Thursday, May 31, 2012

Rumor Seputar Pemberian Grasi Corby

Suara Rumput Berdesau Lembut Di Tiup Angin


Kontroversi terkait diberikannya grasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Schapelle Leigh Corby mencuatkan rumor yang terus menggelinding seperti bola salju. Bola salju rumor ini tentu hanya bisa dihentikan dengan alasan yang jelas tentang latar belakang pemberian grasi bagi terpidana asal Australia ini oleh presiden.

Memberikan grasi 5 tahun kepada Corby memang merupakan hak Presiden. Seperti juga terjadi dimana-mana seorang Presiden memiliki hak memberi grasi. Pertanyaannya, haruskah seorang Presiden memberikan alasan pemberian grasi itu kepada rakyatnya?

"Namun yang disayangkan, Presiden SBY belum memberitahukan apa pertimbangannya memberikan grasi kepada Corby. Walaupun itu memang merupakan hak prerogatif Presiden," kata Jusuf Kalla di Jakarta (27/5). 

Kalla mengakui, pemberian grasi kepada Corby juga menuai banyak kotroversi. Namun banyak pula yang memaklumi, atas pemberian grasi dari Presiden SBY kepada Corby, (PR, 28 Mei 2012).

Muncul rumor bahwa grasi kepada Corby merupakan salah satu bentuk diplomasi RI agar Australia mau bekerja sama mendukung Indonesia soal isu Papua, dengan maksud Australia tidak lagi ikut campur atas masalah di Papua. 

Tubagus Hasanuddin, Wakil Komisi I DPR berpendapat rumor tersebut merupakan pendapat yang ngawur dan tidak dapat dibenarkan karena tiga alasan seperti berikut:

PERTAMA
Integrasi Papua dalam wilayah NKRI sudah final dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Tidak bisa di-bargain (tawar-menawar) dengan apapun. Apalagi cuma ditukar dengan seorang 'ratu nasrkoba'.

KEDUA
Pencetus wacana itu tidak memahami politik luar negeri.
Pemahaman dangkal itu sangat merugikan politik luar negeri kita, seolah-olah kita siap membuka upaya tawa-menawar soal Papua dengan dunia internasional.

KETIGA
Tidak ada payung hukum pertukaran narapidana.
Tak ada aturannya menukar seorang penjahat dengan wilayah kedaulatan sebuah negara. 

Pernyataan Tubagus Hasanuddin tersebut untuk menanggapi pernyataan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Amir Syamsuddin yang mengatakan, pemberian grasi kepada Corby murni upaya diplomasi.

Dengan upaya diplomasi bersifat politis yang dilakukan ini, Amir mengatakan, banyak warga negara Indonesia yang seharusnya memperoleh hukuman berat di Malaysia dan Saudi Arabia, justru mendapat pengampunan dan keringanan hukuman dari negara setempat.

Namun, Amir membantah tudingan bahwa kebijakan grasi ini merupakan barter dengan Australia, (VIVAnews.com).

Apapun yang terjadi, terjadilah. Grasi sudah diberikan dan tidak mungkin ditarik lagi. Sekarang mari kita berharap ada keberanian Presiden SBY untuk menjelaskan alasan grasi ini kepada rakyatnya tanpa ragu-ragu.

Wednesday, May 30, 2012

Dari Ken Dedes Ke Lady Gaga dan SBY

Anekaria Facebooker Indonesia


Kali ini saya dibuat tersenyum tiada henti setiap membaca status Facebook atau komentar photo-photo. Facebook memang mampu menghadirkan potret parodi kekinian secara jurnalistik nan unik. Facebooker meng-update statusnya dari waktu ke waktu dengan kreatif seiring perkembangan jaman.

Berikut ini aneka sajian yang unik dan menarik dari rekam jejak kiriman teman-teman Facebooker ke kronologi Saya atau ke beberapa grup Kami. Yakinlah bahwa ini layak diapresiasi!

Prajna Parameshwarie di Grup Komunitas Sastra Sukabumi menulis:

Kerajaan Singosari yang terkenal dengan Ken Arok dan Ken Dedes-nya. yang mengilhami dan memunculkan cita-cita penyatuan Nusantara oleh Kertanegara, yang membenihkan mozaik besar berupa Majapahit yang kita bangga-banggakan hingga kini, dan berkembang menjadi Indonesia,  hanya berusia 70 tahun dengan rotasi pergantian hingga 5 raja. 70 tahun, seumuran manusia.

Bagaimana dengan Indonesia? Negeri kita tercinta? Lembaga negara yang mengayomi wilayah dimana kita lahir, menginjakkan kaki, bernafas, lalu mati? Apakah akan mampu bertahan hingga berabad-abad? Sedangkan kita bisa jumpai negeri ini porak poranda....

Kemudian Johanes Windarso menandai Saya di sebuah photo Lady Gaga:

SINGAPURA : "ALHAMDULILLAH LADY GAGA DI INDONESIA BATAL....."

Demikian kira-kira bunyi ucapan syukur para pebisnis Singapura. Negeri tetangga ini memang sangat piawai menampung "muntahan rezeki" dari negeri besar tetangganya : Indonesia. Singapura adalah pihak yang paling diuntungkan dengan batalnya konser Lady Gaga di Jakarta, Indonesia. Betapa tidak? Tak sedikit orang Indonesia yang akan berbondong-bondong ke Singapura untuk nonton konser Lady Gaga. Selain pihak penyelenggara konser, tak pelak lagi pihak airline, hotel dan obyek-obyek belanja di Singapura dipastikan akan ikut menikmati kedatangan turis dadakan ini.

Karena di Indonesia konser Lady Gaga diributkan melulu, banyak selebriti Indonesia diam-diam memborong tiket konser Lady Gaga di Singapura. Singkat kata, pertarungan antara FPI vs Lady Gaga yang demikian seru itu, akhirnya malah dimenangkan oleh Singapura, yaitu mendapat jatah limpahan penonton dari Indonesia yang jumlahnya bisa melebihi penonton dari Singapura sendiri. Indonesia boleh gigit jari dan tudingan sebagai negeri surganya perusuh yang mentolelir anarki semakin menguat di mata dunia... Apa boleh buat....

> Demikianlah citra Indonesia sebagai negeri bersahabat, murah senyum dan menjunjung tinggi azas Bhineka Tunggal Ika mendapat ujian yang lumayan berat....
> Akankah kita bisa membuktikan bahwa kita bisa lulus ?! Walahu'alam...

Noerhidayati Zingdue Kazoot  di INDONESIAN AMATEUR PHOTOGRAPHER mengirim ulang photo Presiden SBY yang sangat menggelitik dan kritis sebagai kontrol sosial.

Selamat bagi yang lulus SMA/SMK/MA
……………………………………….
Sebelum kepalamu pening mencari kerja,
atau sebelum ayahmu menjual sawah sambil menahan nafas,
dan ibumu menjual anting mas kawin pemberian ayahmu dulu,
untuk biayamu melanjutkan kuliah.
saya sarankan :

Pergilah kamu & bapakmu ke kantor pajak.
Temui pegawai pajak yang tiap bulan merampas uang hasil keringat bapakmu,
Untuk nafkah mulai dari presiden sampai pejabat yang kroco-kroco itu,
tanyakan padanya :
Sudahkah pemerintah yang digaji bapakmu itu, menyediakan lapangan kerja untukmu?
Sudahkan pemerintah yang ‘mbadok’ duit bapakmu itu, menyediakan pendidikan tinggi yang murah untukmu?

Jika pegawai pajak ngga’ menjawabmu, diam seperti kecoak yang terinjak,
Ciumlah kening bapakmu,
Ciumlah tanah di bawah kakimu,
Ucapkanlah :

“Aku bangga dilahirkan di Indonesia” 


Tuesday, May 29, 2012

Reformasi Kemana Engkau Pergi?

Kipas-kipas Cari Angin Surga


Tuntutan agenda awal reformasi yang digaungkan mahasiswa 1998, diantaranya Turunkan Harga, Mengadili Soeharto dan Antek-anteknya, Menangkap dan Mengadili Pelaku Pelanggaran HAM, Memberantas Korupsi-Kolusi-Nepotisme, Mencabut Dwipungsi ABRI, dan Pembatasan Masa Jabatan Presiden ternyata tidak mampu merubah banyak wajah Indonesia.

Ketika itu reformasi digagas pada titik nadir kritis total nasional, semua menganggap republik tercinta ini dapat diperbaiki dengan melakukan reformasi total. Kemudian 14 tahun berlalu, para aktivis masih tetap melihat kita jalan di tempat dan menyatakan republik ini semakin terpuruk bahkan mengarah pada situasi kritis seperti pada 14 tahun lalu.

Timbul pertanyaan sederhana, apa yang salah dengan reformasi yang pernah digaungkan karena gandrung perubahan bahkan dengan menelan korban nyawa? 

Kini keran kebebasan memang mengucur deras. Pemilihan umum telah dilaksanakan secara langsung mulai dari lurah, kepala daerah, sampai presiden. Tidak ada pengekangan politik juga politik peleburan partai politik yang hanya memberikan keistimewaan pada partai yang anggotanya berisi penyelengara pemerintah. 

Secara prosedural reformasi memberikan demokrasi yang didambakan namun tidak dengan menghadirkan kesejahteraan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan rakyat. Masih terlalu jauh gap antara kelompok elite yang bergelimang kekayaan berlimpah dengan sejumlah mayoritas bangsa ini yang mesti berjuang meregang nyawa hanya untuk sesuap nasi.

Pengamat politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Indria Samego menilai bahwa kegagalan agenda reformasi baik dalam bidang politik, hukum maupun ekonomi lebih disebabkan gagalnya partai politik (parpol) dalam menciptakan kualitas kader yang nantinya duduk di eksekutif maupun legislatif. Parpol sejauh ini hanya dijadikan alat untuk mendapatkan kekuasaan tanpa mempertahankan ideologi.

Parpol didirikan bukan karena perjuangan, tetapi untuk memperoleh kekuasaan. Parpol hanya batu loncatan untuk jadi anggota DPR, menteri dan presiden. Hal itu dilakukan karena orang lebih melihat pada kekuasaan, alih-alih berkhidmat demi pengabdian kepada publik. 

Akibatnya yang kita rasakan selama ini, korupsi tetap menggurita seolah dilakukan secara  sistematis dan terlembaga kalau tidak boleh dibilang "berjamaah". Kolusi dan nepotisme bukan lagi praktik haram karena dilakukan terang-terangan dalam sirkulasi kepemimpinan politik atas nama demokrasi secara prosedural.

Referensi : Tajuk Rencana PR, 22 Mei 2012

Monday, May 28, 2012

Bagaimana Mengubah Kebiasaan Buruk?

Alah Bisa Karena Biasa


Kebiasaan adalah sesuatu yang seringkali kita lakukan. Semakin banyak hal tersebut dilakukan maka akan semakin terbiasa bahkan juga juga berarti semakin sulit meninggalkannya.

Celakanya tidak semua kebiasaan itu baik, walau juga tidak dapat disebut buruk. Seperti kebiasaan yang sering dilakukan para pelajar kita setiap malam selepas magrib dengan duduk di depan komputer hanya untuk main game, meng-update status di Facebook dan membuat timeline di Twitter. Atau kebiasaan lain seperti menggenggam HP, SMS-an dan telefonan dengan pacar.

Mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut tadi menjadi kebiasaan yang lebih bermanfaat seperti mengulang pelajaran sekolah yang menjadi tugas utama pelajar tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Kendatipun demikian setiap orang harus berusaha secara sadar merubah kecenderungan-kecenderungan yang sudah menjadi kebiasaan pelajar Indonesia tersebut.

Ada hal yang lebih penting untuk dilakukan daripada sekedar meng-update status di Facebook, membuat timeline di Twitter atau SMS-an dengan pacar. Luangkan setengah waktu kegiatan itu untuk hal-hal yang lebih positif seperti mengulang kembali pelajaran sekolah dan mempersiapkan diri untuk pelajaran esok hari.

Dengan meluangkan waktu untuk belajar sama dengan mengejar selangkah ketertinggalan dari negara-negara dan bangsa-bangsa lain yang lebih maju. Hal sederhana yang dapat dilakukan misalnya membuka kamus dan menghapal tiga sampai 5 kata perhari bahasa asing, suatu saat kita dapat menguasai dunia.

Kunci keberhasilan untuk mengubah kebiasaan yang tadinya biasa-biasa saja menjadi hal luar biasa adalah berani mencoba. Cobalah sekalipun berat untuk dilakukan! 

Sunday, May 27, 2012

Belajar Penerimaan Siswa Baru OnLine dari Yogya

Pendidikan Untuk Semua


Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau saya akan menginjakkan kaki di Yogyakarta lagi setelah singgah di kota ini karena terbawa rombongan studi banding Pramuka ke Bali tahun 2000 lalu. Kali ini pun saya ke Yogyakata karena sebuah studi banding soal penyelenggaraan PSB OnLine di Yogya, jadi sengaja datang ke kota ini dan bukan sekedar mampir seperti saat itu.  

Sebenarnya posisi saya hanya mewakili Kepala Sekolah yang berhalangan hadir, alasan penunjukan saya bahwa saya yang harus berangkat karena saya dipandang tidak asing dengan komputer dan dunia maya. Padahal seminggu sebelumnya saya juga baru pulang dari Bandung untuk urusan komputer dan multi media pendidikan. 

Ternyata keterampilan yang dipelajari secara autodidak ini sedemikian besarnya diapresiasi oleh pimpinan, sehingga setiap ada pelatihan yang membutuhkan latar belakang komputer atau dunia maya saya diberi kesempatan belajar. Melalui media ini saya ingin sampaikan ucapan terimakasih kepada Kepala SDN Gunungpuyuh CBM Sukabumi, Hj Neni Mulyaningsih, M.MPd. 

Kembali ke PSB OnLine, Sukabumi pada tahun 2012 akan mencoba merintis Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara OnLine bagi siswa yang akan melanjutkan sekolah ke SMP atau SMA. Dengan PPDB OnLine diharapkan berkurangnya kerumunan di sekolah pada setiap awal tahun ajaran.

Wakil Walikota, DR Mulyono, MM  pada kata pengantar studi banding di Kantor Dinas Pendidikan Yogyakarta,  Kamis 24 Mei 2012, mengemukakan adanya tiga lintasan kritis di dunia pendidikan yang selalu harus dilalui tanpa riak dan gejolak.  Lintasan kritis itu berupa Ujian Nasional (UN), Pembagian Tabungan dan Penerimaan Peserta Didik Baru. 

Senada dengan yang dikemukakan Wakil Walikota Sukabumi, Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta Drs Edy Heri Suasana, M.Pd mengemukakan alasan dilakukannya Penerimaan Siswa Baru (PSB) OnLine  juga karena menghindari kerumunan orangtua murid di sekolah, selain juga menghindari intervensi birokrasi pejabat atau lembaga lain yang sering memaksakan calon siswa baru melalui titipan-titipan.

Tahun 2012 adalah tahun ke tujuh kota Yogyakarta melaksanakan PSB OnLine dan pada tahun ini baru akan dimulai untuk jenjang masuk ke sekolah dasar. Melalui PSB OnLine, mendaftarkan sekolah menjadi lebih mudah dan dapat dilakukan oleh siapapun dari rumah masing-masing. Bahkan dengan hanya menggunakan handphone BB (blackberry) pun sudah dapat melakukan pendaftaran dan mengikuti perkembangan PSB OnLine ini.

Penerimaan Siswa Baru (PSB OnLine) untuk SMP dan SMA diseleksi dari hasil nilai Ujian Nasional, sedangkan untuk siswa Sekolah Dasar  menggunakan usia wajib belajar yaitu 7 - 12 tahun. Bagi siswa kurang dari 7 tahun juga dapat diterima melalui penyaringan Siswa Cerdas Istimewa. 

"Dengan PSB OnLine akan terhindar kecurangan-kecurangan, karena setiap orang dapat melihat secara terbuka siapa saja yang mendaftar dan skor nilai Ujian Nasionalnya. Bila terjadi rekayasa hasil nilai Ujian Nasional akan dengan mudah diketahui terutama oleh teman sekelas siswa tersebut, dan bila ini dilakukan yang akan malu dan rugi adalah orang tua siswa bersangkutan,"  tutur  Drs Edy Heri Suasana, M.Pd.

Menutup tulisan ini saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran Dinas Pendidikan Kota Jogjakarta, Kejaksaan Negeri Yogyakarta, SMPN 5 dan SMAN 3 Yogyakarta yang telah membuka pintu demikian lebar menyambut kedatangan rombongan Guru SD, SMP, SMA, Perwakilan MUI, Pejabat Dinas Pendidikan, Wartawan,  Komisi C DPR dan Kepala Kejaksaan dari Kota Sukabumi. 

Saturday, May 26, 2012

Mengenal Tour Leader

Melayani  24 Jam Dalam Perjalanan


Tour leader dengan Tour Guide sering dipandang sama, padahal keduanya sangat berbeda tugas dan fungsi. Walau keduanya dapat dipraktekkan oleh satu orang dalam sebuah perjalanan namun alangkah baiknya bila dilakukan dua orang yang berbeda.

Tour leader adalah pemimpin perjalan wisata yang memberikan layanan 24 jam kepada seluruh peserta tour mulai dari berangkat sampai di tujuan. Tour leader bertugas mendampingi perjalanan dan menentukan kapan bus harus tiba di tempat untuk menginap dan makan. 

Tour guide, sesuai dengan namanya, adalah pemandu wisata yang hanya bertugas selama kendaraan berjalan dengan menjelaskan semua hal-hal yang ingin diketahui wisatawan. Namun sesampai di tujuan wisata tugasnya biasanya diambil alih oleh pemandu wisata setempat. 

Untuk menjadi tour leader perlu ketahanan fisik dan mental yang prima. Seorang tour leader harus selalu siap mendapat komplain dari peserta wisata yang tidak puas dengan menu makanan dan juga ketidak nyamanan di tempat menginap. Bila ini terjadi biasanya tour leader akan mengupayakan perpindahan tempat menginap atau tempat rombongan wisata makan dengan berkoordinasi dengan biro perjalanan yang menempatkan dia di rombongan.

Seorang tour leader biasanya minimal lulusan SMIP (Sekolah Menengah Industri Pariwisata), sebuah sekolah kejuruan yang mencetak tenaga lapangan di bidang pariwisata. Lulusan dari sekolah ini secara khusus ditempa untuk siap memasuki dunia kerja di bidang indutri pariwisata dan berada pada lini terdepan.

Rekrutmen tenaga tour leader biasanya dilakukan biro perjalanan ke SMIP dengan memandang kecakapan dan prestasi sekolah tersebut dan juga kualitas lulusan. Tour leader terpilih biasanya akan segera bekerja begitu dia lulus dari sekolah tersebut. 

Friday, May 25, 2012

Alasan Jeep Wrangler di Recall

Manajemen Pasca Produksi - Layanan Purna Jual



Terkenal sebagai salah satu mobil tangguh di dunia otomotif tidak berarti terhindar dari kesalahan produksi seperti yang terjadi pada Jeep Wrangler. Tidak kurang dari 87.000 mobil Jeep Wrangler terpaksa ditarik karena cacat produksi yang bisa memicu terjadinya kebakaran.

Penarikan kembali atau recall berlaku pada Wrangler mulai dari model tahun 2010 yang memiliki transmisi otomatis dan dibangun sebelum 14 Juli 2010. Pada mobil-mobil ini terdeteksi ada masalah di antara transmisi dan catalyric converter yang mampu menyebabkan kebakaran.

Chrysler yang menjadi induk Jeep setidaknya menerima 14 pengaduan kebakaran yang disebabkan oleh masalah tersebut, walau tidak dilaporkan adanya korban cedera. Kemudian masalah tersebut akan diselesaikan secara gratis. 

The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau Badan Keselamatan Jalan dan Lalu Lintas Amerika menentapkan kalau masalah hanya terjadi di Jeep Wrangler model tahun 2010 dan menarik  87.000 Jeep Wrangler dari Amerika Serikat, Kanada, dan berbagai negara lain. (Detroit News)

BACA JUGA:
Black Box di Mobil Masa Depan
Indonesia Dipimpin Pemimpin Egois
Tanpa Macet dari Bandung ke Lembang
Kesehatan Mulut Penting Saat Hamil
Menikmati Replika Gua Pawon
Bahaya Sampah Plastik
Tidak Ada Pemuda di Gedung Pemuda
Permainan Bola Tangan Api

Thursday, May 24, 2012

Black Box di Mobil Masa Depan

Minimalisasi Konflik antara Pengemudi dan Produsen


Kotak yang menyimpan data seperti black box di masa depan tidak hanya dipasang di pesawat terbang. Hampir bisa dipastikan mobil pun akan menggunakan black box.

Aturan penggunaan black box di Amerika Serikat akan segera diberlakukan setelah senat memberi mandat pada pemerintah untuk membuat aturan untuk mengharuskan setiap mobil memiliki black box mulai tahun 2015 mendatang.

Seperti halnya black box pada pesawat terbang, black box pada mobil juga akan berisi berbagai data mengenai mobil yang akan sangat berguna bila mobil mengalami kecelakaan. Black box pada mobil akan berisi 15 data yang berbeda seperti kecepatan, posisi gigi, kondisi airbag dan lainnya yang akan diteliti bila kecelakaan terjadi.

Data yang ada dalam black box akan meminimalkan konflik yang terjadi antara pengemudi dan produsen mobil. Data ini akan bisa digunakan untuk mencari akar masalah apakah si pengemudi yang salah atau mobil yang digunakannya.

Wednesday, May 23, 2012

Indonesia Dipimpin Pemimpin Egois

Dicari Pemimpin Berkarakter!



Keluh kesah para pemimpin nasional di berbagai lembaga menunjukkan kalau mereka sebenarnya belum selesai dengan kebutuhan pribadinya. Maka praktis jabatan yang disandangnya hanya alat pemuas kebutuhan tersebut.

Para pemimpin yang mengobral keluh kesah seolah tidak menyadari kalau tingkah mereka menimbulkan suasana muram dan sikap pesimistis, bahkan terkesan kalau mereka tidak bisa diandalkan. Para pemimpin nasional itu perlu mengubah pola pikirnya, kata Rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan. 

"Hari ini bangsa kita dipenuhi peminpin yang tidak bisa diandalkan. Pemimpin kita yang tidak bisa mengambil keputusan. Tapi, karena pemimpin kita yang salah, kita salahkan semua elemen bangsa ini. Itu tidak bisa. Bangsa ini masih punya semangat (maju)," kata Anis di Universitas Islam Indonesia, Selasa 8 Mei 2012 (PR, 9 Mei 2012).

Menurut Anies, dalam situasi seperti sekarang ini, mengganti para pemimpin yang belum selesai dengan dirinya sendiri atau tak berkarakter maupun pemimpin yang pekerjaannya berkeluh-kesah, tidak menyelesaikan masalah. Masalah yang dihadapi bukan sekadar mengganti para pemimpinnya, melainkan bagaimana menyiapkan angkatan pemimpin baru dari kalangan mahasiswa dan mengubah pola pikir kepemimpinan agar saat mereka memimpin tak menjadi beban bangsa.

Sepeninggal Presiden Soekarno dan Soeharto, bangsa ini belum lagi dipimpin oleh figur yang kuat, memiliki jiwa kebangsaan, dan visioner.

Tuesday, May 22, 2012

Tanpa Macet dari Bandung ke Lembang

Bandung Lembang, puseur kaendahan... diriung ku gunung-gunung 
(Mang Koko)


Terjebak dalam kemacetan jalan selama berjam-jam tentu akan membuat pikiran tambah stres. Padahal tujuan seseorang melakukan perjalanan wisata ke daerah pegunungan seperti Lembang tentu bertujuan mencari ketenangan setelah jenuh menjalani rutinitas harian yang sangat menyita energi dan pikiran. Untuk itu, dari Bandung ke Lembang, Anda butuh jalan alternatif.

Kondisi beberapa jalur alternatif dari Bandung ke Lembang memang tidak semulus jalan utama. Pengendara harus berhati-hati melintasi beberapa ruas jalan berlubang dan minim sarana penerangan jalan umum (PJU) di malam hari. 

Meski demikian, kemacetan di jalan alternatif tidak separah di jalan utama. Selain itu pengendara bisa menikmati pemandangan Kota Bandung dari ketinggian kawasan Bandung utara jika melalui jalur alternatif. Berikut ini 3 jalur alternatif yang dapat Anda pilih dari Bandung menuju Lembang.

Jalur 1
Dari arah kota Bandung, gunakan Jalan Mekarwangi menuju Maribaya, Lembang dengan pintu masuk dekat Terminal Dago sebelah kiri. Bisa juga melalui jalan Cijeruk melalui Punclut lewat Ciumbuleuit.

Jalur 2
Dari Kota Cimahi masuk ke Jalan Kolonel Masturi hingga ke Paronggong dan bertemu pertigaan Jalan Kolonel Masturi-Lembang dekat Grand Hotel Lembang. Jalan lain bisa dipilih melalui Jalan Cihanjuang-Kolonel Masturi Lembang.

Jalur 3
Keluar dari tol Pasteur masuk ke Jalan Surya Sumantri menuju Parongpong-Lembang melalui Ciwaruga. 

Monday, May 21, 2012

Kesehatan Mulut Penting Saat Hamil

Kesehatan Berawal dari Kebiasaan Baik


Kehamilan adalah masa dimana seorang wanita paling rentan terhadap penyakit, dan kebanyakan wanita hamil cenderung mengabaikan kesehatan mulut mereka. Kesehatan gigi dan mulut pada ibu hami dapat mempengaruhi kesehatan janin, bahkan ibu hamil yang memiliki periodontal tujuh kali lebih mungkin memiliki bayi prematur.

Dari sebuah penelitian terungkap bahwa 80 persen ibu hamil, rata-rata mengeluh mengalami komplikasi mulut. Dan ketika masalah tersebut tak langsung diobati, maka bisa menimbulkan masalah kesehatan fatal.

"Gingivitis (radang gusi) selama kehamilan merupakan komplikasi oral yang mempengaruhi banyak ibu hamil. Perdarahan, bengkak, merah atau tender gusi dan bahkan bau mulut adalah beberapa gejala radang gusi pada masa kehamilan," menurut Dr D Gopalakrishnan (Times of India).

Sangat penting bagi wanita hamil untuk memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut. Akan lebih baik lagi wanita yang akan menjalani rencana program kehamilan secara rutin memeriksakan kesehatan giginya ke dokter.

Dengan kebersihan mulut yang terjaga dan diet kaya serat, mineral dan vitamin, wanita  dapat memastikan kesehatan yang baik selama kehamilan. Mulailah dengan menyikat gigi dengan sikat gigi berbulu lembut, dianjurkan juga berkumur dengan obat kumur anti bakteri. Namun sebelum menggunakan obat kumur, berkonsultasilah dengan dokter Anda. 

Sunday, May 20, 2012

Menikmati Replika Gua Pawon

Kenali dan Cintai Tanah Airmu!


Temuan para peneliti berupa kerangka manusia utuh beserta perkakas dari berbagai jenis dan bentuk di dalam Gua Pawon di Bukit Pawon beberapa tahun silam, diyakini gua tersebut merupakan tempat aktivitas manusia purba di zaman neolitik atau sekitar 10.000 hingga 6.000 tahun yang lalu. 

Di belakang Bukit Pawon terletak Gunung Hawu dan Pabeasan. Masyarakat menyebut ketiga lokasi tersebut sebagai wilayah dapurnya manusia purba, sesuai namanya Pawon (Dapur), Hawu (Tungku) dan Pabeasan (Gudang Beras). Ketiga lokasi tersebut terletak di pesisir Danau Bandung Purba pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kelak wisatawan hanya bisa menikmati suasana Gua Pawon di museum yang kini tengah dibangun tidak jauh dari lokasi gua tersebut. Gua Pawon akan ditutup untuk menghindari perusakan yang sempat dilakukan warga setempat. Bagian dalam Gua Pawon sekarang hanya diizinkan dimasuki untuk kepentingan penelitian.

Meski buatan manusia, wisatawan akan tetap dapat menikmati sensasi Gua Pawon aslinya. Konsep nuansa gua akan diaplikasikan di dalam interior museum  berupa arsitektur pendukung seperti celah dan lorong semirip gua menggunakan batu alam.

Fasilitas museum akan dipenuhi oleh ragam temuan yang dahulu tersimpan di Gua Pawon seperti artefak dari pecahan keramik, gerabah, alat tulang berbentuk spatula, dan alat batu pemukul. Selain itu ada juga temuan sisa perhiasan yang terbuat dari gigi binatang dan gigi ikan hingga kerangka manusia purba. 

"Museum itu nantinya akan diisi juga oleh hal yang berkaitan dengan Kawasan Cekungan Bandung, Patahan Lembang, Danau Bandung Purba, dan dapat menjadi Penelitian Sunda Purba. Dan ini menjadi keunggulan dan keunikan situs Gua Pawon," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat Aos Kaosar (PR, 5 Mei 2012).

Kawasan pendukung museum dipersiapkan berupa penataan kampung adat yang akan memberdayakan mantan pekerja tambang dan warga sekitar. Para seniman lokal dan budayawan menjadi penyuluh pembuatan kerajinan alat kesenian atau cendera mata khas Gua Pawon dan Kasundaan. Bahkan pabrik batu kapur kelak akan berganti menjadi bengkel pembuatan angklung, celempung dan karinding demi mempertahankan Karst Citatah.

Situs Gua Pawon sudah didaftarkan ke UNESCO sebagai peninggalan peradaban dunia dan diharapkan dapat juga memicu perekonomian warga sekitar.

BACA JUGA:
Komodo Bangkitkan Nasionalisme Indonesia
Belajar dari Anakhon Hi Do Hamoraon Di Ahu
Tips Menjadi Pribadi Mempesona dan Kharismatik
Perbedaan Negara Berkembang dan Negara Maju
Jengkol from Hongkong With Love
PENTINGNYA RITUAL NYANTRI BAGI KEDUA CALON MEMPELA...
Legenda Es Dung Dung
Misteri Komodo

Saturday, May 19, 2012

Ancaman Franchise Bagi Usaha Kecil

UMK Bertahan Dengan Manajemen Tradisional


Keberadaan franchise (waralaba) di beberapa kota dewasa ini memiliki dampak negatif dan positif. Bahkan sejumlah franchise anggotanya cukup berkembang mulai dari bentuk kuliner, produk-obat-obatan, laundry kiloan, dan sampai juga lembaga pendidikan.

Franchise dewasa ini menjadi usaha bisnis yang menjanjikan, karena keuntungan yang di dapat dari waralaba ini sungguh menggiurkan. Bisa dilihat bahwa usaha franchise banyak membuat orang menjadi jutawan dan sukses dalam berbisnis. Waralaba seakan mewabah dengan segudang produk franchise yang melimpah. (infofranchiseindonesia.blogdetik.com).

Namun pemerintah juga harus melakukan pembatasan agar keberadaan franchise tidak menjadi ancaman bagi pelaku usaha kecil. Pembatasan franchise bisa menjadi bentuk perlindungan bagi pelaku usaha kecil yang jauh dari mapan soal konsep, manajemen, pemasaran dan permodalan. 

"Jika franchise tidak mengganggu pelaku UKM tidak menjadi masalah. Apalagi sekarang ini menjadi trend bisnis dan orang menjadi termotivasi," ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Depok Mustopa Dwi Putro, (Jurnal Depok, 4 Mei 2012).

Adanya pembatasan gerai company owned  dan franchise asing selama ini merupakan langkah maju. Revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba masih perlu disosialisasikan. Terlebih lagi salah satu fungsi franchise adalah mengembangkan interpreunership dan lapangan pekerjaan. 

Friday, May 18, 2012

Bahaya Sampah Plastik

Menggunakan Plastik Ibarat Makan Buah Simalakama


Kehadiran plastik sejak awal diciptakan telah mampu menggeser pola kegiatan manusia sehari-hari. Hampir bisa dipastikan manusia selalu berhubungan dengan plastik mulai dari produk yang digunakan, kemasan produk, hingga kantong untuk membawa produk atau barang tertentu. 

Berbagai alasan dikemukakan terkait penggunaan plastik selain ringan dan lebih praktis tanpa menyadari bahwa penggunaan berbagai produk dan kemasan berbahan plastik yang dibuang menjadi sampah menimbulkan dampak lingkungan yang sangat penting. 

Keberadaan sampah plastik menjadi permasalahan tersendiri saat ini dan makin memprihatinkan. Walaupun beberapa negara maju sudah memperkenalkan penggunaan bahan sintetik yang dibuat lebih bersifat dapat didaur ulang (recycable), namun belum semua wilayah negara memiliki alat pendaur ulang untuk semua tipe sampah plastik. Sehingga masyarakat  harus disadarkan bahwa plastik merupakan material yang tidak dapat dihancurkan oleh organisme (non bio-degradable) dan bersifat tahan lama (persistent). 

Saat ini 500 juta hingga 1 milyar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya, dengan perkiraan setiap orang menghabiskan 170 kantong plastik setiap tahun dan lebih dari 17 miliar kantong plastik dibagikan secara gratis oleh supermarket di seluruh dunia setiap tahunnya. Jika dibentangkan, sampah-sampah dapat membungkus permukaan bumi hingga 10 lapis. (www.gogreenindonesia.blogspot.com

Menurut literatur, materi plastik baru akan terurai oleh tanah dalam waktu 200-400 tahun, dan akan terurai secara sempurna dalam waktu 1000 tahun. Inilah pangkal bencana sesungguhnya yang diakibatkan karkateristik fisik dan kimia sampah plastik yang dibuang secara terbuka ke lingkungan hidup (kapanlagi.com). Bahaya yang ditimbulkan sampah plastik antara lain:

1. Pencemaran tanah, air tanah serta berbagai jenis mahluk hidup yang berada dalam tanah oleh racun-racun dan partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan pengurai seperi cacing.

2. Sampah yang tertimbun tanah mengganggu porositas dan jalur air yang masuk ke dalam tanah sehingga mengancam krisis air bersih dan terjadinya run off (aliran permukaan) penyebab banjir.

3. Sampah yang tertimbun dalam tanah dapat menurunkan kesuburan tanah dan menghalangi sirkulasi udara dalam tanah dan ruang gerak mahluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah.

4. Sampah plastik yang terbakar menyebabkan pencemaran udara. Gas-gas beracun dari sampah plastik yang terbakar seperti dioxin akan lepas ke udara dan akan terhirup oleh manusia. Hal ini dapat menurunkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.

5. Plastik dapat mengontaminasi makanan karena plastik tersusun dari polimer. Dalam proses pembuatannya  supaya lentur, licin dan gampang ditekuk, plastik menggunakan bahan pelembut (plastikizers), bahan ini akan mengontaminasi makanan dengan cepat bila makanan yang dibungkus masih panas. Bahkan bila plastik yang dipakai membungkuspun berasal dari bahan daur ulang, karena bahan platik daur ulang mengandung karsinogen berbahaya yang berasal dari proses pendaur ulangan yang diragukan kebersihannya.

Thursday, May 17, 2012

Tidak Ada Pemuda di Gedung Pemuda

Anak Jalanan Lahir dari Ketidak Pedulian


Tentunya sangat miris ketika terjadi pemuda hanya dibutuhkan pada momen-momen tertentu seperti Pilkada, Pilgub, ataupun Pilpres. Padahal sebenarnya pemuda memiliki potensi dan skil yang siap dioptimalkan.

Minimnya perhatian pemerintah tentang hal tersebut terutama dari kalangan elite politik, membuat pemuda sulit berkembang. Pemuda yang memiliki pengaruh sangat besar di segala bidang seperti ekonomi, sosial dan bahkan politik seolah termarjinalkan.

Ungkapan di tangan pemuda bangsa ini akan maju dan mampu bersaing dengan negara lain hanya omong kosong belaka. Terbukti hingga saat ini banyak kota-kota di Indonesia yang tidak memiliki gedung kesenian. Kalaupun dulunya pernah ada gedung kesenian, gedung itu beralih fungsi menjadi gedung tempat resepsi pernikahan atau disewakan untuk kegiatan lain yang bersifat komersial.

Dilantarankan sarana dan prasarana yang kurang mendukung,  para pemuda akhirnya berkreasi seni sebagai seniman jalanan. Walau kegiatan mereka bernilai positif, namun kehadiran mereka yang memanfaatkan lampu merah, rumah makan, pusat perbelanjaan dan bahkan tenda warung-warung makan ternyata mengundang keresahan warga. Terlebih lagi ketika tampilan mereka sangat urakan dan jauh dari estetika seni.

Sudah saatnya pemuda meninggalkan sifat malas dan lebih tergantung pada budaya mengemis kepada pemerintah soal gedung kesenian, juga meninggalkan budaya seniman jalanan yang lebih banyak jadi pengemis pada prakteknya. Saat ini banyak sekali lahan kosong di sudut-sudut kota yang siap dicangkul dan ditanami apapun, dijadikan lahan hijau perkotaan ataupun ladang sayur-mayur dan buah-buahan. 

Kepada para pemuda, ingin kunyanyikan lagu Melati di Tapal Batas karya Ismail Marzuki ini, agar bangkit kesadaranmu. Matahari telah meninggi kawan... bangunlah dari mimpi, bergegaslah menuju masa depanmu!

Engkau gadis muda remaja
Bagai sekuntum melati
Engkau sumbangkan Jiwa raga
Ditapal batas Bekasi

Engkau dinamakan Srikandi
Pendekar putrl sejati
Engkau turut jejak pemuda
Turut mengawal negara

Oh pendekar putri nan cantik
Dengarlah panggilan ibu
Sawah ladang rindu menanti
Akan sumbangan baktimu

Duhai putri muda remaja
Suntingan kampung halaman
Kembali kepangkuan Bunda
Berbakti kita di ladang

BACA JUGA:
Permainan Bola Tangan Api
Pesan Terakhir Wamen ESDM
Belajar Santun dari Hukum Lese Mejeste
Kini Jadi Petani Tidak Lagi Bergengsi
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi

Wednesday, May 16, 2012

Permainan Bola Tangan Api

Kesenian Sunda Warisan Kerajaan Padjadjaran


Kesenian tradisional Boles atau permainan Bola Leungeun Seuneu (Bola Tangan Api) saat ini menjadi ikon kota Sukabumi dan mulai diminati bangsa-bangsa lain untuk menggali dan mempelajarinya. Beberapa warga Brunai Darussalam  yang mengetahui permainan Boles dari internet sengaja datang ke Kota Sukabumi untuk berguru  mempelajari Boles.

Besarnya minat bangsa lain untuk mempelajari kesenian dan budaya Sunda, menjadi tantangan yang harus disikapi dengan bijak oleh berbagai pihak. Banyaknya minat dari sejumlah negara untuk mempelajari Boles dan Pencak Silat, sebagai bukti bahwa kesenian dan budaya Indonesia menarik untuk dipelajari.

Tidak mustahil kesenian tradisional inipun suatu saat akan mengalami nasib seperti beberapa seni tradisional lain diadopsi dan dipatenkan kepemilikannya oleh bangsa lain seperti yang sudah-sudah. 

Hak paten untuk menangkal agar kejadian sebelumnya ada kesenian dan budaya Indonesia yang diakui bangsa lain tidak terjadi lagi. Kami sudah ajukan, tinggal pemerintah bagaimana untuk merealisasikannya. Selain itu, masyarakat Sunda harus menyintai budaya dan keseniannya sendiri," ujar Fajar Laksana, Pimpinan Ponpes Zikir Al Fath. (Jurnal Sukabumi, 15 Mei 2012)

Tuesday, May 15, 2012

Pesan Terakhir Wamen ESDM

Widjajono, "Orang tidak menghemat energi, melainkan menghemat uang."


Kerapkali semasa hidupnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Prof Dr Widjajono Partowidagdo menyampaikan gagasan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi kepada  Prof Dr Nina Sapti Triaswati, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang juga istri almarhum. 

Menurutnya, pembatasan BBM bersubsidi sangat diperlukan untuk mewujudkan rasa adil bagi rakyat. Saat ini pemilik mobil di Indonesia dapat dikategorikan sebagai golongan kaya yang menikmati subsidi BBM dari APBN jauh lebih besar dari golongan miskin.

Sebagai contoh, jika konsumsi BBM per mobil mencapai 200 liter/bulan, artinya negara memberikan subsidi Rp 1 juta/bulan karena subsidi yang diberikan negara kurang lebih Rp 5000/liter premium. "Sementara golongan miskin tidak menikmati subsidi sebesar itu dari negara. Dengan penghasilan Rp 300.000/bulan, hampir bisa dipastikan tidak punya mobil," ujarnya.

"Adil tidak harus berharga rendah, harga yang rendah jika berakibat lambatnya penurunan kemiskinan dan pengangguran, pengembangan infrastruktur transfortasi massal dan energi non-BBM adalah tidak adil," ucap Ketua UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, menirukan ucapan almarhum pada diskusi "Pesan Terakhir" Wamen ESDM di Ruang Serbaguna Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2012. (PR, 10 Mei 2012)

BACA JUGA:
Pahami Spesifikasi Kaca Film Sebelum Membeli
Belajar Santun dari Hukum Lese Mejeste
Mengenal Sukhoi Superjet-100
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi
Mengapa Pertamax Lebih Baik dari Premium?

Monday, May 14, 2012

Pahami Spesifikasi Kaca Film Sebelum Membeli

Tidak Ada Istilah Biar Murah Asal Selamat



Teknologi yang satu ini nyaris kurang menarik untuk diperbincangkan bahkan seolah-olah tidak pernah ada. Kalaupun diperbincangkan, itupun dengan tidak terlalu serius. Padahal kenyamanan berada di dalam kabin kendaraan salah satunya tergantung teknologi ini, yaitu teknologi kaca film. 

Varian Honda Freed yang terbaru didukung teknologi kaca film, new heat rejecting green tinted glass . Menurut keterangan pers PT Honda Prospect Motor (HPM) disebutkan teknologi terbaru itu akan membuat kabin semakin sejuk dengan penambahan penangkal panas pada kaca samping dan kaca belakang. 

Fungsi kaca film saat ini sudah sangat beragam, mulai dari menolak panas dan ultraviolet dan sinar inframerah sehingga udara di dalam kendaraan tetap sejuk, tidak membuat pandangan menjadi silau, sampai pada pemberian privasi pengendara di dalam kabin kendaraan. 

Selain kaca film harus ramah lingkungan dan membantu penghematan listrik atau bahan bakar kendaraan karena mampu melakukan pendinginan kabin yang lebih optimal, kaca film juga harus melindungi interior dalam mobil dari sinar yang merusak.

Mengingat harga kaca film yang sangat variatif sesuai kelebihan yang ditawarkannya tentu Anda harus memahami dengan benar fungsi dasar kaca film dan spesifikasi yang menyertainya. Pilihan yang tepat akan membuat Anda dan keluarga nyaman sepanjang waktu berada di dalam kabin kendaraan. 

Berikut ini hal yang harus jadi focus perhatian saat memilih kaca film yang tepat:

Ultraviolet Reflectance (UVR)
Jenis kaca film dengan spesifikasi seperti ini mampu menolak siar ultraviolet yang dapat membuat interior mobil berbahan kulit menjadi pecah dan memudarkan warna interior mobil. Umumnya kaca film bermerek terkenal sudah dapat menolak UV 99 persen.

Visible Light Transmittance (VLT)
Yang satu ini erat dengan persentase kegelapan kaca film, karena pada umumnya kaca mobil sebelum dipasangi kaca film hanya menolak cahaya 5 persen. Kaca film yang terlalu gelap akan menyulitkan pandangan saat harus mundur di malam hari, karena membuat pandangan ke spion tidak jelas.

Infrared Reflectance/Rejected (IRR)
Kaca film jenis ini mampu memantulkan sinar inframerah dengan baik. 

Total Solar Energi Rejcted (TSER)
Semakin besar persentase TSER, akan semakin baik karena menandakan kemampuan kaca film untuk menolak panas yang masuk melalui kaca film secara total.

Pada akhirnya pilihan bijak ada di tangan Anda, karena semakin lengkap kemampuan yang dimiliki sebuah kaca film mobil, semakin mahal juga harganya. Tentu harga itu sebanding dengan kemanan dan keselamatan dalam berkendara. Jadi pilih mana?

Sunday, May 13, 2012

Belajar Santun dari Hukum Lese Mejeste

Kita Butuh Teladan Untuk Santun



Kita memang harus belajar dari bangsa lain bagaimana bersikap santun terhadap pemimpin negara dan bangsa yang telah dipilih dengan biaya luar biasa mahal melalui Pemilu atau Pemilukada. Dua agenda pesta demokrasi ini hampir disebut penghamburan uang rakyat bila ternyata hanya menghasilkan figur pilihan yang ternyata juga harus diturunkan melalui demo-demo massa berkepanjangan atau sampai di tingkat revolusi.

Menjadi rakyat yang harus patuh pada pemimpin barangkali sama sulitnya dengan menjadi pemimpin yang juga harus selalu mengikuti keinginan masyarakatnya. Bukan salah masyarakat bila tak ada rasa hormat kepada pemimpin bila tak ada keteladanan yang diberikan para pemimpin. 

Tiadanya teladan dari tokoh yang menjadi panutan sering menyebabkan masyarakat yang terbiasa berpikir dengan pola kolektifisme terjerumus pada sikap apatis. Masyarakat nyaris tidak pernah berpikir kritis ketika akan menentukan pilihan terhadap calon-calon pemimpinnya. 

Masyarakat terlanjur percaya pada pilihan orang banyak dan bersandar pada asumsi dangkal bahwa popularitas seseorang dapat digunakan sebagai jaminan masa depan bangsa dan negara. Akibatnya, para politisi berbondong-bondong menitipkan diri pada popularitas seseorang yang dianggap bintang. 

Penyesalan biasanya datang terlambat, pemimpin terpilih yang tidak sesuai dihujat rama-ramai, dicaci maki kebijakannya dan sering dilecehkan secara karikaturis. Anehnya, hal ini menjadi hal biasa pada bangsa yang dulunya terkenal paling santun di dunia. Inikah demokrasi yang salah tempat itu?

Andai saja Indonesia mempunyai hukum seperti di Thaliand yaitu hukum lese mejeste mungkin masyarakat kita akan sedikit lebih santun pada pemimpin yang telah dipilihnya. Di Thailand, definisi tindak kriminal berdasarkan hukum lese majeste adalah memfitnah, menghina, atau mengancam raja, ratu, pewaris tahta, dan keturunannya. Para pelanggarnya dapat diganjar hukuman 15 tahun penjara untuk tiap tindak pelanggaran.

Belum lama ini Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menegaskan tidak akan mengamandemen hukum lese majeste yang telah lama berlaku di negaranya. Dia tetap bersikukuh dengan keputusannya meskipun diterjang protes atas dipenjaranya seorang pria 62 tahun karena melanggar hukum ini tahun lalu.

"Saya ingin menekankan bahwa kebijakan yang telah ada di negara saya akan tetap berlaku sebagaimana adanya," tegas Yingluck seperti dimuat Bangkok Post Sabtu 12 Mei 2012. (VIVAnews.com - 12 Mei 2012).

Pada Desember 2011, Ampon divonis penjara selama 20 tahun karena kedapatan mengirimkan SMS pada seorang pejabat yang kemudian bekerja untuk Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva.  Ampon dijerat pasal Tindak Pidana Kriminal Komputer dan hukum lese majeste.

Saturday, May 12, 2012

Kini Jadi Petani Tidak Lagi Bergengsi


"Pertanian Adalah Masalah Hidup atau Mati"


Kalimat yang diucapkan presiden pertama Republik Indonesia pada peletakan batu pertama pembangunan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 27 April 1952 itu begitu bertuah sehingga mampu menggugah orang-orang yang mendengarnya, tidak saja orang pribumi, beberapa orang keturunan pun tergugah untuk masuk ke Fakultas Pertanian dan konsisten memperjuangkan dunia pertanian. Di kemudian hari Fakultas Pertanian itu menjadi Institut Pertanian Bogor.

Berkali-kali Soekarno menyebut pertanian sebagai hidup atau mati suatu bangsa, sesering dia menyebutkan Indonesia menghadapi suatu bahaya kelaparan yang tiap-tiap tahun datang kembali, tiap-tiap tahun bertambah besar, dan cepat menjadi bencana serta malapertaka jika tidak segera ditanggulangi.

Kini dunia pertanian menjadi tidak menarik untuk dilirik, hanya karena tidak ditemukan antrean beras dan jumlah pangan selalu surplus. Kasus busung lapar pun hanya kasus kasuistis. Inilah era dimana semua sepakat mengatakan, dunia pertanian semakin tersisihkan.

"Memang kita sempat swasembada beras pada tahun 1984 zaman Presiden Soeharto. Namun, setelah itu apalagi di tahun-tahun sekarang, pembangunan infrastruktur di dunia pertanian hampir tidak ada," kata Dekan Fakulltas Pertanian IPB, Ernan Rustiadi (PR, 8 mei 2012).

Setelah enam dasawarsa pidato Soekarno itu berlalu, nampaknya bangsa ini selalu harus diingatkan dan digugah lagi hatinya agar sadar jika pertanian adalah soal hidup atau mati bangsa Indonesia.

BACA JUGA:
Mengenal Sukhoi Superjet-100
Cara Mudah untuk Hidup Sehat
Manfaat Tapai Bandung Bagi Tubuh
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi
Mengapa Pertamax Lebih Baik dari Premium?

Friday, May 11, 2012

Mengenal Sukhoi Superjet-100

Pesawat Penumpang Rusia Pertama


Tiba-tiba Sukhoi Superjet-100 (SSJ-100) menjadi pembicaraan hangat belakangan ini. Pesawat yang sedang melakukan terbang promosi (joy flight) itu hilang kontak dengan Halim Perdanakusuma setelah mengudara 21 menit pada pukul 14.33 WIB hari Rabu tanggal 9 Mei 2012. Kemudian pesawat itu dinyatakan jatuh dan ditemukan di kaki Gunung Salak Kabupaten Bogor, menewaskan 50 orang penumpangnya.

Sukhoi Superjet-100 adalah pesawat yang dikembangkan oleh Sukhoi, sebagai pesawat penumpang Rusia pertama dan tebaru setelah Uni Soviet bubar. Pesawat ini ditujukan untuk mengganti Tupolev Tu-134 dan Yakovlov Yak-42 peninggalan era Soviet yang sudah tua dan sering mengalami kecelakaan. Pesawat ini mulai diproduksi tahun 2007 dan terbang perdananya dilakukan pada 19 Mei 2008. 

Sukhoi Superjet-100 pertama kali mengudara pada 2011, dan pengguna pertamanya adalah maskapai penerbangan nasional Armenia, Armavia yang membeli 4 unit. Sementara maskapai penerbangan Rusia, Aeroflot memesan sebanyak 50 unit, tiga diantaranya sudah beroperasi. Di Indonesia, pesawat jenis ini telah dipesan maskapai penerbangan Kartika Airlines sebanyak 30 unit, dan Sky Aviation 12 unit. 

Sukhoi Superjet-100 dilengkapi dengan mesin SaM 146, dikembangkan Powerjet, perusahaan gabungan antara NPO Saturn dengan Snecma Prancis. Di pasar global, Superjet-100 bersaing dengan seri pesawat regional Bombarder CRJ dan Embraer E-Jets serta Antonov An-148. 

BACA JUGA:

Thursday, May 10, 2012

Cara Mudah untuk Hidup Sehat

Makanlah Untuk Hidup


Ternyata menjalani hidup sehat itu sangat sederhana, tidak perlu menghitung-hitung kalori dan memilah-milah makanan. Selama ini sering ada anggapan salah bahwa hidup sehat hanya dapat diperoleh melalui diet yang berat dan harus menyantap makanan yang tidak kita sukai. 

Anda boleh makan sesuka hati dan tetap sehat hanya mengandalkan pola makan. Pola makan yang teratur akan tetap menjaga asupan nutrisi ke tubuh sesuai dengan kebutuhan. Aturlah pola makan Anda seperti berikut:

1. Perhitungkan Warna Makanan
Jangan hanya menghitung jumlah kalori yang Anda makan, berdasarkan warna makanan pun Anda bisa menentukan makanan itu layak dimakan atau tidak. Seperti sayuran misalnya, bila sudah layu dan tidak segar tentu agak kurang bagus bagi kesehatan.

2. Makanan Selingan
Dapatkan makanan selingan diantara ketiga jam makan, pagi, siang dan sore. Biasanya makanan selingan disajikan sekitar pukul 10 pagi atau pukul 4 sore, hal ini untuk menghindari perut yang terlalu kosong dan lapar. Mengabaikan hal ini, Anda akan terlihat kelaparan pada saat jam makan tiba, dan Anda akan menyantap apapun yang tersaji. 

3. Perbanyak Sarapan Makanan Berserat
Serat makanan yang cukup pada saat sarapan akan mebuat Anda bisa bertahan sampai waktu makan siang tiba. Anda bisa mencoba roti dan selai coklat misalnya, atau susu agar,  dan masih banyak lagi.

4. Makanan Peredam lapar
Tidak semua orang dapat menahan lapar. Tentunya hal ini dapat diatasi dengan menyantap buah seperti apel, jeruk, pisang atau buah lain yang Anda sukai.

5. Mengontrol Diri
Pada akhirnya hanya diri sendirilah yang benar-benar jadi penentu kapan harus makan pagi, siang atau pun malam. Tanpa kontrol diri yang penuh, Anda hanya menjalani hidup untuk makan dan bukan makan untuk hidup.

BACA JUGA:
Manfaat Tapai Bandung Bagi Tubuh
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi
Mengapa Pertamax Lebih Baik dari Premium?
Aksi May Day untuk Hidup Lebih Layak
Mengkudu Obat Hipertensi Tradisional
Potensi Jual Beli Suara Pemilih 2014
Wanita Tercantik Dunia 2012
Ancaman Tersembunyi di Tempat Hiburan Anak

Wednesday, May 9, 2012

Manfaat Tapai Bandung Bagi Tubuh

Jajanan Sehat Untuk Keluarga  


Tapai lebih populer dengan sebutan peuyeum, dan yang terpopuler adalah peuyeum Bandung. Peuyeum ini dibuat dari singkong dengan proses peragian atau fermentasi.

Tekstur peuyeum Bandung agak keras dibanding peuyeum pada umumnya yang lembek dan beralkohol. Hal itu disebabkan karena proses pembuatannya yang digantung dan bukan ditumpuk. Pada tapai yang pembuatannya dengan ditumpuk memicu produksi alkohol lebih tinggi.

Rasa manis peuyeum dipengaruhi oleh kadar gula yang terdapat pada peuyeum. Kadang dapat juga dijumpai peueyeum yang rasanya agak asam, yang disebabkan bakteri yang ada pada proses produksi yang kurang teliti. Selain itu bisa juga karena penambahan ragi yang terlalu berlebihan dan saat fermentasi yang terlalu lama.

Mengonsumsi peuyeum sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Fermentasinya dapat meningkatkan kandungan vitamin B1 hingga tiga kali lipat, yang berguna untuk sistem saraf, sel otot, dan sistem pencernaan. 

Peuyeum sebagai produk fermentasi dapat menyehatkan sistem pencernaan dengan meningkatkan jumlah bakteri baik dalam tubuh dan mengurangi jumlah bakteri jahat. Selain itu dapat juga mencegah anemia karena mikrooragnisme yang berperan dalam fermentasi mampu menghasilkan vitamin B 12.

Mengonsumsi peuyeum tidak boleh terlalu berlebihan karena dapat menimbulkan infeksi pada darah dan gangguan sistem pencernaan. Beberapa bakteri yang digunakan pada pembuatan peuyeum tidak baik untuk orang-orang dengan sistem imun yang kurang seperti balita, kaum lanjut usia, dan penderita HIV. 

Peuyeum dapat Anda temukan di sepanjang pinggiran jalan antara Jakarta - Bandung. Sebelum menawar perhatikan kebersihan si penjual dan kualitas peuyeum yang bisa dilihat langsung karena biasanya digantung. Carilah peuyeum yang teksturnya agak lembek dan berwarna kekuningan untuk dikonsumsi langsung, atau pilih tekstur yang agak keras bila peuyeum mau dijadikan oleh-oleh.

Tuesday, May 8, 2012

Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati

Upaya Cerdas Pembiaran Korupsi Berjamaah



Kepolisian, Kejaksaan, dan termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga saat ini terkesan setengah hati dan tidak memaksimalkan penggunaan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus korupsi. Sebenarnya penggunaan UU TPPU dinilai mampu memperbesar efek jera bagi para koruptor.

Penggunaan pasal-pasal TPPU akan membuat aset kekayaan koruptor ditelusuri. Jika terbukti merupakan hasil korupsi, harta kekayaannya bisa disita dan besar kemungkinan akan membuat koruptor jatuh miskin. 

KPK sebenarnya telah diberi kewenangan untuk ikut mengusut TPPU sebagaimana tersirat dalam pasal 75 UU TPPU yang dengan jelas menyiratkan perintah untuk menggabungkan tindak pidana asal dengan tindak pidana pencucian uang. Jika KPK menemukan bukti pemulaan yang cukup, penyidikan tipikornya harus digabung dengan penyidikan TPPU. Namun sejauh ini, KPK belum menggunakan UU TPPU yang sudah ada dan disahkan sejak tahun 2002 itu.  

"Kasus Nazaruddin, Angelina Sondakh, dan Wa Ode, seharusnya dijadikan momentum untuk memanfaatkan TPPU. Saya yakin pemanfaatan pasal Tipikor dan TPPU secara bersamaan, bisa membereskan masalah mafia anggaran di DPR, calo proyek di kementrian, hingga penyalahgunaan dalam penyelenggara negara," menurut Direktur Advokasi Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gajah Mada, (PUKAT UGM), Oce Madril, (PR, 7 Mei 2012).

Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan, berbagai laporan yang mereka kirim kepada para penegak hukum, umumnya tidak ditindaklanjuti dengan segera. Yusuf meyakini jika penggunaan UU TPPU dimaksimalkan, pemberantasan korupsi akan lebih efektif. Karena akan lebih mudah menjerat orang-orang yang memberi atau pihak lain yang turut menerima.