Friday, November 16, 2012

Bisnis Sesuai dengan Hobi

Hobi apapun dapat ditekuni untuk pengisi waktu di hari tua.



Hobi adalah anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia agar hidupnya terasa indah dan menyenangkan. Apapun hobi tersebut, dapat ditekuni untuk pengisi waktu yang menyenangkan di hari tua. 

Sekarang setelah memasuki masa pensiun, cobalah merenungkan siapa tahu ada hobi atau bakat terpendam yang bisa menjadi tambang emas. Namun, sebelum memanfaatkan hobi sebagai bisnis, kita harus dapat menilai dan memilahnya dalam berbagai sisi, yaitu, biaya, risiko, peralatan, waktu dan persiapannya, serta hobi itu sendiri.

1. Biaya
  • Murah : mendengarkan musik, membaca buku, menulis.
  • Mahal : membeli lukisan dan benda-benda antik, pesiar.

2. Risiko
  • Risiko tinggi : bertualang, terjun payung, panjat tebing.
  • Risiko rendah : sepak bola, jogging.

3. Peralatan
  • Peralatan lengkap dan mahal : menyelam, reli mobil
  • Peralatan sederhana : menulis, melukis

4. Waktu dan persiapan
  • Tidak perlu waktu khusus : mencipta lagu, membuat puisi
  • Perlu waktu khusus : memancing, berselancar, dan berburu.

5. Aneka hobi 
  • Petualangan : mendaki gunung, memancing di laut, reli mobil.
  • Olahraga : balap mobil, bela diri, menyelam, sepeda gunung, panjat tebing, terjun payung dan berselancar.
  • Seni : akting, menyanyi, menari, mencipta lagu.
  • Keterampilan : menulis, melukis, memasak, memahat.
  • Traveling : mengunjungi belahan dunia lain dan mencicipi makanannya.
  • Kolektor : lukisan, mobil tua, sepeda motor tua.
  • Flora fauna : memelihara binatang, tanaman hias, dan lain-lain.

Bakat dan hobi sering berkaitan erat. Seperti pemain bola atau petenis, selain hobi sering orang yang bersangkutan memang berbakat sehingga bisa menjadi pemain dunia. Namun, tidak semua orang yang hobi melukis harus seperti Affandi yang menjadi pelukis kenamaan karena bakatnya, bahkan ada orang yang hobi dan bakatnya terpendam sampai dewasa.

Beberapa tokoh yang sukses karena mengembangkan hobi dan bakatnya di usia yang tidak lagi muda mungkin dapat menjadi inspirasi. Sebut saja Bondan Winarno, orang periklanan dan pernah mengisi Rubrik Kiat di Majalah Tempo, hobinya mencicipi makanan dan minuman di tempat yang dikunjunginya, baik di dalam maupun di luar negeri. Dari kegiatannya mencicipi makanan, dia bisa membuat beberapa masakan popular dari negeri yang pernah dikunjunginya. Bahkan hobinya itu mengantarnya menjadi pembawa acara kuliner di TV.

Nama lain yang juga mungkin menginspirasi, Hendrawan Nadesul, dokter yang hobi menulis sejak mahasiswa, pernah beberapa tahun buka praktek dokter, kemudian memutuskan menggeluti hobi dipadu dengan keahlian sebagai dokter, produktivitasnya kian menggebu dan sudah puluhan buku ditulisnya.


BACA JUGA :
Tiga Pilar Menjaga Kesehatan
Kelebihan dan Kekurangan Bisnis Franchise
Salah Kaprah tentang Tuberkulosis
Bagaimana Menolak Kantong Plastik?
Cara Mudah Membuat Blog dengan Blogger
Dampak Kebijakan Down Payment Terhadap Kredit Sepe...
Mengenal Sisi Buruk Kuning Telur
Waspadai Iklan Obral TKI

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.