Sunday, December 2, 2012

Bara Perpecahan di Negara Palestina

Perjuangan rakyat Palestina tidak pernah surut.


Kini mayoritas anggota PBB akhirnya menyatakan pengakuan terhadap Palestina sebagai bangsa dan negara. Dari 188 anggota yang menyatakan suaranya, Palestina mendapat dukungan 138 suara, 41 suara menolak, dan 9 suara abstain. Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam sambutannya menekankan, kini PBB tinggal mengeluarkan sertifikat Palestina sebagai negara. 

Perjuangan diplomatik bangsa Palestina atas nasibnya sendiri telah menempuh waktu yang sangat panjang. Bangsa Palestina kehilangan kedaulatan dan terus tertindas ketika negara-negara barat, terutama yang dirintis oleh Inggris, menciptakan sebuah negara bangsa Yahudi bernama Israel yang mengambil lahan di Palestina. Terlebih setelah Israel selama enam hari meluaskan wilayah kekuasaannya di tahun 1967.

Serangan balasan Mesir dan Suriah enam tahun kemudian dengan alasan mengambil kembali wilayah yang dirampas Israel, berakhir di Camp David dalam bentuk perundingan Israel-Mesir yang diprakarsai AS. Kesepakatan tersebut mengembalikan Sinai ke tangan Mesir, namun tidak termasuk Dataran Tinggi Golan dan Yerusalem. Kemudian, kesepakatan itu pula yang melahirkan pengakuan diplomatik mesir terhadap Israel.

Palestina dan beberapa pendukungnya merasa dikhianati oleh Presiden Anwar Sadat yang meninggalkan para sekutu perjuangannya melawan Israel. AS dan sekutunya berusaha menjauhkan Mesir dari perjuangan rakyat Palestina. Anwar Sadat bersedia mengakui Israel atas pertimbangan dalam negerinya yang payah, sehingga atas pengakuannya itu Mesir memperoleh bantuan ekonomi yang sangat besar dari pihak AS dan sekutunya.

Perjuangan rakyat Palestina tidak pernah surut karena adanya hubungan diplomatik antara Kairo dan Tel Aviv. Bahkan, langkah diplomatik Anwar Sadat kemudian harus ditebus oleh nyawanya sendiri ketika ia ditembak saat menghadiri parade militer tahun 1981. Sementara di pihak lain, Israel terus berusaha menumpas semangat perjuangan rakyat Palestina termasuk memburu Yaser Arafat sampai akhirnya meninggal tahun 2004.

Meski Palestina mendapat pengakuan internasional, namun pengakuan itu belum tentu akan menyurutkan tindakan brutal Israel terhadap bangsa Palestina. Terutama dengan dukungan AS dan Inggris, Tel Aviv tentu masih merasa kuat. Sementara di pihak internal Palestina sendiri masih terdapat bara perpecahan yang sulit dipadamkan, terutama pertentangan dengan Hamas. 

3 comments:

  1. lah... masih mau baca udah abezz...

    ReplyDelete
  2. @Peter, terimakasih sudah singgah.... silakan baca yang lain semoga berkenan.

    ReplyDelete
  3. sepertinya masalahnya tidak akan berhenti

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.