Tuesday, November 13, 2012

Salah Kaprah tentang Tuberkulosis

Sepertiga penduduk dunia terkena infeksi tuberkulosis.



Tuberkulosis bukanlah kata asing yang memaksa kita membuka kamus untuk mencari artinya, karena kita pernah menemui tetangga atau saudara yang menderita penyakit ini. Tuberkulosis masih menjadi masalah dunia, terutama di negara-negara berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa sekitar sepertiga penduduk dunia terkena infeksi tuberkulosis.

Pada tahun 1992 WHO telah mencanangkan tuberkulosis sebagai Global Emergency. Laporan WHO tahun 2004 menyatakan bahwa terdapat 8,8 juta kasus baru tuberkulosis pada tahun 2002, sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi kuman tuberkulosis dan menurut regional WHO jumlah terbesar kasus ini terjadi di Asia Tenggara yaitu 33% dari seluruh kasus di dunia.

Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TB. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Seratus tahun yang lalu, satu dari lima kematian di Amerika Serikat disebabkan oleh tuberkulosis. (http://id.wikipedia.org/wiki/Tuberkulosis)

Anggapan masyarakat yang keliru tentang tuberkulosis selama ini perlu diluruskan agar mereka dapat dengan dengan bijak menyikapi penyakit Tb atau tuberkulosis. Hal ini penting, agar masyarakat juga dapat turut serta dalam pengentasan tuberkulosis terutama di Indonesia. 

Terdapat lima anggapan salah kaprah mengenai tuberkulosis yang harus diluruskan, diantaranya :

1. Tuberkulosis merupakan penyakit turunan.
Tuberkulosis bukan penyakit yang dapat diturunkan secara genetis layaknya penyakit hipertensi, asma, atau diabetes. Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis melalui perantara udara. Udara dapat tercemar kuman Tb atau tuberkulosis dari percikan-percikan dahak yang dikeluarkan penderita Tb sat bersin, batuk, berbicara , atau berteriak.

2. Tuberkulosis hanya menyerang paru-paru.
Sebagian besar kuman Tb memang mengenai organ paru-paru. Namun, paru-paru bukanlah satu-satunya organ yang diserang. Organ lain yang lebih sering terserang adalah kelenjar getah bening, umumnya pada daerah leher dan risiko penularannya ke orang lain relatif kecil karena tidak di paru-paru, apalagi untuk tuberkulosis yang terjadi di organ dalam seperti tulang, abdomen, ginjal, otak dan sendi. Ciri utama Tb jenis ini adalah timbulnya benjolan yang kerap disertai rasa nyeri. 

3. Tb sama dengan flek atau paru-paru basah
Fleks atau paru-paru basah adalah istilah awam di dalam ilmu medis, tidak merujuk pada kelainan spesifik tertentu. Gambaran ini umumnya tampak dalam pemeriksaan foto toraks (rontgen). Standar nasional atau internasional  penentuan diagnosis Tb bukan berdasarkan pemeriksaan toraks, melainkan dengan pemeriksaan sputum (dahak). Pemeriksaan ini dilakukan tiga kali yang dilakukan dalam dua hari berbeda, dari pemeriksaan ini dapat diketahui adanya kuman Tb negatif atau positif. Pada sedikit kasus, diagnosis Tb tetap dapat ditegakkan berdasarkan hasil foto toraks ditunjang dengan pemeriksaan lainnya yang memunculkan dugaan kuat Tb.

4. Tb tidak dapat diobati
Tb merupakan penyakit yang dapat diobati sampai dengan tuntas. Obat yang harus diminum penderita Tb sudah terstandarisasi secara internasional dan tidak ada perbedaan antara Tb paru dengan ekstraparu. Karena sifat alami kuman M. Tb, pengobatan tuberkulosis membutuhkan waktu selama minimal enam bulan pengobatan untuk tuntas agar kuman Tb benar-benar tertekan sampai kadar yang sangat minimal dan tidak dapat menimbulkan kekambuhan di masa mendatang.

5. Penderita Tb harus dijauhi dan dikucilkan
Karena waktu pengobatan yang relatif lama, maka penderita Tb membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan sekitar, terutama dukungan moral. Agar komunikasi dapat tetap terjalin dengan aman tanpa resiko penularan, penderita Tb sangat dianjurkan memakai masker pelindung wajah ketika berinteraksi dengan  orang lain. Masker atau pelindung perlu digunakan sampai setidaknya dua minggu pengobatan. Setelah dua minggu, biasanya kuman Tb sudah tertekan sampai kadar yang diharapkan tidak menular kepada orang lain.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.