Monday, November 12, 2012

Bagaimana Menolak Kantong Plastik?

Sejumlah negara menyatakan perang terhadap penggunaan kantong plastik.


Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun 2012 mencapai 6,4 persen secara tahunan (year on year), yang tentu berdampak pada daya beli masyarakat Indonesia. Artinya, pertumbuhnan ekonomi ini secara tidak langsung mengatakan bahwa masyarakat Indonesia akan menyisihkan sebagian uangnya untuk kepentingan berbelanja di pasar tradisional maupun modern serta berdampak pada produksi sampah terutama sampah tas atau kantong plastik. 

Kantong plastik secara mudah dan gratis didapatkan masyarakat Indonesia saat berbelanja di toko-toko.  Dengan penggunaan rata-rata 2 kantong per hari, penggunaan tas atau kantong plastik di Indonesia mencapai sekitar 100 milyar setiap tahun atau menghabiskan 12 juta barel minyak bumi sebagai bahan dasar pembuatan plastik. 

Kantong plastik terbuat dari High Density Polyethylen (HDPE), yaitu polietilena thermoplastic yang terbuat dari minyak bumi, begitu pun dengan Low Density Polyethylene (LPDE). Dibutuhkan 1,75 kg minyak bumi untuk membuat 1 kg LPDE. Pada tahun 2007 volume produksi HPDE mencapai 30 ton. Adanya regulasi yang ketat untuk pengurangan kantong plastik jelas akan mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak asing.

Pemerintah Cina, menurut NDRC (Komisi Pembangunan dan Reformasi Cina) berhasil menghemat 4,8 juta ton minyak bumi setara dengan 6,8 juta ton batu bara akibat pelarangan penggunaan kantong plastik di negaranya. Pelarangan ini mengakibatkan penurunan konsumsi 800.000 ton plastik sehingga masyarakat Cina saat ini banyak yang mengunakan tas berbahan kain yang dapat di daur ulang.

Kampanye "Bring Your Own Bag" yang digelar di Singapura pada April tahun 2007 telah berhasil menyelamatkan sekitar 100.000 kantong plastik pada hari pertama dan terjualnya 200.000 kantong non plastik yang dapat dipakai berkali-kali. Menurut jaringan supermarket NTUC Fairprice dan Cold Storage, mereka memotong jumlah kantong plastik hingga 60 persen.

Hong Kong mengampanyekan "No Plastic Bag Day" atau hari tanpa kantong plastik sejak 2006 yang diikuti 30 ritel besar dan LSM secara sukarela yang bertujuan mengurangi penggunaan kantong plastik. (China Daily News, 2006).

Sejumlah negara menyatakan perang terhadap penggunaan kantong plastik, seperti Cina mengeluarkan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk mengatasi masalah kantong plastik. Reaksi yang telah disiapkan, pelarangan penggunaan kantong plastik di departemen store. Demikian juga Irlandia dan Denmark yang telah menerapkan pajak kantong plastik pada 2002 dan sekarang telah menurunkan konsumsi penggunaan kantong plastik di negaranya sebanyak 90 persen. Semua kantong plastik yang digunakan di Irlandia adalah biodegradeable.

Amerika Serikat melarang penggunaan kantong plastik dan saat ini memiliki 24 komunitas anti plastik. Afrika Selatan melarang penggunaan kantong plastik pada 2003. Bangladesh melarang penggunaan kantong plastik sejak 2000 lalu, dan Kenya sejak 2007. Eritrea, Rwanda, dan Somalia mulai 2005. Tanzania melarang penggunaan kantong plastik pada 2006 dan Australia Selatan mulai 2009.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.