Tuesday, October 23, 2012

Keistimewaan Pemakaman Ma'la di Kota Mekah

 Tempat pemakaman nenek moyang bangsa Arab.



Kini, pemakaman Ma'la termasuk pemakaman umum yang sangat terkenal. Pemakaman tertua itu (berusia lebih dari 1.700 tahun), terletak di utara Masjidilharam, tepatnya di daerah Alhuju, Sulaimaniyah, Kota Mekah. Terbentang menghadap ke Jabal Assayyidiyah (bukit Siti Khadijah).

Pemakaman Ma'la menjadi istimewa karena di sana ada makam istri Nabi Muhammad saw, Siti Khadijah. Letak makamnya di kaki bukit dan menghadap kiblat ke arah Masjidilharam. Dulu makam tersebut diberi tanda kubah besar sehingga memudahkan para peziarah. Namun kini, kubah  itu sudah dibongkar. Selain Siti Khadijah, sejumlah ulama terkenal juga dimakamkan di sana.

Keistimewaan pemakaman Ma'la, seperti disebutkan di dalam hadis dari Abdullah bin Mas'ud ra, Rasulullah saw bersabda ,"Allah membangkitkan dari tempat ini (pemakaman Ma'la) dan seluruh tanah Harram 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab atau tanpa perhitungan dosa. Setiap orang dapat membawa 70.000 orang. Wajah mereka cerah dan bersinar bagaikan bulan purnama."

Ma'la diambil dari nama kawasan di Kota Mekah. Sejak zaman dulu, tempat itu sudah menjadi tempat pemakaman nenek moyang bangsa Arab yang bermukim di Kota Mekah. 

Pemakaman Ma'la awalnya digunakan untuk keluarga besar Bani Hasyim, keluarga Rasulullah saw, tetapi kemudian dijadikan pemakaman umum. Orang pertama yang dimakamkan di sana adalah Qushay bin Kilab (kakek bangsa Quraisy), diikuti oleh kakek, paman, dan para sahabat Nabi saw.

Saat musim haji, tidak sedikit jemaah yang menyempatkan diri berziarah ke pemakaman Ma'la. Kebanyakan jemaah yang berziarah adalah para wanita untuk mengenang keteladanan Siti Khadijah. Banyak juga jemaah haji asal Indonesia yang dimakamkan di Ma'la. Pada beberapa makam, satu makam digunakan secara bergantian.