Saturday, November 3, 2012

Dampak Kebijakan Down Payment Terhadap Kredit Sepeda Motor

Pangsa pasar sepeda motor Indonesia di masa depan masih potensial.



Tahun 2012 menjadi tahun kurang menguntungkan bagi industri otomotif, khususnya sepeda motor. Kenaikan uang pangkal atau DP (Down Payment) kredit sepeda motor yang ditetapkan 20-25 persen oleh Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan tahun ini langsung disikapi Asosiasi Industri Speda Motor Indonesia (AISI) dengan merevisi target penjualan. Dari target awal 8,6 juta unit, dipangkas menjadi 7,1 juta unit atau turun 17,4 persen.

Harus diakui, mayoritas penjualan sepeda motor di Indonesia ialah melalui cicilan. Selama ini, cukup dengan uang muka beberapa ratus ribu rupiah, motor idaman bisa langsung dibawa pulang. Namun, banyak juga terjadi tunggakan cicilan sehingga terjadi kredit macet yang mengakibatkan kendaraan diambil paksa di kemudian hari.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, sepeda motor adalah sarana transportasi yang menawarkan berbagai kemudahan. Selain cepat menembus kemacetan lalu lintas kota, juga efisien dalam hal biaya bahan bakar. Harga jual sepeda motor juga jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan mobil sehingga menempatkan sepeda motor sebagai sarana transfortasi yang produktif, bisa digunakan untuk ke sekolah, ke sawah, atau untuk rekreasi di hari Minggu.

Menurut Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi, Kementerian Industri RI, Budi Darmadi, sepeda motor bukanlah penyebab utama kemacetan , justru kendaraan roda dua menjadi solusi kemacetan. Memang terjadi kemacetan di beberapa kota, namun ada 400-an kota atau kabupaten yang yang perlu sarana transportasi yang produktif. (PR, 2 November 2012).

Pangsa pasar sepeda motor Indonesia di masa depan masih potensial, saat ini kepemilikan sepeda motor masih 5 : 1, artinya dari 5 orang hanya 1 yang memiliki sepeda motor. Industri sepeda motor tahun ini selain tertekan oleh kebijakan DP, juga oleh penurunan harga komoditas unggulan rakyat seperti biji kakau, karet dan kopi yang mempengaruhi daya beli konsumen.

Kontribusi industri sepeda motor untuk perekonomian Indonesia mencapai sekitar RP 128 trilyun, dengan nilai investasi 7 miliar dolar AS yang berpotensi meningkatkan komponen lokal. Industri pembuat sepeda motor dan turunannya sangat banyak, melibatkan mulai dari bengkel sampai tukang tambal ban juga terlibat di dalamnya.  
    

2 comments:

  1. kayaknya penetapan DP 20-25 % belum seluruhnya dpatuhi. di tempatku 500 rb udah bisa bawa pulang motor

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.