Saturday, June 30, 2012

Larangan Penjualan Buku Kepada Siswa Sekolah

Upaya Kreatif Mengatasi Krisis Ekonomi



Tidak boleh mewajibkan apalagi memaksa siswa membeli buku di sekolah termasuk buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan bahkan seragam sekolah merupakan larangan adanya bisnis di sekolah. Namun pada prakteknya ketentuan ini sangat mudah sekali diabaikan sekalipun telah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan karena pengadaan buku sudah dialokasikan melalui dana BOS.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, pemerintah telah menyediakan dana untuk membeli buku melalui dana BOS, dengan ketentuan satu siswa untuk satu buku per mata pelajaran, termasuk juga LKS, hal ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar di SD dan SMP. "Dengan dana BOS yang meningkat, soal buku paket untuk di SD dan SMP seharusnya tidak masalah lagi. Sekolah sudah bisa menyediakan buku secara gratis kepada siswa dengan cara meminjamkannya," kata Nuh. (Tabloid Berita ASRA' edisi Maret 2012).

Kenyataan yang terjadi di hampir semua kota di Indonesia, banyak sekolah yang melanggar aturan penjualan buku tersebut dengan dalih membantu siswa dan sebagai latihan di rumah. Menteri Pendidikan Nasional boleh saja mengeluarkan peraturan dan larangan soal penjualan buku di sekolah, namun menteri lupa bahwa penerbit juga mengeluarkan sejumlah uang komisi penjualan yang walaupun kecil jumlahnya dapat meningkatkan kesejahteraan kepada pihak sekolah.

Tingkat kesejahteraan yang masih minim rupanya salah satu pemicu kreatifitas untuk mengakali peraturan dan ketentuan mengenai penjualan buku di sekolah. Untuk menyamarkan kegiatan tersebut, pihak sekolah biasanya bekerja sama dengan pihak ke tiga di luar sekolah seperti warung atau kios fotocopy dan selanjutnya pihak sekolah mendapatkan komisi penjualan dari penerbit.

Bila tingkat kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan yang menjadi biang keladi permasalahan terhadap pelanggaran ketentuan dan peraturan penjualan buku di sekolah kenapa sampai saat ini pihak pemerintah seolah-olah menutup mata? Bukankah dengan membayarkan tunjangan sertifikasi tepat waktu juga merupakan bentuk kesejahteraan tersendiri?

Kecuali pemerintah membuat peraturan untuk di langgar seperti halnya peraturan-peraturan lainnya, bolehlah pembayaran tunjangan sertifikasi tenaga pendidik dan kependidikan terlambat dibayarkan asal penjualan buku yang untungnya hanya cukup untuk makan itu tidak perlu dipermasalahkan lagi.

BACA JUGA:

Friday, June 29, 2012

Menghindari Kecurangan Pada PPDB OnLine

Penghianatan Atas Sebuah Komitmen



Tiga lintasan kritis di dunia pendidikan yang selalu harus dilalui tanpa riak dan gejolak pada setiap akhir tahun pelajaran dan awal pelajaran baru ialah Ujian Nasional (UN), Pembagian Tabungan dan Penerimaan Peserta Didik Baru. Demikian diungkapkan Wakil Walikota, DR Mulyono, MM pada kata pengantar studi banding PPDB OnLine di Kantor Dinas Pendidikan Yogyakarta, Kamis 24 Mei 2012.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pendidikan Yogyakarta Drs Edy Heri Suasana, M.Pd mengemukakan alasan dilakukannya Penerimaan Siswa Baru (PSB) OnLine juga karena menghindari kerumunan orangtua murid di sekolah, selain juga menghindari intervensi birokrasi pejabat atau lembaga lain yang sering memaksakan calon siswa baru melalui titipan-titipan.

Hasil studi banding ke Yogyakarta oleh Guru SD, SMP, SMA, Perwakilan MUI, Pejabat Dinas Pendidikan, Wartawan, Komisi C DPR dan Kepala Kejaksaan dari Kota Sukabumi membuahkan sebuah komitment bersama bernama kejujuran pada penerimaan peserta didik baru secara on line (PPDB OnLine)

Dengan dilaksanakannya PPDB OnLine memang terhindar kecurangan-kecurangan, karena setiap orang dapat melihat secara terbuka siapa saja yang mendaftar dan dan diterima berdasarkan skor nilai Ujian Nasionalnya. Bila terjadi rekayasa hasil nilai Ujian Nasional akan dengan mudah diketahui terutama oleh teman sekelas siswa tersebut, dan bila ini dilakukan yang akan malu dan rugi adalah orang tua siswa bersangkutan.

Bila PPDB OnLine mampu menekan tingkat kecurangan dan melambungkan komitmen kejujuran pada level tertinggi ternyata tidak demikian halnya dengan PPDB Jalur Prestasi. Pada PPDB Berdasarkan Prestasi sangat terbuka celah yang sangat lebar untuk tidak jujur dan mencederai komitment. 

Kerumunan orang tua murid memang tidak terjadi di sekolah tempat anak melanjutkan sekolahnya (SMP/SMA/SMK/MA), namun justru terjadi di tempat lain yang mampu menerbitkan piagam penghargaan secara instan tanpa perlombaan. Masyarakat mengetahui bahwa seorang anak dengan piagam penghargaan Juara I tingkat kota/kabupaten, atau Juara I - III tingkat provinsi dan Juara I - V tingkat nasional dapat mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru melalui jalur prestasi.

Kemudian atas nama keluarga pejabat, Kepala Sekolah yang baru saja meluluskan siswanya dengan rasa bangga juga harus menandatangani surat pernyataan bahwa seorang siswa dinyatakan memiliki bakat tertentu agar dapat sekedar mengikuti seleksi melalui jalur prestasi. Peserta didik baru yang tanpa prestasi atau yang berasal dari keluarga kaya dengan bayaran yang mencengangkan disamarkan untuk bisa diterima di sekolah pavorit melalui jalur prestasi kini sudah bukan rahasia lagi.

Thursday, June 28, 2012

Sensasi Saweran Ala KPK

Yang Unik dan Lucu dari Tanah Surga



Kalau seorang Pakar Hukum Tata Negara seperti Margarito saja menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari sensasi dengan upaya mencari bantuan "saweran" dari masyarakat terkait wacana pembangunan gedung baru, kita juga sepertinya pantas bertanya ada apa dengan negara ini? 

"Ya ini sekadar cari sensasi saja. Bagaimana dasarnya buat gedung itu pakai duit yang dikumpulin itu. Bagaimana kita caranya bernegara dengan cara seperti itu," kata Margarito di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu 27 Juni 2012. (VIVAnews, 27 Juni 2012).

Keadaan seperti ini jelas menjadi citra buruk pemerintahan Presiden SBY di mata bangsa-bangsa lain. Bagaimanapun, menurut Margarito, "Dalam tata negara satu-satunya pejabat di Indonesia yang memegang kekuasaaan negara atau sebagai ordonator ialah Presiden. DPR hanya otosiator."

Menurutnya, Presiden seharusnya berbicara pada DPR dalam soal ini, bukan membiarkan KPK mengurus dirinya sendiri soal gedung. Margarito mengingatkan, berdasarkan konstitusi, yang memegang kekuasaan pengelolaan dan pengeluaran keuangan negara adalah Presiden, tidak ada yang lain.

Selama ini masyarakat awam seperti saya, hanya tahu tugas KPK itu menyelilidiki andai ada anggaran negara yang dikorupsi lalu menangkap serta mengadili koruptornya serta mengembalikan aset negara yang dikorupsi oleh koruptor tersebut. Pertanyaan sepele yang mungkin tidak akan dijawab KPK ialah, sudah berapa banyak koruptor yang ditangkap dan berapa banyak aset negara yang sudah dikembalikan? Lalu pertanyaan bodoh saya berikutnya ialah, kenapa KPK tidak meminta saja aset yang sudah dikembalikan koruptor itu untuk membangun gedung baru?

Aneh sekali di negeri serba ada ini kalau untuk membangun sebuah gedung baru KPK saja harus mengandalkan saweran dari masyarakatnya. Sangat ganjil dan malah mirip kisah di negeri dongeng. Atau kita memang sedang bermimpi berada di Tanah Surga?

Tanah surga bagi para koruptor bisa jadi iya, tapi bukan surga bagi rakyat jelata yang terpaksa menahan lapar agar anak-anaknya bisa terus bersekolah. Rakyat jelata yang menjerit pilu menyaksikan harga BBM yang sulit terbendung karena penjabat pemerintahnya memiliki kebiasaan menakut-nakuti rakyat dengan ancaman defisit sebagai alibi memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM). 

Kebiasaan buruk itu justru memperlihatkan wajah pemerintah yang tidak dapat menyusun asumsi makro ekonomi yang benar, karena terbukti harga minyak dunia yang akan terus naik pada 2012 kenyataanya justru terus turun. Atau jangan-jangan KPK juga mencari alibi, tapi untuk apa ya?

Walaupun aksi saweran tersebut merupakan bentuk kritik sekaligus protes terhadap sikap DPR yang enggan mengucurkan dana pembangunan gedung baru KPK. Namun, bukankah itu juga bentuk arogansi KPK untuk memaksakan kehendaknya? Padahal harus diakui, KPK juga memiliki opsi menggunakan gedung milik pemerintah yang tak terpakai daripada secara sensasional mengumpulkan koin saweran.

Bagaimana dengan aturan UU yang menyatakan KPK tidak boleh menerima uang dari rakyat? Walaupun rakyat terbujuk karena simpatik mendukung gerakan saweran koin ini sebagai protes KPK terhadap DPR, tapi rakyat yang mana? Sepertinya ada banyak kepentingan sekarang ini yang dilabeli RAKYAT agar laris manis dijual.

KPK seharusnya membuktikan kinerja dulu yang optimal, baru setelah itu gedung megah tempat bekerja akan datang dengan sendirinya sebagai hadiah. Aksi saweran sah-sah saja, asal jangan jadi alibi atas kasus mentok sukar diusut seperti benang kusut yang tidak ingin dituntaskan, dan kita semua tahu kasus mana yang menjadi bak makan buah simalakama bagi KPK. 

KPK, atas nama Bangsa Indonesia dengan ini kami nyatakan dukungan.... tapi jangan menjadi kerdil dan butuh bantuan tongkat kecil untuk mampu berdiri. Besar dan hebatlah sesuai namamu, bukan gedung megah yang kau butuhkan tapi mental dan semangat memberantas korupsi yang lebih megah. 

BACA JUGA:

Wednesday, June 27, 2012

Mencegah Demensia Dengan Jin Ji Du Li


LATIHAN SEDERHANA TAPI EFEKTIF


Konon menurut pemahaman dari dokter Cina, penyakit muncul dalam tubuh karena koordinasi antara berbagai organ mengalami masalah dan menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangannya. Jin Ji Du Li bisa menyesuaikan kembali hubungan antar organ dan bagaimana mereka berfungsi sama lain.


Inti dari latihan ini adalah bahwa "Mata Harus Ditutup" ketika Anda melakukan latihan. Jadi Anda harus berlatih "Jin Ji Du Li" dengan mata tertutup. Latihan ini sangat sederhana dan menakjubkan sehingga saya pikir harus berbagi di sini.

Berikut adalah latihan tersebut:

Berdiri di atas satu kaki sementara mata Anda tertutup. Itu saja. Coba saja sekarang, berhenti membaca dan berdiri, menutup mata dan mencoba berdiri dengan satu kaki.

Jika Anda tidak mampu berdiri kurang dari 10 detik, itu berarti bahwa tubuh Anda telah merosot ke tingkat 60 sampai 70 tahun dengan kata lain, Anda mungkin hanya 40 tahun, tapi tubuh Anda telah berusia jauh lebih cepat.

Banyak orang yang berpikir "Tidak, ini bukan masalah besar, saya yakin kita semua dapat melakukannya dengan mudah". Ternyata kita hanya menipu siri sendiri dan menjadi heran bahwa kita bisa berdiri dengan mudah pada satu kaki dengan mata terbuka, lalu mencoba hal yang sama dengan mata kita ditutup adalah cerita lain! Kita tidak bisa menjaga keseimbangan selama lebih dari dua sampai tiga detik sebelum kita mulai bergoyang-goyang dan melompat-lompat.

Anda tidak perlu untuk mengangkat kaki Anda terlalu tinggi, jika organ-organ internal Anda tidak selaras, bahkan mengangkat kaki Anda sedikit saja akan membuat Anda bergetar.

Ilmuwan Cina benar-benar sangat maju dalam pengetahuan tentang tubuh manusia. Hal itu sangat menggembirakan bahwa latihan yang sering dan teratur dapat membantu Anda memulihkan rasa keseimbangan. Bahkan ahli Cina menyarankan Jin Ji Du Li selama 1 menit dilakukan setiap hari, untuk membantu mencegah demensia / pelupa.

Anda dapat mencoba sedikit menutup kedua mata ketika latihan Jin Ji Du Li, bukan benar-benar menutup rapat keduanya, seperti apa yang direkomendasikan spesialis kesehatan Zhong Li Ba Ren.

Berlatih Jin Ji Du Li, dapat membantu dalam penyembuhan banyak penyakit atau penyakit seperti:

Hipertensi,
Gula Darah Tinggi atau diabetes,
Leher dan penyakit Tulang punggung,
juga dapat mencegah Anda dari mendapatkan demensia.

Zhong Li Ba Ren telah menulis buku berjudul "Self Help is Better than Seeking Doctors' Help" yang merupakan buku terlaris dan telah menjadi best seller buku kesehatan di Cina sejak pertama kali diterbitkan tahun lalu. Keberhasilannya dapat diukur oleh fakta bahwa telah dicetak ulang 12 kali dalam waktu 6 bulan, dengan lebih dari 1 juta eksemplar terjual. Buku ini laris terjual karena mengajarkan banyak tips sederhana kesehatan praktis.

Zhong Li Ba Ren menyatakan bahwa banyak orang tidak bisa berdiri dengan satu kaki dengan mata tertutup bahkan untuk 5 detik, tetapi kemudian karena mereka berlatih setiap hari, dapat berdiri selama lebih dari 2 menit.

Ketika Anda memperoleh kemampuan untuk berdiri untuk waktu lebih lama, perasaan "kepala berat, kaki ringan" menghilang. Sebagai manfaat berlatih Jin Ji Du Li, Anda akan mendapati bahwa kualitas tidur membaik, pikiran menjadi jernih dan daya ingat meningkatkan secara signifikan. Yang paling penting jika Anda dapat berlatih Jin Ji Du Li dengan mata tertutup selama 1 menit setiap hari, Anda tidak akan mendapatkan demensia.


Dikutif dari berbagai sumber.
BACA JUGA:
Remaja Sebagai Sasaran Empuk Narkoba
Pesona Pantai Cimanuk di Tasikmalaya
Konspirasi Seputar Lumpur Lapindo
Wanita Perokok Tidak Lagi Canggung
20 Langkah Mudah Relaksasi
Oligarki Politik Mencederai Demokrasi
Hadiah Nobel Perdamaian Yang Tertunda

Tuesday, June 26, 2012

Remaja Sebagai Sasaran Empuk Narkoba

HANI 2012 untuk Hidup Sehat Selamanya



Kini banyak orang beranggapan bahwa merokok adalah hal biasa dan malah menjadi tren tersendiri bagi kalangan anak muda. Padahal rokok adalah gerbang menuju narkoba, karena terbukti mayoritas pengguna narkoba adalah perokok. Selain berdampak buruk bagi kesehatan merokok juga mengarahkan seseorang pada kegiatan negatif lainnya.

Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 26 Juni 2012 diharapkan menjadi moment penting yang bisa menurunkan tingkat pemakaian narkoba khususnya di kalangan pelajar di Indonesia. Begitu banyak berita yang beredar tentang pelajar yang kedapatan mengkonsumsi narkoba cukup menjadi bukti bahwa ternyata pelajar menjadi sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Banyak faktor yang dapat memicu seorang pelajar mengkonsumsi narkoba. Faktor lingkungan dan pengawasan orang tua yang terlalu longgar biasanya penyebab utama anak remaja terjerumus pada pergaulan yang gelap. 

Pelajar yang memakai narkoba mungkin pada awalnya terbujuk rayuan bahwa narkoba dapat meringankan beban pikiran mereka. Jadi bukan hanya masalah pergaulan saja, namun jalan yang mereka pilih tidak tepat.  Dan apapun alasannya sebenarnya narkoba hanya membuat generasi muda menjadi semakin hancur.

Pelajar yang memakai narkoba telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya. Walaupun jiwa mereka senang dalam sesaat namun badan mereka menjadi rusak dan tidak mustahil berujung pada kematian. 

Monday, June 25, 2012

Pesona Pantai Cimanuk di Tasikmalaya

Ke Mana Mengisi Liburan Panjang?




Kawasan pantai pada umumnya berudara panas terik, namun tidak demikian halnya dengan Pantai Cimanuk yang berada di selatan Tasikmalaya. Bibir pantai dan pesawahan serta perbukitan hanya dipisahkan jalan raya sehingga Pantai Cimanuk berudara sejuk.

Pantai Cimanuk menjadi objek wisata pantai selatan Kabupaten Tasikmalaya yang terselamatkan karena dijadikan kawasan konservasi penyu dengan surat keputusan Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara pantai-pantai lainnya keasrian dan kenyamanannya terusik akibat aktivitas penambangan pasir besi.

Pada waktu-waktu tertentu sekitar Maret hingga Agustus Pantai Cimanuk menjadi tempat penyu hijau (Cheonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan juga penyu belimbing (Dermochelys coriacea) singgah untuk bertelur. 

Di Pantai Cimanuk, wisatawan dapat berkunjung ke Karangtawulan untuk menaiki karang pada pagi hari guna menyaksikan matahari terbit atau di sore hari menyaksikan matahari terbenam sambil melihat lampu-lampu mercusuar yang terletak di pulau terluar Samudra Indonesia ketika hari menjadi gelap.

Pada hari raya (Lebaran dan Natal) atau musim liburan panjang seperti sekarang, ruas jalan antara Pangandaran Banjarsari Ciamis mengalami peningkatan kepadatan sehingga jalur selatan Tasikmalaya merupakan pilihan alternatif yang tidak terlalu padat. Di sepanjang jalan antara Pangandaran - Cipatujah pengguna jalan dapat menikmati pemandangan alam laut dengan pantai dan tanah pesawahan yang keindahan alamnya sering dapat di temui pada iklan stasiun televisi swasta atau iklan rokok. 

Ada banyak alasan kenapa Pantai Cimanuk dijadikan tempat persinggahan dan menjadi tujuan wisata. Yakinlah, Anda tidak akan menyesal karena harus menempuh 97 KM dari Kota Tasikmalaya ke Pantai Cimanuk. 


Sunday, June 24, 2012

Konspirasi Seputar Lumpur Lapindo

Apakah Kleptokorporatokrasi Itu?




Karena ketidaktahuan mengenai masalah pengeboran sehingga membuat para ahli geologi mengatakan bahwa lumpur Lapindo sebagai bencana alam. Hal tersebut menurut Prof Ir Koesoemadinata Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), menjadi salah satu permasalahan yang menyebabkan pertentangan hebat antara dua kubu dalam geologi. Dia menegaskan, tidak cukup hanya sebagai ahli geologi untuk melihat permasalahan lumpur Lapindo, tetapi harus mengerti mengenai masalah pengeboran.


Bahkan Ali Azhar Akbar melakukan riset sejak 2006 hingga 2010 serta merilis Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie? Ali menulis, buku ini tidak hanya mengingatkan kembali masyarakat akan peristiwa semburan lumpur Lapindo dan dampaknya, tetapi juga menyingkap adanya konspirasi. Termasuk di dalamnya adanya perampokan APBN yang dilakukan atas kerja sama korporat dengan birokrasi yang disebut kleptokorporatokrasi. 


Analisis buku setebal 449 tersebut menurut Ali, menitik beratkan pada proses pembuatan kebijakan dan siapa yang diuntungkan dari kebijakan menanggulangi semburan lumpur yang menimbulkan penderitaan entah sampai kapan.


Menurut Muhammad Barli, Direktur Eksekutif Lembaga Energi, Mineral, dan Sumber Daya Alam (Lanerba) Bandung, jika soal pengeboran maka perusahaan harus bertanggung jawab 100 persen. Barli juga meminta pihak pemerintah tegas, apakah masalah lumpur Lapindo itu benar-benar bencana atau masalah pengeboran. 


Saturday, June 23, 2012

Wanita Perokok Tidak Lagi Canggung

Dampak Negatif Emansipasi?

Kecenderungan wanita untuk merokok menurut Layla Agung Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau  (WITT) Jawa Barat, saat ini meningkat. Dari semua perokok di dunia, tak kurang dari dua puluh persen di antaranya wanita. Gaya hidup ditenggarai menjadi salah satu pemicu peningkatan tersebut.

Saat ini wanita perokok lebih berani dan terbuka dan bahkan tidak terlihat canggung lagi walau merokok sambil berjalan atau berkendaraan. Wanita tidak lagi harus mencari tempat tertutup seperti toilet di rumah bila ingin merokok. 

Kesadaran masyarakat untuk tidak merokok di ruang publik masih sangat rendah. Padahal perilaku perokok  aktif di ruang publik sangat merugikan perokok pasif, terlebih lagi bila di ruang publik itu terdapat anak-anak dan wanita hamil.


Merokok dapat menyebabkan kulit muka kusam dan berkerut. Dampak lain merokok juga dapat menimbulkan flek hitam pada kulit wajah. Bahkan dalam sebatang rokok diantaranya terkandung karsinogen yang dapat memicu kanker pada wanita, seperti kanker leher rahim (serviks).

Sumber : PR, 21 Juni 2012

Friday, June 22, 2012

20 Langkah Mudah Relaksasi

Meditasi Penyembuhan Diri


Kecemasan pada setiap orang cenderung bervariasi dan tidak sama walau hampir semua orang mengalami hal itu. Perasaan cemas atau sensasi anxietas sering ditandai oleh rasa ketakutan yang difius, tidak menyenangkan, bahkan sering disertai gejala otonomik seperti nyeri kepala, berkeringat, palpitasi, gelisah dan sebagainya.

Menurut Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ Psikiater RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, gejala psikologik ketika Anda merasa cemas dapat berupa ketegangan, kekuatiran, panik, perasaan tidak nyata, takut mati, takut gila, takut kehilangan kontrol dan sebagainya. Sedangkan gejala fisik ketika Anda cemas dapat berupa gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, rasa gatal, gangguan lambung, rasa sesak nafas, rasa sakit dada; kadang-kadang merasa harus menarik nafas dalam; ada sesuatu yang menekan dada; jantung berdebar; mual; vertigo; tremor; kaki dan tangan merasa kesemutan; kaki dan tangan tidak dapat diam ada perasaan harus bergerak terus menerus; kaki merasa lemah, sehingga berjalan dirasakan berat; kadang-kadang ada gagap. 

Hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala tersebut yaitu dengan melakukan relaksasi. Relaksasi membuat otot-otot yang sebelumnya tegang menjadi santai, rileks dan nyaman. Berikut ini urutan-urutan untuk melakukan relaksasi sebagaimana dipaparkan Dr. Lahargo Kembaren. SpKJ  (Rubrik Kesehatan - Jurnal Bogor, Rabu, 20 Juni 2012).:

Sebelum mulai, atur terlebih dahulu pernafasan. 

1. Duduk atau berbaringlah dengan tenang dan nyaman.
2. Tutuplah mata dan perhatikan proses bernafas Anda.
3. Pusatkan perhatian, jangan berpikir tentang hal-hal lain selain nafas Anda. Biarkan nafas itu masuk dan keluar dari tubuh Anda. Tarik nafas dalam 3 detik dan buang nafas dalam 3 detik pula.
4. Setelah nafas Anda mulai teratur, bayangkan suatu tempat yang pernah Anda kunjungi yang menurut Anda suasananya sangat nyaman dan membuat Anda merasa rileks.
5. Bayangkan Anda benar-benar berada di tempat tersebut, Anda melihat warnanya, mendengar suara, menghirup bau dari tanaman, bunga...
6. Rasakan kedamaian dan ketenangan yang menyegarkan badan dan pikiran Anda.
7. Kepalkan kedua tangan Anda dan rasakan ketegangannya. Perlahan-lahan lepaskan..., rasakan ketegangan itu menghilang. Rasakan bedanya ketika otot menjadi rileks.
8. Tekuklah kedua tangan kuat-kuat, rasakan kontraksi otot lengan atas dan bagian depan, kemudian kedorkan perlahan-lahan.
9. Tekuklah jari-jari kaki Anda ke bawah sampai ketegangannya terasa sampai ke paha, kemudian rileks pelan-pelan dan rasakan ketegangannya mereda.
10. Tarik jari-jari kaki Anda ke atas sampai otot-otot belakang kaki Anda menegang, kemudian kendorkan.
11. Dorong perut Anda ke depan dan kencangkan.... kemudian pelan-pelan rilekskan.
12. Rasakan Anda masih berada di tempat yang menyenangkan, lengan dan kaki Anda rileks, dan nafas Anda yang teratur memberikan perasaan tenang dan melepaskan stress.
13. Tarik perut Anda ke dalam sampai terasa menekan dada, kendorkan perlahan-lahan sambil merasakan berkurangnya ketegangan otot.
14. Naikkan kedua bahu Anda ke atas sampai ke telinga. Rasakan ketegangan otot di tengkuk dan dada, kemudian perlahan-lahan rilekslah.
15. Tariklah kepala Anda ke belakang sejauh mungkin. Rasakan ketegangan otot dan kendorkan perahan-lahan. Perhatikan ketegangannya pergi.
16. Kerutkan dari dam pertahankan, rasakan juga ketegangannya. Setelah itu rileks dan rasakan ketegangannya berkurang.
17. Tutuplah mata Anda kuat-kuat, kemudian rileks....
18. Menyeringailah lebar-lebar sampai seluruh otot wajah Anda tegang.... Tahan dan kendorkan perlahan-lahan...
19. Rasakan betapa rileksnya otot-otot Anda sambil membayangkan Anda masih berada ditempat yang penuh kedamaian. Anda merasa damai, tenang. Pikiran dan perasaan Anda telah merasa segar kembali.
20. Bukalah mata Anda perlahan-lahan dan bangkitlah.

Selamat mencoba. Apabila hal tersebut belum membuat Anda merasa lebih baik, segera berkonsultasi dangan psikiater untuk mendapat terapi lebih lanjut.




Thursday, June 21, 2012

Oligarki Politik Mencederai Demokrasi

Dari Rakyat Untuk Rakyat (Keluarga)






Tren politik dinasti saat ini menggurita di tanah air kita. Hal tersebut mudah terlihat dari posisi penting berupa jabatan-jabatan di daerah yang hanya dikuasai segelintir orang dalam klan tertentu. Jelas sekali tercermin dari kecenderungan yang sangat sulit dibendung, sejumlah kepala daerah mewariskan kekuasaannya kepada istri, anak, atau adik.

Citra demokrasi akan nampak buruk bila selalu terjadi pengulangan kekuasaan seperti suami yang menjadi kepala daerah selama sepuluh tahun kemudian dilanjutkan oleh istri atau anaknya. Preseden buruk seperti itu mendorong lahirnya Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah yang mengusulkan agar ada pembatasan bagi keluarga incumbent (petahana) dalam pemilukada.

Tentu usulan tersebut mengundang pro dan kontra. Mereka yang kontra menyebutkan bahwa gagasan itu bertentangan dengan nilai-nilai dasar demokrasi dan melanggar Undang-Undang Dasar 1945. Sehingga adanya pembatasan bagi keluarga petahana untuk mencalonkan diri dalam pemilukada bertentangan dengan nilai-nilai dasar dan pelanggaran terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

Kalau ada sebagian orang yang berpendapat bahwa pembatasan itu mematikan demokrasi tentu pendapat itu harus segera diluruskan, karena demokrasi hanya dipandang secara lemah dan hanya dari sudut legalitik, normatif, dan bukan memandang demokrasi secara substansial.

Nilai-nilai dasar demokrasi menyiratkan bahwa semua orang memiliki hak yang sama dalam berpolitik, sebagaimana Undang-Undang Dasar 1945 menjamin kesamaan setiap warga negara dalam berpolitik. Bahkan demokrasi itu sendiri lahir untuk mencegah terjadinya tirani, mencegah otoritarianisme dan sistem oligarki dalam pemerintahan. Dengan kata lain demokrasi diciptakan untuk menghindari suatu bentuk pemerintahan yang dikuasai segelintir orang.

Meski dampak negatif kepemimpinan oligarki sudah kita rasakan bersama semasa pemerintahan Orde Baru, dimana sistem yang ada memungkinkan kecenderungan perilaku koruptif, kolutif dan nepotis negatif. Namun upaya-upaya menegakkan politik tirani yang demikian sistemik sulit dihindari. Tentang hal ini Mendagri Gawaman Fauzi mengatakan, demokrasi yang menjunjung tinggi kesetaraan dalam kompetisi hanya tinggal slogan simbolis belaka. (Pikiran Rakyat, 11 Juni 2012).

BACA JUGA:

Wednesday, June 20, 2012

Hadiah Nobel Perdamaian Yang Tertunda

Cita-Cita Perjuangan Aung Sang Suu Kyi


Ketika Aung Sang Suu Kyi memenangkan hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991, dia tidak dapat menerima secara langsung hadiah tersebut karena berada dalam tahanan rumah setelah junta militer menolak mengakui kemenangan partainya. 

Rezim Myanmar memang tidak mencekal Suu Kyi ke luar negeri untuk mengambil hadiahnya, namun saat itu Aung Sang Suu Kyi terancam dilarang masuk lagi negaranya. Aung Sang Suu Kyi memilih tetap menjalani tahanan rumah dan mengabaikan pergi ke Oslo serta terus melanjutkan perjuangan membawa Myanmar terbebas dari rezim represif dan otoriter sampai akhirnya diizinkan menghirup udara bebas pada 13 November 2010. 

Akhirnya 21 tahun kemudian aung Sang Suu Kyi dapat menerima hadiah prestisius tersebut di Oslo, Norwegia pada Sabtu tanggal 16 Juni 2012. Dalam pidatonya, pejuang Myanmar itu menyampaikan:

"Yang diperlukan saat ini adalah menyempurnakan perdamaian dan mempertahankan kebaikan dari perdamaian itu. Saya berharap ke depan tidak ada lagi pengungsi, tunawisma, atau orang yang putus asa. Saya juga membayangkan suatu dunia tanpa rasa ketakutan dan saling bergandengan tangan untuk menciptakan perdamaian. Sehingga setiap orang memiliki kebebasan dan kemampuan hidup dalam damai."

Ketua Komite Nobel Norwegia Thorbjoern Jagland menegaskan, tidak diragukan lagi bahwa hari ketika akhirnya Nobel Perdamaian itu sampai juga ke tangan penerimanya setelah 21 tahun merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Nobel. Selama 21 tahun ini, Aung Sang Suu Kyi telah membuktikan bahwa saja bukan pemberian Nobel itu merupakan hal yang tepat, tetapi juga dia telah menunjukkan dirinya sebagai pemimpin moral untuk seluruh dunia. Meskipun dia menghabiskan sebagian besar waktunya dalam isolasi, suaranya terus terdengar.

Tuesday, June 19, 2012

Penanganan Kaus Korupsi di KPK

Mengungkap Aktor Intelektual Korupsi


Ketika akhirnya Mantan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom resmi ditahan, sangat jelas terlihat betapa KPK menangani kasus dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPR periode 1999-2004 itu dengan sangat hati-hati. Bisa dibayangkan, ketika kasus yang melibatkan puluhan anggota DPR itu muncul pada Agustus 2008, hampir empat tahun kemudian KPK menahan Miranda. Padahal penerima suap dan yang menyerahkan cek pelawat sudah divonis bersalah dan sebagian diantaranya sudah bebas lagi.

Tentu KPK mempunyai rencana besar yang tidak dapat diungkap secara terbuka kepada publik. Kita hanya tahu KPK menyelidiki kasus itu dari penerima suap, penerima suap menyebut perantara, dan perantara akan menuding penyuap sampai akhirnya penyuap diharapkan menunjuk aktor utama dalam kasus ini.

Sangat janggal sekali pernyataan Miranda yang tidak mengenal Nunun dan sponsor utama pada pemenangan dirinya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Teramat naif bagi seorang berpendidikan tinggi dengan jabatan guru besar seperti Miranda, kecuali memang ada alasan untuk melindunginya atau terancam bahaya bila membocorkannya.

Tanpa keterangan Miranda sekalipun, sebenarnya KPK bisa menyimpulkan keberadaan penyokong dana dengan mengevaluasi catatan keterangan seluruh terdakwa dan sejumlah saksi di persidangan. Rekam jejak Miranda selama menduduki posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dapat ditelusuri, terutama saat Miranda dalam posisi sebagai pengambil keputusan tertinggi, yaitu pada Rapat Dewan Gubernur. Akan terjawab siapa yang diuntungkan  oleh keputusan-keputusan yang dihasilkan Rapat Dewan Gubernur atau siapa-siapa saja yang disebut-sebut.

Kita semua berharap kasus ini segera tuntas, yang salah dihukum dan yang tidak bersalah direhabilitasi namanya. Namun tentunya kita pun memahami kalau KPK dalam menghadapi kasus ini sudah sangat berhati-hati dan itu mengindikasikan adanya tekanan yang sangat besar yang entah dari siapa atau dari mana datangnya. Jelasnya, kecerobohan langkah KPK akan mengkandaskan semua rencana besar dan mengubahnya menjadi mimpi tentang pemberantasan korupsi di Indonesia.  

Monday, June 18, 2012

Penyebab Demokrat Gagal Meraih Simpati

Sekali Lancung ke Ujian 
Seumur Hidup Tak 'kan Dipercaya


Kembali menjadi partai papan tengah seperti pada tahun 2004 dengan dukungan kurang dari 10 persen tentu merupakan prestasi yang kurang bagus bagi partai Demokrat yang saat ini sedang mengalami kemelut di tubuh internal partainya. Betapa tidak terjadi kisruh bila para elit Demokrat terjerembab pada kasus korupsi di Wisma Atlet SEA Games dan proyek Hambalang? 

Citra partai Demokrat tidak akan pulih dengan hanya dipenjarakannya Mantan Bendahara Umum, Muhammad Nazaruddin karena kasus korupsi Wisma Atlet SEA Games atau  Angelina Sondakh, sang mantan anggota Fraksi Demokrat yang juga sudah mendekam di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi juga karena kasus yang sama. Apalagi Sang Ketua Umum, Anas Urbaningrum, bahkan disebut-sebut tersangkut kasus korupsi Hambalang, meski dia berkali-kali membantahnya dan bersedia digantung di Monas jika terbukti terlibat korupsi itu. 

Kepercayaan rakyat terhadap partai Demokrat terus menurun dan terancam gagal di Pemilu 2014. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan riset penyebab terpuruknya Partai Demokrat dan mengapa partai yang didirikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu tak kunjung bangkit dari keterpurukan. 

Peneliti LSI Adjie Alfarabi mengatakan dari riset kualitatif dan tracking survei sebelumnya, ada tiga alasan mengapa Demokrat terpuruk. (VIVAnews, Minggu 17 Juni 2012).

Pertama
Demokrat gagal melakukan damage control secara cepat karena 'tersandera' dua mega kasus korupsi yaitu kasus Wisma Atlet dan Hambalang. Dalam kasus ini nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng selalu muncul. Mereka diduga terlibat kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olah Raga itu.

Kedua
Kekecewaan terhadap kinerja dan leadership SBY mengakibatkan naik turunnya dukungan terhadap SBY yang tentu berpengaruh pada naik turunnya dukungan terhadap Demokrat. Hal ini ditunjukkan pada kondisi ekonomi masyarakat bawah yang tidak kunjung baik. Belum lagi perlindungan terhadap kebebasan beragama dan konflik-konflik sosial berlatar belakang Sara.

Ketiga
Partai Demokrat ketinggalan kereta karena terlalu sibuk dengan urusan/konflik elit partainya sehingga melupakan konstituennya, berbeda dengan partai lain yang sudah jauh hari mendekati pemilih mayoritas.

Sunday, June 17, 2012

Yoghurt Penting Bagi Pria

Meningkatkan Gairah Seks 

Kebiasaan pola makan sehari-hari yang baik ternyata dapat menjadi solusi termurah dalam memperbaiki kemampuan seks yang semakin melemah bagi seorang pria. Hanya dibutuhkan penambahan konsumsi yoghurt yang diperbanyak saja, karena konsumsi yoghurt membuat pria menjadi lebih sehat, lebih langsing dan lebih seksi. 

Shawn Radcliffe dari majalah Men's Fitness mengatakan, konsumsi yoghurt bukan hanya menguatkan fungsi seksual, melainkan juga membuat kulit semakin berccahaya.

Hasil penelitian Massachusetts Institut of Technologi (MIT) menyebutkan, konsumsi yoghurt di kalangan pria akan menguatkan fungsi testis mereka 15 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang suka makan junk food. (Yahoo News, Rabu 9 Mei 2012).

Hasil penelitian mereka didasarkan pada uji coba terhadap sejumlah mencit jantan yang minum yoghurt setiap hari. Testis mencit tersebut tiap hari bertambah besar 15 persen dibandingkan dengan mencit yang  hanya mengonsumsi panganan normal tanpa yoghurt.  Testis mencit pemakan yoghurt secara rutin, 15 persen   jauh lebih besar daripada testis mencit yang sehari-hari makan junk food. 

Saturday, June 16, 2012

Ladang Korupsi Tersubur di Indonesia

Kambing Hitamnya Sistem Pemilu Yang Mahal


Korupsi di negeri ini yang diperangi hanya dengan teriakan "Katakan Tidak Untuk Korupsi" ternyata menjadi kisah bersambung yang tidak menemukan titik ujungnya. Ibarat gugur satu tumbuh seribu korupsi terus menggurita dan menjangkau apa saja yang mampu dicapai lengan tentakelnya. Sampai Soegeng Sarjadi Sundicate memaparkan hasil survei sebanyak 47 persen respondennya menyatakan bahwa DPR menduduki peringkat pertama lembaga terkorup.

Kasus-kasus menonjol yang membelit anggota DPR tidak sebatas itu, mata masyarakat juga tertuju pada cek pelawat dan video porno selain suguhan berita kontroversial perjalanan mereka ke luar negeri yang berbiaya besar. Berita lain yang juga membuat iri di tengah krisis ekonomi berkepanjangan, pamer kekayaan melalui pemilikan kendaraan atau properti lainnya.

Hasil survei yang menempatkan DPR pada posisi tidak terhormat sebenarnya bukan sekali ini saja. Hasil survei yang membuktikan bahwa sebagian besar anggota DPR hanya mencari nafkah untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan masyarakat.

Dari survei Soegeng Sarjadi Syndicate diketahui bahwa 62,4 persen menyebutkan anggota DPR sekarang ini hanya mencari nafkah, 52,9 persen menyatakan DPR tempat orang partai berkumpul, dan 29,1 persen menyatakan bahwa wakil rakyat ngumpul. Peringkat lembaga terkorup menurut survei tersebut setelah DPR adalah Kantor Pajak (21,4 persen) dan kepolisian (11,3 persen). (Tajuk Rencana, PR - 13 Juni 2012).

Memang tidak semua anggota DPR masuk kategori seperti itu, namun setidaknya itu tamparan keras bagi para wakil rakyat. Banyak juga orang berkepribadian terpuji di DPR namun tidak berdaya membersihkan lembaganya dan tidak berani mengungkap kebobrokan-kebobrokan di pemerintahan maupun lembaga hukum bahkan di internalnya. 

Pekerjaan rumah yang berat bagi partai politik dalam proses perekrutan calon anggota legislatif di tingkat internal partai. Sumber perekrutan selain harus bersih tapi juga semua parpol harus berkomitmen membersihkan diri dengan proses seleksi yang ketat mulai dari rekam jejaknya, kemudian diikuti pengawasan internal di tiap fraksi yang ada di DPR.

Andai penegakkan aturan di internal DPR bersifat progresif dan tidak pandang bulu serta BK cepat mengambil tindakan jika ada anggota yang menurut kode etik melanggar, tentu cap DPR sebagai lembaga terkorup dengan mudah dihapuskan dari benak masyarakat. Karena rakyat perlu bukti tindakan, bukan bualan semanis janji kampanye pemilu.

Terkait hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate Ketua DPR Marzuki Alie mengajak semua anggota menanggapi secara positif. Menurutnya, itu bisa menjadi perbaikan ke depan. Bahkan Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) mendesak Badan Kehormatan DPR agar lebih serius memproses berbagai kasus yang melibatkan kalangan anggota DPR.   

Friday, June 15, 2012

Apakah RSBI Harus Bubar?

Liberalisasi Pendidikan Indonesia?



Kebijakan strategis pemerintah di bidang upaya peningkatan sumber daya manusia ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 50 ayat (3) menyebutkan, "Pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan  pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional". Berdasarkan Pasal 50 ayat (3), pemerintah menyusun kebijakan tentang perintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Sayangnya tujuan utama kebijakan penyelengaraan Sekolah Bertaraf Internasional yang sebenarnya untuk perbaikan kualitas pendidikan nasional, khususnya supaya eksistensi pendidikan nasional Indonesia diakui di mata dunia dan memiliki daya saing dengan negara-negara lainnya saat ini ramai-ramai digugat serta dihadapkan pada berbagai masalah. Salah satu masalahnya yang dipandang krusial yaitu adanya kecenderungan komersialisasi sekolah berstatus RSBI. 

Tujuan diajukannya judicial review terhadap Pasal 50 ayat (3) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pada MK adalah agar MK membatalkan pasal tersebut dan sekolah berstatus RSBI dikembalikan menjadi sekolah publik biasa. Sementara saat ini terdapat 1.305 sekolah di jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK yang berstatus RSBI.

Permendiknas No. 78 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional mendefinisikan pendidikan internasional adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah memenuhi standar nasional dan diperkaya standar pendidikan negara maju. Negara maju yang dimaksud oleh permendiknas ini adalah negara yang tergabung dalam kelompok negara OECD (Organisation for Economic Co-Operation and Development).

Pasal 50 ayat (3) UU Sisdiknas dicurigai sebagai upaya liberalisasi pendidikan Indonesia. Bahkan Pasal tersebut juga diidentikan dengan Pasal 53 UU Sisdiknas yang menjadi dasar penetapan UU BHP (Badan Hukum Pendidikan), yang telah dibatalkan oleh MK pada 2009 karena juga dinilai akan meliberalisasikan pendidikan Indonesia.

Beberapa alasan kenapa pasal tersebut diajukan judicial review:


Pertama


Penyelenggaraan RSBI dinilai diskriminatif, karena status sekolah RSBI diperbolehkan melakukan pungutan kepada orang tua murid untuk membiayai program dan kegiatannya sebagaimana tercantum dalam Permendiknas Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2009 Pasal 13 ayat (3). Partisipasi masyarakat atau orang tua murid terhadap kemajuan dunia pendidikan dijadikan alasan adanya kesenjangan antara murid dari kelompok keluarga menuju sejahtera dan kelompok kaya, seolah-olah hanya anak dari keluarga kaya saja yang berhak sekolah di sekolah RSBI. 

Padahal yang namanya partisipasi orang tua itu hanya sebatas partisipasi dan berpatokan pada kemampuan serta kesanggupan untuk turut berpartisipasi. Selama ini belum ada anak yang dipaksa drop out hanya karena orang tuanya tidak ikut berpartisipasi, malah yang terjadi justru adanya subsidi silang antara kedua kelompok tersebut.

Kedua


Adanya kastanisasi dan dualisme sistem pendidikan juga menjadi wacana hangat. Ada kecemburuan seolah-olah sekolah publik non-RSBI tidak akan mendapat keistimewaan sebagaimana yang diperoleh sekolah berstatus RSBI.  Bukankah UUD 1945 telah menetapkan bahwa pemerintah berkewajiban untuk mengembangkan satu sistem pendidikan nasional? 

Meski diakui penyelenggaraan sekolah RSBI mengacu pada kurikulum dan tata kelola pendidikan di negara OECD berbeda dengan yang telah ada, namun itu tidak berarti akan melunturkan dengan serta merta  karakter kebangsaan Indonesia.

Ketiga


Adanya pengelompokkan murid berdasarkan kemampuan ekonomi di sekolah RSBI dan seolah-olah hanya anak pejabat dan murid kaya yang boleh menuntut ilmu di sekolah RSBI.

Ini sebenarnya hanya faktor kecemburuan sosial, karena pola berpikir masyarakat sudah dibentuk oleh iming-iming sekolah gratis ketika musim kampanye pemilihan kepala daerah. Jadi menganggap semua boleh gratis, padahal tidak ada yang murni gratis dalam kehidupan ini.

Terakhir


Ada kecurigaan korupsi dalam pengelolaan dana pendidikan di sekolah RSBI, hanya karena sekolah SD RSBI seperti di Jakarta bisa mengelola dana lebih dari Rp 3 milyar pertahun dan SMA RSBI di Jakarta bisa mengelola dana sebesar Rp 1,7 milyar setiap tahun yang berasal dari pemerintah seperti Block Grant RSBI, BOS, BOP dan dana pendidikan lain.

Kecurigaan yang terlalu dibesar-besarkan, bukankah akan lebih baik bila sekolah mengelola biaya pendidikannya sendiri secara langsung? Kenyataan yang terjadi bila dana tersebut dikucurkan dulu ke pemerintah daerah setempat dan masuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) dana tersebut malah akan semakin tidak jelas arahnya karena mungkin akan dialihkan ke sektor lain. 

Bila terdapat penyelewengan dalam pengelolaan dana pendidikan di sekolah RSBI kenapa ada pembiaran dari penegak hukum yang berwenang? Bukankah pengeloaan dana pendidikan di Indonesia sudah sedemikian transfaran? 

Kita patut curiga, mengapa sekolah RSBI sedemikian ngotot ingin dibubarkan oleh segelintir orang?  Bukankah akan lebih baik bila dilakukan upaya-upaya :
  1. Mempersiapkan sumber daya manusia aparatur pemerintah daerah yang akan merumuskan kebijakan operasional RSBI pada level kabupaten/kota
  2. Mempersiapkan sumber daya manusia kepala sekolah dan guru di masing-masing sekolah yang dijadikan pilot project RSBI,
  3. Meningkatkan kesiapan masyarakat yakni orang tua siswa yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah RSBI.

Thursday, June 14, 2012

Fungsi Penataran P4 di Masyarakat

Menggali Kepribadian Bangsa Yang Hilang


Kecerobohan pemerintah melalui MPR mencabut TAP MPR II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Eka Prasetya Pacakarsa) dan menggantikannya dengan mengeluarkan TAP MPR XVIII/MPR/1998 sangat disesalkan di masa kini. Bisa dipastikan hal itu dilakukan oleh anggota MPR yang tidak tahu sejarah Pancasila, atau mungkin mereka yang suka tertidur dan bermalas-malasan ketika mengikuti penataran P4 ketika masih duduk di bangku sekolah atau kuliah sehingga materi yang disampaikan penatar tidak mereka pahami.

Kaca sejarah merefleksikan bagaimana Bung Karno sendiri bahkan langsung memberikan kursus-kurusus Pancasila bagi para pejabat pemerintah dan mahasiswa kala itu, kemudian Pak Harto mengajarkan hal serupa melalui Penataran P4. Kendati terdapat perbedaan cara, mereka adalah orang yang betul-betul menjaga Pancasila.

Kegiatan Penataran P4, baik pola 25, 45 maupun 100 jam yang dilaksanakan di era itu bertujuan memasyarakatkan Pancasila secara baik, dan mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sila demi sila dikupas dan diuraikan dalam butir-butir yang kemudian dikembangkan lagi menjadi 45 butir.

Kalau saja sesal tidak selalu terlambat datangnya, penghapusan Penataran P4 pasti tidak akan dilakukan saat itu. Terbukti reformasi telah menjadikan pikiran bangsa Indonesia lebih liberalis dan salah jalan. Muncul tirani mayoritas, anarkisme, hedonisme, kapitalisme dan pelunturan kepribadian luhur bangsa Indonesia.

Keanehan terjadi ketika pemerintah bersama DPR membuat UU No. 27/2009 dengan malu-malu ingin memperbaiki kecerobohan itu, memasyaraktkan empat pilar utama negara yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Bukankah materi yang ditekankan pada Penataran P4 bahkan jauh lebih luas dari empat pilar tersebut?

Kenyataan yang harus diakui pemangku kekuasaan saat ini : Materi Penataran P4 bukan hanya Pancasila, terdapat juga materi lain seperti UUD 1945, GBHN, Wawasan Nusantara, dan materi lain yang berkaitan dengan kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme. Kalau Penataran P4 terksesan seperti sebuah indoktrinasi, itu karena materi Penataran P4 dibuat seragam di seluruh Indonesia agar Pancasila ditafsirkan sama di seluruh wilayah Indonesia.

Kembali menjadi bangsa Indonesia yang beradab dan berbudaya, menjunjung tinggi adat ketimuran seperti sopan santun, gotong royong, toleransi, bermusyawarah untuk mufakat, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui Penataran P4 apa salahnya? Semoga kita tidak terlambat menentukan sikap untuk membenahi hancurnya sendi-sendi kebangsaan akibat ekses negatif reformasi yang justru dilanggar oleh para pencetusnya sendiri, Amin Ya Robbal Alamiin....

BACA JUGA:
Selebriti Hanya Pemanis Politik Indonesia
Mencari Pemimpin Tangguh Pasca Reformasi
Grasi Corby Berpotensi Langgar Sumpah Presiden
Haruskah Papua Lepas Dari NKRI?
Feodalisme Gaya Baru dan Demokrasi Indonesia
Dekadensi Kepatuhan Sosial
Estafet Pancasila Antar Presiden

Wednesday, June 13, 2012

Selebriti Hanya Pemanis Politik Indonesia

Antara Memilih dan Tidak Memilih Adalah Hak


Tipikal masyarakat Indonesia yang kolektivisme berbeda jauh dengan corak individualisme yang berkembang di negara-negara barat. Model kolektivisme suatu masyarakat seperti di Indonesia sangat menekankan pada kultur kebersamaan.

Dalam situasi dan kondisi masyarakat yang demikian, simpati dan empati sangat mudah sekali muncul di tengah mereka ketika ada sosok yang dianggap lebih dari masyarakat kebanyakan. Seperti sosok selebritis misalnya, yang umumnya lebih menonjol  dari orang kebanyakan bila ditinjau dari aspek penampilan diri sehingga lebih mudah mendapat simpati dari masyarakat.

Kehadiran kaum selebriti di tengah-tengah partai sangat berpengaruh untuk mendongkrak suara. Maka tidak aneh bila partai-partai berlomba menggaet kaum selebriti tanpa mempertimbangkan aspek kualitas yang bersangkutan. Kaum selebriti benar-benar hanya sebagai pemanis politik belaka.

Kaum selebriti dianggap memiliki daya tarik dalam politik Indonesia sehingga mereka kerap dimunculkan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Bagaimanapun sebagai warga negara, kaum selebriti juga memiliki hak-hak politik yang sama seperti warga negara Indonesia lainnya. Mereka berhak maju sebagai calon bupati, walikota, gubernur dan bahkan presiden sekalipun.

Pada akhirnya, kebijakan ada pada publik selaku pemilih yang juga berhak untuk mementukan pilihan. Memilih atau tidak memilih mereka sama sekali. Jadi kitalah sesungguhnya yang paling menentukan, bukan kaum selebritis itu.

BACA JUGA:
Mencari Pemimpin Tangguh Pasca Reformasi
Mengenal Bela Diri Shaolin Wing Chun
Grasi Corby Berpotensi Langgar Sumpah Presiden
Haruskah Papua Lepas Dari NKRI?
Feodalisme Gaya Baru dan Demokrasi Indonesia
Dekadensi Kepatuhan Sosial
Estafet Pancasila Antar Presiden

Tuesday, June 12, 2012

Mencari Pemimpin Tangguh Pasca Reformasi

Pemimpin Berwawasan Kebangsaan!


Ketika bangsa-bangsa lain mengedepankan agenda demokrasi dengan melahirkan kepemimpinan muda seperti Clinton dan Barack Obama dari Amerika Serikat, atau Thailand dan Rusia yang tergolong berkomitment penuh pada kepemimpinan berusia muda. Saat ini elit politik di Indonesia lebih berorientasi mengejar kekuasaan yang berciri oligarkis dan sekadar menghabiskan tenaga untuk membela kelompok kecilnya walau terjerat berbagai kasus memalukan.

Kesulitan mencari pemimpin tangguh salah satunya karena kesalahan di tingkat elit politik yang tidak fokus pada agenda regenerasi kepemimpinan bangsa. Termasuk  tak adanya proyeksi menampilkan lapisan kaum muda guna memimpin bangsa. 

Seharusnya era reformasi membuka peluang untuk melahirkan para pemimpin bangsa yang tangguh sebagaimana Soekarno, Sjahrir atau Mohammad Natsir dimunculkan di masa lalu. 

Kalau saja kita mau menoleh pada kaca sejarah, kita akan menemukan bahwa Malaysia hampir sepenuhnya belajar tentang nasionalisme dari Indonesia. Semestinya pengalaman menjalankan demokrasi sejak Orde Lama sampai Orde Reformasi yang cukup panjang, tidak menyulitkan Indonesia menemukan basis pemimpinnya yang mampu membawa panji-panji nasionalisme bangsa.

Perkembangan demokrasi di Indonesia pascaera reformasi dinilai gagal melahirkan pemimpin tangguh dengan karakter nasionalisme yang diharapkan sehingga martabat nasional dan kesejahteraan rakyat sulit diupayakan.

"Akibat hal itu, posisi kesetaraan bangsa semakin melemah di antara negara lain. Oleh Malaysia saja kita kalah, baik dalam menunjukkan corak nasionalisme maupun gaya kepemimpinan bangsa yang dapat melindungi rakyat dan negaranya," menurut Syahganda Nainggolan, Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) di Universitas Krisnadwipayana Jakarta. (PR, 10 Mei 2012).

Monday, June 11, 2012

Mengenal Bela Diri Shaolin Wing Chun

Memukul Ibarat air Menetes di Batu


Terdapat dua versi penyebaran Wing Chun, beladiri Shaolin Selatan yang dikenal pecinta dunia beladiri kungfu. Kisah paling populer dimulai saat Ng Mui, seorang biksu perempuan Shaolin menciptakan jurus yang terinspirasi pertarungan bangau dengan ular yang dilihatnya, hampir empat abad lalu. 

Jurus-jurus itu oleh Ng Mui diajarkan kepada Yim Wing Chun, seorang gadis anak tukang perahu yang butuh bela diri efektif untuk menghajar seorang jenderal yang memaksa ingin menikahinya. Yim Wing Chun berhasil mengenyahkan sang jenderal dan bela diri ini berkembang dengan meminjam namanya yang berarti musim semi abadi. 

Versi yang lain, Wing Chun merupakan jurus-jurus gabungan sejumlah jawara kungfu asal Butong, Shaolin utara dan selatan serta sejumlah tempat di China yang bertemu di kuil Shaolin Selatan, saat kerajaan Manchuria menyerang China. Pertemuan para jawara dilakukan di aula Wing Chun untuk menemukan cara paling efektif  dan mudah dipelajari oleh rakyat untuk menghadapi invasi Manchuria.

Wing Chun merupakan bentuk bela diri dengan spesialisasi pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Pada bela diri Wing Chun, serangan dilakukan bersamaan dengan saat mematahkan serangan lawan. Jadi ketika lawan menyerang, menangkis lalu memasukkan pukulan ke arah lawan.

Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan koordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Gerakan Wing Chun selalu menghadap ke arah lawan dan bergerak mengikuti kemana lawan bergerak, dengan perhitungan siapa yang masuk duluan itu yang akan dikejar. Sekilas Wing Chun mirip dengan silat sunda, Maenpo.

Walau terus menyerang, tidak berarti Wing Chun memporsir tenaga. Wing Chun mengutamakan pula kecepatan dengan gerakan tangan tanpa tenaga besar namun banyak dan beruntun terus menerus yang berfokus pada satu titik. Seumpama tetesan air di batu yang membuatnya berlubang setelah beberapa lama.

Photo: Grand master of Wing Chun Kung Fu, William Cheung, 70, spars with his son Andrew, 19. Photo: John Woudstra, http://www.theage.com.au/national/melbourne-life/all-the-right-moves-20110119-19wp3.html#ixzz1xQJSsIdw

Sunday, June 10, 2012

Pria Minum Pil KB?

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin


Kalau selama ini yang mengonsumsi pil KB adalah kaum wanita, maka di masa depan bukanlah hal yang mustahil kalau justru para pria yang giliran harus minum pil tersebut. 

Lee Smith di Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Edinburg menemukan satu gen sangat penting dalam pembentukan sperma yang sehat dan bisa rusak karena sering berganti alat kontrasepsi dan obat penghambat sperma.

Pada percobaan dengan tikus, Lee menyimpulkan bahwa sperma bisa rusak oleh pil KB yang selama ini dibuat.  Dengan tambahan protein eksperimen ini bisa diterapkan kepada manusia dan aman untuk kesehatan sperma laki-laki. 

Efek pil KB hanya akan mempengaruhi sel sperma di tahap pembangunan sel sperma sehingga tidak menghambat tahap awal dan keseluruhan produksi sperma. Kunci pengembangan pil KB untuk pria ini adalah molekul spesifik dalam testis yang aman untuk produksi sperma.

Saturday, June 9, 2012

Tingkatkan Kreatifitas Anak Dengan Peta Pikiran

Jalan Terobosan Kreatif Baru


Kreatifitas pada diri seorang anak harus dioptimalkan oleh guru, orang tua atau orang dewasa di sekitarnya dengan penuh tanggung jawab dengan cara membantu anak berpikir liar dan bebas. Pikiran liar yang dimaksud lebih ke pikiran melihat jauh kedepan, bukan seperti yang dipahami sekarang yang lebih menuju ke pornografi.

Dengan berpikir liar anak akan bebas berimajinasi, walau imajinasi itu saat ini dianggap mimpi namun mungkin juga terwujud di masa depan. Potensi kreatif ini harus dirangsang sedemikian rupa agar berkembang lebih optimal dengan menuangkannya pada peta pikiran.

Peta pikiran adalah cara termudah yang secara kreatif dan efektif untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Peta pikiran membantu otak berpikir secara teratur, terstruktur alami yang memancar dari pusat.

Untuk membuat peta pikiran diperlukan kertas kosong tak bergaris, pena atau spidol berwarna, otak dan imajinasi. Berikut ini langkah-langkah yang dapat Anda praktekkan dalam membuat peta pikiran.
  1. Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar.
  2. Gunakan gambar atau photo untuk ide sentral, karena gambar melambangkan topik utama.
  3. Gunakan warna, karena bagi otak warna sama menariknya dengan gambar sehingga peta pikiran lebih hidup.
  4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya.
  5. Buatlah garis hubung yang melengkung.
  6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap cabang atau garis.
  7. Gunakan gambar, karena setiap gambar bermakna seribu kata.
Peta pikiran memberikan manfaat berupa pandangan menyeluruh pokok masalah dan area yang luas, mengumpulkan sejumlah data dan mendorong pemecahan masalah dengan terobosan kreatif baru. Bagi anak peta pikiran juga membantu dalam mengingat, mendapatkan ide, menghemat waktu, berkonsentrasi, mendapat nilai lebih bagus, mengatur pikiran dan hobi, media bermain, bersenang-senang dalam menuangkan imajinasi dan memunculkan kreatifitas.