Monday, October 1, 2012

Pulau Weh Nan Menawan

Ekosistem Pulau Weh Sangat Terkenal


Titik KM 0 di Pulau Weh diresmikan pada tahun 1997 oleh Wakil Presiden H Try Soetrisno. Titik yang secara resmi dianggap sebagai ujung paling barat wilayah Indonesia, letak geografisnya pada 5 derajat 54 menit 21,42 detik Lintang Utara (LU) dan 95 derajat 13 menit 00,50 detik Bujur Timur (BT). Namun, jika merujuk kitab "Tepian Tanah air" (2009) yang berupa hasil pendataan pulau-pulau terdepan oleh komunitas Garis Depan Nusantara, terbukti bahwa pulau terbarat adalah Pulau Rondo yang tidak jauh dari pulau Weh. 

Pulau Weh termasuk wilayah Nangroe Aceh Darussalam, dapat dicapai dengan kapal motor cepat atau roro (ferry) dari Pelabuhan Ulee Lheu di Kota Banda Aceh hingga Pelabuhan Balohan. Hanya diperlukan waktu antara 45 menit - 60 menit menggunakan motor cepat, dan 2 -2,5 jam menggunakan kapal roro.

Dengan lama perjalanan 5 menit Dari Balohan, kita akan sampai di Danau Aneuklaot. Danau indah yang masih dikelilingi hutan perawan, berbatas tipis dan nyaris menempel dengan Teluk Sabang dan keluasan Laut Andaman. Meski berdekatan dengan laut, air danau tidak terpengaruh menjadi asin melainkan tawar. Danau ini menjadi pemenuh kebutuhan air bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Pulau Weh.

Dari Pelabuhan Balohan, wisatawan bisa menyusuri pantai barat yang berujung di pertemuan Sukakarya dan daerah Keuneukai di Selatan. Namun, wisatawan pada umumnya memilih jalan utara menuju ke tempat monumen KM 0 di Ujung Bau. 

Pulau Weh terkenal dengan ekosistemnya karena pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 KM persegi dari tepi pulau ke dalam atau pun ke luar sebagai suaka alam. Kemanapun arah yang ditempuh di Pulau Weh, di sepanjang perjalanan akan ditemukan indahnya gabungan alam berbukit-bukit serta hutan asli dengan bentangan pantai pasir putih. 

Jika menempuh jalan utara, wisatawan akan tiba di wilayah Murung Ujung. Wilayah ini banyak dihuni kera berekor panjang. Mereka tidak hanya diam dan bergelantungan di pohon, namun juga turun ke jalan.

Keluar Murung Ujung, beberapa menit perjalanan akan membawa ke persimpangan, ke kiri ke Ujung Bau dan ke kanan ke daerah wisata Pantai Iboih. Jika hari belum terlalu sore sebaiknya singgah di Iboih baru kemudian melihat matahari tenggelam di Ujung Bau. Di Iboih, terdapat wisata menyelam atau berperahu mengelilingi pulau atau juga wisata penjelajahan hutan.


2 comments:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.