Thursday, December 6, 2012

Pentingnya Kompetensi Pedagogis

Tanpa memahami pedagogi, guru akan kering



Kompetensi pedagogis yaitu kemampuan dalam ilmu pendidikan untuk membimbing dan mengembangkan peserta didik ke arah kedewasaan. Secara terminologis istilah pedagogi dapat dimaknai sebagai upaya guru dalam mengelola kelas pembelajarannya dengan cara membantu siswa mempelajari materi pembelajarannya.

Kompetensi pedagogi dalam proses pendidikan sangat penting, mencapai 31 persen dari keseluruhan proses pendidikan, yang juga meliputi pemahaman pengembangan bahan ajar (33 persen), kebergantungan pada ilmu pengetahuan (30 persen) dan hal-hal atau tujuan lain (6 persen).

Pemahaman guru atas ilmu mendidik (pedagogi) merupakan bagian dari pengembangan profesionalisme. Guru yang tidak tahu atau kurang memahami ilmu mendidik akan memberlakukan peserta didik sebagai objek pendidikan, bukan sebagai subjek pendidikan, yang semestinya ditumbuh kembangkan potensi, minat, bakat dan kemampuannya. Tanpa memahami pedagogi, guru akan kering dalam mengembangkan materi pembelajaran.

Kompetensi pedagogis merupakan keniscayaan yang harus dimiliki para guru atau pendidik manakala para guru menghendaki peserta didiknya menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, seperti tertuang dalam tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

Kompetensi pedagogi dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), kompetensi pedagogi mencakup :
  1. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
  2. Pemahaman terhadap peserta didik
  3. Pemahaman kurikulum atau silabus
  4. Perancangan pembelajaran
  5. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
  6. Pemanfaatan tekonolgi pembelajaran
  7. Evaluasi hasil belajar
  8. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.


Hasil dari proses pendidikan yang hakiki bermuara pada tujuan terwujudnya manusia paripurna (insan kamil) yang secara nyata berkontribusi bagi pembangunan manusia dan bangsa dan peradaban manusia. Pendidikan yang berhasil akan mampu membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, bermoral, dan berkepribadian. 

Peningkatan kualitas pendidikan tentu saja harus sejalan dengan peningkatan kualitas guru. Upaya peningkatan kualitas pendidikan tanpa memperhitungkan guru secara nyata hanyalah fatamorgana. Kehadiran guru yang profesional dalam proses pendidikan menjadi harga mati.

Guru yang profesional yaitu orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai guru secara maksimal serta memiliki kompetensi   pedagogi. Pendidikan tidak sekedar transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), namun pemindahan rasa dan hati. Menurut istilah Ki Hajar Dewantara, "Sistem Among", yaitu metode pengajaran dan pendidikan yang berdasarkan pasa asih, asah dan asuh (care and dedication based on love). 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.