Friday, December 28, 2012

Bahaya Infeksi Menular Seksual dan Pencegahannya

Tanda-tandanya tidak selalu ada di kelamin. 



Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang sebagian besar menular lewat hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular. Hubungan seks ini termasuk hubungan seks lewat liang senggama, lewat mulut (oral) atau lewat dubur (anal). 

Istilah lain untuk IMS adalah penyakit kelamin atau penyakit kotor. Namun, ini hanya menunjuk pada penyakit yang ada di kelamin. 

Istilah Infeksi Menular Seksual lebih luas maknanya, karena menunjuk pada cara penularannya. Tanda-tandanya tidak selalu ada di kelamin. Tanda-tandanya juga ada di alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan bagian tubuh lainnya. Sebagai contoh, HIV/AIDS dan Hepatitis B yang menular lewat hubungan seks, tetapi penyakitnya tidak bisa dilihat dari alat kelaminnya. Artinya, alat kelamin masih tampak sehat meskipun orangnya membawa bibit penyakit ini.

Ada banyak sekali jenis IMS, beberapa diantaranya yang paling penting adalah : GO atau kencing nanah, Klamidia, Herpes Kelamin, Sifilis atau raja singa, Jengger ayam, Hepatitis, dan HIV/AIDS. Sedangkan bahaya IMS adalah membuat kita sakit-sakitan, menyebabkan mandul, bisa merusak penglihatan-otak dan hati, bisa ditularkan pada bayi, bisa menyebabkan kita mudah tertular HIV, dan IMS tertentu seperti HIV dan Hepatitis B dapat menyebabkan kematian.

Cara mencegah IMS pada orang dewasa terutama adalah dengan tidak membiarkan darah atau cairan kelamin orang lain masuk ke dalam tubuh kita. Pencegahan Penularan lewat seks dapat mengikuti langkah ABC seperti berikut :

Absen dari seks, atau tidak berhubungan seks sama sekali sehingga tidak ada cairan kelamin yang masuk ke dalam tubuh. Ini sama dengan Pantang Seks atau Puasa Seks saat jauh dari pasangan.

Berlaku saling setia, atau berhubungan hanya dengan seseorang yang dapat dipastikan yang hanya berhubungan dengan kita saja kalau sudah menikah atau kita tidak bisa berpantang seks.

Cegah infeksi dengan menggunakan kondom sewaktu berhubungan seks. Bila kita tidak dapat memastikan kesetiaan pasangan kita, atau tidak tahu apakah ia pernah menerima transfusi darah, tato, suntikan dengan jarum tidak steril, gunakan kondom. Juga bila kita tidak bisa setia kepada pasangan kita. Gunakan kondom untuk hubungan seksual baik lewat liang senggama, lewat mulut maupun lewat dubur.

Selain pencegahan dengan langkah ABC, ada pencegahan dengan cara seperti mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS ke dalam tubuh kita, berhati-hati waktu menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar, dan mencegah pemakaian alat-alat tembus kulit yang tidak suci hama atau tidak steril. Misalnya jarum suntik, alat tao, alat tindik dan sejenisnya yang bekas dipakai orang lain. Jarum suntik yang baru biasanya masih dalam plastik dan dibuka di hadapan kita.

Kita bisa terkena IMS kapan pun melalui hubungan seks yang tidak aman. Yang dimaksud tidak aman adalah hubungan seks lewat liang senggama tanpa kondom (zakar masuk ke vagina atau liang senggama), hubungan seks lewat dubur (zakar masuk ke dubur), seks oral (zakar dimasukkan ke mulut tanpa zakar ditutupi kondom).

Selama ini ada anggapan keliru tentang penularan IMS di masyarakat umum. Tidak benar kalau IMS ditularkan lewat cara : duduk di samping orang yang terkena IMS, menggunakan WC Umum, Bekerja terlalu keras, menggunakan kolam renang umum, memegang gagang pintu, dan salaman dengan penderita IMS.

Semoga tulisan ini membuat kita waspada dan bijaksana dalam menjalani hidup. Tahun Baru 2013 sudah diambang pintu, sambutlah dengan suka cita dan bermartabat. Selamat Tahun Baru 2013.

BACA JUGA :
Rahasia Awet Muda Dengan Buah Manggis
Ada Siapa di Balik Kasus Hambalang?
Perbedaan LCD dan TFT
Pola Transportasi di Jakarta
Meraih Sukses dengan Senam Otak Sederhana
Tiga Kelompok Usia Lanjut

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.