Wednesday, December 5, 2012

Kasus Century Akan Jadi Beban Sejarah?

Kasus Century yang bercampur aduk antara hukum, politik dan ekonomi.


Kata orang bijak, pemimpin adalah pemberi harapan. Dengan demikian, rakyat akan bergairah dan memiliki optimisme menyongsong kehidupan masa depannya. Sehingga tanpa disuruh dan dibayar, rakyat akan tegak bersatu, berdiri di belakang pemimpinnya untuk tunduk patuh, bergerak mengikuti perintah dan komandonya.

Harapan dan optimisme senantiasa ditebarkan oleh Bung Karno sebagai Presiden RI. Dengan penuh retorika Bung Karno mampu menggelorakan semangat bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari penjajah Belanda dan menanamkan semangat membangun tanpa pamrih. Kenapa harus merdeka dan untuk apa bergotong royong membangun negara?

Harapan besar yang diberikan Bung Karno bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas untuk menuju Indonesia maju, masyarakat yang sejahtera, dan bebas menentukan nasibnya sendiri, "berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya."

Harapan bangsa Indonesia menjadi bangsa maju, sejahtera, dan mampu berperan dalam menciptakan perdamaian dunia ditebar oleh Pak Harto, Presiden kedua RI. Harapan itu ditempuh melalui konsep pembangunan nasional yang bertahap dan berkesinambungan, dengan akselerasi 25 tahun, dimulai Pelita I sampai dengan Pelita V untuk menuju lepas landas. 

Harapan besar bagi bangsa Indonesia untuk membangun demokrasi yang lebih bermartabat, terbebaskannya dari masyarakat yang tersekat-sekat etnis, suku, dan agama, sehingga tidak ada dikotomi minoritas-mayoritas, sebagai implementasi bangsa yang plural ditebar oleh KH Abdurahman Wahid sebagai Presiden keempat. 

Seluruh Presiden kita demikian visioner dan penuh harapan, namun juga hampir seluruhnya memiliki beban sejarah yang seringkali diungkit-ungkit di masa pemerintahan berikutnya. Meski Presiden Soekarno sudah diberikan gelar Pahlawan Nasional, namun masih ada saja yang mengaitkannya dengan kasus G 30 S/PKI. Kemudian, mantan Presiden Soeharto pun masih tetap terganjal banyak persoalan korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) serta kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang belum tuntas dan diungkit hingga sekarang, seperti kasus penembakan mahasiswa Tri Sakti.

Gus Dur diturunkan karena persoalan politik. Namun, hingga kini persoalan Brunai Gate dan Bulog Gate di era Gus Dur tidak pernah diselesaikan secara tuntas. Di era Habibie, kasus penembakan mahasiswa di Semanggi pun selalu diungkit dan diperingati segelintir orang. Kasus aktivis HAM Munir yang meninggal karena diracun pun belum tuntas.

Kasus Century yang bercampur aduk antara hukum, politik dan ekonomi jika diselesaikan secara hukum akan menyeret siapapun yang terlibat, termasuk Yudhoyono dan Boediono. Jika kasus Century tidak tuntas hingga berakhirnya kepemimpinan keduanya pada 20 Oktober 2014, maka kasus Century akan tetap menjadi beban sejarah yang harus terus menerus dipikul oleh pemimpin mendatang.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.