Saturday, November 17, 2012

Tips Memilih Partner Bisnis

Carilah partner yang dapat dipercaya.



Kalau mau cepat berjalanlah sendiri, kalau ingin berjalan jauh pergilah bersama-sama. Demikian bunyi pepatah Arab yang mengisyaratkan bahwa bila kita melakukan bisnis seorang diri bisa memperoleh hasil lebih cepat tapi mungkin terbatas, sedangkan dengan bersama-sama hasil yang diperoleh bisa lebih banyak dan dapat dinikmati dalam waktu yang lebih panjang.

Berbisnis adalah upaya agar kita dapat memperoleh hasil lebih banyak dan menikmatinya untuk jangka waktu yang panjang. Berbisnis berarti Anda harus ber-partner. Namun, memilih partner bukanlah pekerjaan gampang. Ibarat mencari pendamping hidup yang akan dijadikan istri atau suami, mungkin itu padanannya. Karena, salah memilih partner, kelangsungan bisnis bisa terganggu. Partner bisa menjadi pondasi yang kokoh dan titik awal sukses perusahaan. Namun, partner juga bisa menjadi titik rapuh dan awal kegagalan.

Bisnis bergerak sangat cepat dan Anda harus dapat mengikutinya. Namun, untuk mencapai prestasi di usia senja lebih sulit sehingga ber-partner dengan anak yang masih muda dan sedang menuju puncak prestasi akan membawa Anda mencapai titik kulminasi kedua atau ketiga. 

Dalam menilai seseorang, melihat rapor atau catatan nilainya adalah hal penting. Bila rapor seorang anak rata-rata nilainya 8-9 dan berasal dari sekolah terkemuka, dapat disimpulkan bahwa ia anak yang cerdas. Namun, prestasi masa lalu bukanlah jaminan ia akan sebaik dan sesukses pada masa yang akan datang.

Sahabat atau teman dekat terkadang lebih dipercaya dari kerabat sendiri. Dengan bergaul setiap hari dalam waktu yang cukup lama, kita yakin bahwa teman dekat dapat dipercaya. Sahabat terkesan lebih mudah diajak ber-partner dalam bisnis daripada mengajak orang lain yang kita belum tahu karakternya. Benarkah demikian? Belum tentu juga. Berikut ini beberapa tips bagaimana memilih partner bisnis untuk Anda.

Pertama, cari tahu dan pahami keunggulannya.
Partner sebaiknya memiliki keunggulan atau kelebihan di bidang tertentu yang berbeda dengan Anda. Bila Anda menguasai masalah produski, carilah partner yang menguasai masalah  marketing. Anda punya ide cemerlang, partner punya modal dan akses ke perbankan. Anda menguasai masalah finansial, partner memiliki networking. Dengan demikian, Anda dan partner dapat saling mengisi dan melengkapi. Keahlian lain yang diperlukan dapat dilakukan dengan rekrutmen tenaga kerja.

Kedua, carilah partner yang dapat dipercaya.
Bisnis adalah kepercayaan. Maka, ber-partner-lah dengan orang yang Anda sudah tahu karakter, kelebihan dan kekurangannya luar dalam, termasuk hal etika dan moral serta nilai-nilai yang Anda anut selama ini. Bila ber-partner dengan  orang yang belum Anda kenal dengan baik, cari tahu tentang yang bersangkutan dari orang-orang yang selama ini banyak berhubungan dengannya. Bila ada referensi dari orang yang Anda percaya, lebih baik.

Ketiga, pahami kepribadiannya.
Kepribadian seseorang juga berpengaruh dalam bekerja  atau dalam hubungan dengan orang lain. Maka, pilih partner yang tipe kepribadiannya cocok dengan Anda.

Keempat, saling melengkapi.
Anda dan partner haruslah saling melengkapi. Bila Anda adalah seseorang dengan kepribadian tertutup (introvert), sebaiknya ber-partner dengan orang yang ekstrovert. Begitupun, bila Ada orang yang gampang mengeluarkan uang tanpa perhitungan (boros), seseorang yang pelit bisa dijadikan partner.  

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.