan, dan doa dalam berbagai bahasa. Masih banyak jemaah dari beberapa negara yang datang, berdoa di depan pintu sambil mengusap-usap temboknya.

Bangunan di sebelah kiri Maulid Nabi dijadikan gudang, sedangkan di kanan terdapat tempat pengambilan air zamzam yang disediakan pemerintah Arab. Tempat itu berukuran 10 x 18 meter terletak di sekitar Masjidlharam, tepatnya di Jalan Alqashashiyah, Distrik Almaulid. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.