Saturday, December 22, 2012

Tiga Kelompok Usia Lanjut

Pertanyaanya, kita masuk kelompok mana?



Akhir bekerja dan berkarir yang ditempuh selama puluhan tahun adalah pensiun. Pensiun sebagai masa menikmati hari tua bersama pasangan yang selama ini mendampingi. Anak-anak sudah selesai sekolah, sudah bekerja dan hidup mandiri. 

Pensiunan selain memiliki dana pensiun, idealnya pasti punya sejumlah aset berupa rumah, villa, kebun, kendaraan bermotor, tabungan, deposito (rupiah atau dolar), dan apapun yang pantas dimiliki. Aset yang telah dimiliki terus meningkat nilainya, sementara anak dan menantu tanpa diminta rajin mentransfer uang. 

Siapa yang tidak ingin berada dalam kondisi "Kecil dimanja-manja, muda foya-foya, dewasa bersuka ria, tua kaya raya, mati masuk surga?", tulis Surasono I. Soebari dalam bukunya Pensiun Preneur.

Sayangnya tidak semua dari kita mendapat berkah kehidupan seperti itu. Jumlah orang yang masih belum beruntung jauh lebih banyak dari yang mendapat berkah hidup berkecukupan. Pertanyaanya, kita masuk kelompok mana?

Terdapat tiga kelompok pensiunan atau usia lanjut bila ditinjau dari kondisi finansial, yaitu mapan, setengah mapan dan kurang mapan. Seperti apa sosok pensiunan atau usia lanjut usia di kelompok itu?

Kelompok mapan 

Bila Anda dan keluarga dapat menikmati hasil kerja puluhan tahun dalam kondisi lebih dari cukup, Anda harus bersyukur. Hidup makmur dengan sejumlah aset dan investasi yang terus berkembang tentu sangat membahagiakan. Kebahagiaan semakin lengkap dengan ditunjang oleh anak-anak yang sudah berkeluarga dan hidup mandiri. Inilah saatnya memperbanyak amal, bersyukur dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Kelompok setengah mapan

Dalam kondisi setengah mapan pun, Anda tetap harus bersyukur, meski tidak seperti orang lain yang bisa jalan-jalan ke luar negeri, pergi haji, umroh, atau melakukan ziarah spiritual. Hal terpenting, Anda dan keluarga berada dalam kondisi sehat. Meski anak-anak belum 100 persen mandiri, setidaknya gambaran masa depan mereka untuk kelanjutan studi dan karir tidak mengkhawatirkan. Masih banyak orang-orang yang jauh di bawah Anda, dengan melihat mereka Anda akan lebih bersyukur dalam kondisi sekarang.

Kelompok kurang mapan

Uang dan kekayaan bukan segalanya dan selama ini Anda sudah terbiasa hidup sederhana. Jadi, tidak ada yang perlu dipersalahkan bila di masa senja Anda bertahan hidup sederhana. Kebahagiaan hakiki sesungguhnya menjalani hidup lurus, tidak macam-macam dan tidak menyusahkan orang lain, itulah alasan  yang membuat Anda tetap harus beryukur. Masih banyak waktu untuk memperbaiki keadaan.

BACA JUGA :
Cara Menelepon di BBM
Reformasi Aturan Pensiun PNS
Plus Minus Kartu Kredit
Bagaimana Memahami Aturan Korupsi?
Misteri Seputar Peringkat Korupsi Indonesia
Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja di Akhir 2012?

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.