Tuesday, July 31, 2012

Monopoli Kekuasaan Kartel Kedelai

Resah Gelisah Bangsa Pemakan Tempe dan Tahu



Kedelai mahal, tahu dan tempe langka, kemudian punah. Aku mungkin akan mendongengkan cerita tahu dan tempe pada anak-anakku kelak. (@primabodo, 12.05 PM -  26 Jul). 

Itulah kegundahan Gatot Priambodo yang di tulis di Twitter Indonesia, Kamis 26 Juli 2012. Gatot cemas kalau suatu saat kedua makanan rakyat itu punah. Padahal pemogokan oleh pengrajin tempe dan tahu itu direncanakan hanya berlangsung 3 hari saja dari tanggal 25 - 27 Juli 2012.

Pemogokan yang digagas Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia itu sebenarnya reaksi atas kenaikan harga kedelai yang terlalu tinggi. Kenaikan harga kedelai belakangan ini sangat membebani biaya produksi dalam pengadaan bahan baku.

Kisruh melonjaknya harga kedelai hampir tejadi setiap tahun. Sayangnya belum ada upaya pemerintah untuk membenahi kartel kedelai, atau memang kartel itu tak tersentuh? 

Memang keberadaan kartel kedelai itu tidak jelas. Namun, dikutip dari VIVAnews, impor kedelai dilakukan oleh empat perusahaan, masing-masing PT SB Tbk, CI, PT GCU, dan PT TI.

Keberadaan mafia kedelai sangat sulit dikesampingkan apalagi diberantas, karena kebijakan pemerintah hanya digulirkan dalam jangka pendek atau sebatas meredam gejolak. Seperti kebijakan pembebasan bea masuk kedelai dan mempersilakan koperasi mengimpor langsung kedelai. 

Praktik mafia kedelai secara umum sudah berjalan sejak tahun 1960-an, diwariskan dari generasi ke generasi sampai saat ini. Praktik ilegal tersebut bukan hanya diketahui pemerintah Indonesia tapi juga orang-orang yang berada di luar Indonesia. Buktinya Jonathan Agranoff, ahli tempe asal Inggris, mengetahui praktik ini.  

"Selama ini harga dikontrol oleh sekelompok kecil perusahaan swasta yang menjadi pemasok kedelai," kata Jonathan Agranoff dalam sebuah diskusi di Jakarta tanggal 18 Juli 2012 (PR, 30 Juli 2012).

Menteri Pertanian Suswono terang-terangan menuding importir kedelai sebagai biang keladi di balik tingginya harga kedelai di dalam negeri. Menurut Suswono, ulah importir kedelai yang mengambil keuntungan terlalu besar membuat harga kedelai di dalam negeri saat ini tetap tinggi. Padahal harga pasaran kedelai dunia kini sudah turun.

BACA JUGA:
Gagap Etiket Menghambat Karir
Dasar Hukum UKG 2012
Cara Merawat Mesin Motor Injeksi
Mengapa Sahur Penting Saat Puasa?
Penyebab Ketimpangan Ekonomi
Beda Sariawan dan Kanker Mulut
Kebocoran Tata Kelola Keuangan Negara

Monday, July 30, 2012

Berkarya Dari Balik Jeruji

Meniti Masa Depan Dalam Kemandirian



Tak ada yang istimewa dari penampilan Sandra Puspitasari (30) yang terlihat seperti pedagang biasa, sampai dia menyebutkan bahwa dia berasal dari warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bandung. Sandra hadir dalam kegiatan kemitraan, sosialisasi, dan promosi hasil karya warga binaan/napi Lapas Wanita yang berlangsung di Markas Kepolisian Sektor Arcamanik, Kota Bandung  pada 13 Juli 2012 lalu.

Sandra nampaknya berhasil menepis pandangan stereotip masyarakat yang cenderung negatif terhadap narapidana. "Barang-barang hasil karya ini semoga bisa menghapus pandangan negatif terhadap kami. Bahwa orang-orang yang menjalani hukuman pun memiliki keterampilan sebagai bekal hidup selepas dari lapas," katanya.

Harapan seorang Sandra sangatlah sederhana, setelah bebas nanti pemerintah bersedia memberikan modal usaha. Modal itu sangat diperlukan untuk memutus lingkaran setan kejahatan yang bermula dari keterasingan narapidana setelah bebas, mengingat masyarakat belum sepenuhnya menerima kehadiran mereka. Sehingga  selama ini keterasingan itu menjadi alasan bagi eks narapidana untuk menempuh jalan singkat, yakni kembali berbuat jahat.

Disunting dari feature Kehidupan, Bambang Arifianto, PR edisi 17 Juli 2012

BACA JUGA:

Sunday, July 29, 2012

Gagap Etiket Menghambat Karir

Ajining Raga Saka Busana, Ajining Diri Saka Lati



Keluarga adalah lembaga pertama yang bertanggung jawab mengajarkan etika dan etiket pada seorang anak, lembaga selanjutnya adalah sekolah dan masyarakat. Sayangnya saat ini etiket dan etika di kalangan pelajar sedikit-demi sedikit tergerus karena efek negatif globalisasi.

Anak remaja bukanlah orang dewasa mini yang bisa dibiarkan mencari sendiri kepribadian ketimuran di lingkungan mereka. Begitu banyak perubahan yang terjadi dalam lingkungan pergaulan sehingga etiket dan etika menjadi sulit dan bahkan gagal ditemukan. 

Sekolah yang hanya memiliki waktu 6 jam bukanlah jaminan seorang anak remaja akan mempunyai kepribadian, dibandingkan 10 jam lainnya yang banyak dilewati di lingkungan sekolah.  

"Harus ada kesadaran bersama, mulai dari keluarga untuk mengajari etika dan etiket kepada anak-anak mereka. Orang tua seharusnya ikut ambil bagian menjadi teman para anak-anak mereka. Kalau saja, orang tua tidak berhasil menjadi teman, dapat dipastikan lingkungan pergaulan akan membentuknya," kata Dra. Ursula Erna, Director Executive Perguruan Triguna Kota Bogor (Jurnal Bogor, 29 Juni 2012).

Etiket dan etika menjadi sangat penting ketika seorang anak memasuki dunia kerja, karena hal itu akan menjadi salah satu penunjang keberhasilan dalam karirnya. Tentu ada etiket yang berlaku ketika kelak ia harus berinteraksi dengan orang lain yang tidak boleh dilupakan, apalagi berinteraksi dengan orang penting. Bila lupa atau tak paham aturan main, konsekwensinya adalah menanggung malu dan dianggap orang yang gagap etiket.

Cheryl Cole (29) pernah merasakan hal itu ketika terlibat perbincangan dengan Pangeran Charles, calon Raja Inggris, dalam sebuah pertemuan. Penyanyi asal Inggris ini mengaku, kejadian yang menimpanya itu membuatnya sangat kikuk dan malu.

"Pertama kali berbicara dengan dia (Pangeran Charles) adalah dalam acara jamuan teh di Clarence House. Sebelumnya saya telah mempersiapkan segalanya dengan mengikuti pelajaran etiket dan tata cara berhadapan dengan beliau. Namun, saya lupa memanggil Pangeran dengan menyebutnya Charles saja," ujar Cheryl kepada majalah Grazia seperti dikutip telegraph.co.uk.

Untungnya, menurut Cheryl Cole kejadian tersebut tidak ditanggapi serius oleh sang Pengeran. Pangeran Charles konon malah tertawa-tawa dengan situasi yang terjadi di hadapannya. 


Catatan: Ajining raga saka busana, ajining diri saka lati (bahasa Jawa), bermakna seseorang akan dihargai karena perilaku dan tutur katanya.

Saturday, July 28, 2012

Dasar Hukum UKG 2012

UKG 2012 Secara Daring Lebih Efisien




Kementrian Pendidikan dan  Kebudayaan (Kemendikbud) bersikukuh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sudah cukup kuat dijadikan dasar hukum pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG).

"Tudingan bahwa UKG tidak memiliki dasar hukum itu tidak benar. UU No. 14 Tahun 2005 secara eksplisit mewajibkan guru memiliki kompetensi. Bagaimana mengetahui kompetensi itu, ya dengan melaksanakan ujian. Kamin pikir, dasar hukumnya sudah sangat jelas," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penjaminan Mutu Pendidik (BPSDMP2MP) Kemendikbud Syawal Gultom, Jum'at (27/7), di Jakarta (PR, 28 Juli 2012).

UKG penting bagi upaya pemerintah meningkatkan kualitas guru lewat pemetaan kompetensi. Berdasarkan hasil UKG, Kemendikbud akan menyelenggarakan tiga macam diklat bagi tiga kategori guru, yakni diklat dasar, diklat lanjut dan diklat pengembangan. 

Diklat dasar diperuntukkan bagi guru yang masih lemah dalam aspek dasar, diklat lanjut untuk guru yang kurang dalam perancangan pembelajaran, serta diklat pengembangan diperuntukkan bagi guru dengan kualitas relatif baik agar mampu menyusun materi pengajaran yang terbuka untuk umum dan bisa dijadikan contoh oleh guru-guru lainnya.


Pedoman UKG 2012 dan Kisi-kisi UKG 2012 klik di sini

Latihan On Line Uji Kompetensi Pedagogik klik di sini

Latihan UKG Online Guru SD  klik di sini

LIHAT VIDEO TUTORIAL UKG 2021  klik di sini

Sumber: PR, 28 Juli 2012

BACA JUGA:

Cara Merawat Mesin Motor Injeksi

Sekarang Bukan Zaman Mendorong Motor Mogok



Teknologi mesin telah berkembang sedemikian pesatnya dan menuntut perlakuan perawatan kendaraan yang berbeda dari masa ke masa. Sayangnya perkembangan teknologi itu tidak seiring dengan perkembangan kemampuan penggunanya dalam merawat mesin. Seperti teknologi mesin injeksi yang sedang tren saat ini yang kadang masih diperlakukan seperti mesin zaman dulu karena faktor kebiasaan.

Mesin injeksi zaman sekarang tidak perlu dipanaskan lagi seperti dulu dan bisa langsung dipakai untuk beraktivitas. Mesin zaman dulu harus dipanaskan karena dapur pacu generasi lama memiliki konstruksi posisi tegak sehingga aliran oli agar lancar perlu dipanaskan. Sedangkan mesin zaman sekarang memakai konstruksi rebah dan spesifikasi oli mesin terbaru adalah rata-rata 10/30 yang lebih encer, sehingga oli bisa mengalir di sela-sela mesin.

Cara kuno menghidupkan mesin dengan mendorong motor pada posisi gigi rendah, misalnya gigi 2 juga tidak berlaku lagi dan harus dihindarkan untuk mesin injeksi. Cara kuno tersebut hanya berlaku untuk mesin dengan dapur pacu berteknologi karburator.

Menurut Sarwono Edhi, Technical Training Development PT Astra Honda (AHM), menghidupkan mesin injeksi dengan cara didorong harus dihindari, karena bukan hanya menyebabkan kerja pompa bensin yang bertugas menekan dan menyemburkan bensin lewat injektor tidak aktif. Namun juga mengakibatkan sensor-sensor pendukung ECM tidak berfungsi semestinya. 

Perawatan dan pengecekan aki secara berkala dan mempertahankan kondisi aki tetap prima akan menghindarkan dari mogok di jalan. Ketika sepeda motor injeksi mogok, pemilik tidak harus mendorong seperti motor biasa karena sepeda motor injeksi dilengkapi kick starter yang bisa dipakai ketika aki kehabisan energi.

Selama lampu indikator di panel instrumen tidak memberikan sinyal 1 tanda sensor ada masalah, mesin injeksi masih bisa dihidupkan dengan menyelah kick starter berulang-ulang. Langkah ini dilakukan agar aki yang tekor bisa terisi setrum kembali. Aliran listrik yang disimpan akan membantu proses menghidupkan komponen FI dan sensor-sensornya.

Semoga pengetahuan sederhana ini membantu kelancaran perjalanan mudik Anda dengan sepeda motor injeksi. Gunakan perlengkapan keselamatan berkendara yang semestinya, patuhi rambu-rambu lalu lintas, dan sampai jumpa di kampung halaman. 

Sumber : Jangan Panaskan Mesin Injeksi Terlalu Lama - ovi, Otokir - PR, 13 Juli 2012

Friday, July 27, 2012

Mengapa Sahur Penting Saat Puasa?

4 Sehat  5 Sempurna 6 Halal 7 Toyib 




Kebutuhan gizi manusia saat berpuasa sama dengan kebutuhan gizi saat tidak berpuasa, namun banyak orang yang salah persepsi tentang hal ini sehingga mengakibatkan pola makan yang salah selama puasa. Kebanyakan orang cenderung makan sebanyak-banyaknya saat berbuka puasa karena menganggap kehabisan tenaga dan sebaliknya hanya makan sedikit di saat sahur karena mengantuk atau malas bangun.

Sebenarnya pada saat sahur pola makan sehat harus diterapkan, bahkan harus lebih lengkap dari menu sarapan. Sebisa mungkin makan sahur mendekati empat sehat lima sempurna yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. 

Alasan yang mendasari makan empat sehat lima sempurna di saat sahur, bahwa selama empat belas jam ke depan setelah sahur harus tersedia tenaga yang cukup dalam tubuh. Setidaknya konsumsi cairan harus cukup untuk memberikan cadangan agar tidak mengalami dehidrasi selama berpuasa. Sedangkan sarapan pagi hanya dipersiapkan untuk memenuhi cadangan tenaga dari lima hingga tujuh jam ke depan.

Puasa sebenarnya menyehatkan. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa berpuasa dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler pada manusia melalui penurunan rasio lingkar pinggang dan pinggul. Penelitian di Universitas Osaka Jepang tahun 1930 menyebutkan bahwa pada hari ke tujuh, daya tahan orang yang berpuasa meningkat karena jumlah darah putih bertambah.

Berpuasa, selain menahan lapar dan haus juga melatih pengendalian hawa napsu, termasuk emosi/marah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa marah selain menguras energi juga menghilangkan vitamin C dalam tubuh manusia dalam jumlah yang cukup banyak. 

Sebagian orang mengalami penurunan berat badan pada awal puasa dari 2 sampai 3 kg lantaran indeks asupan energi menurun. Maka pada saat berbuka, makanan yang manis seperti kurma dan kolak sangat baik bagi tubuh. 

Menurut Prof Dr Ir Ali Khomsan MS, Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (IPB), "Kurma mengandung 4,8 persen gula dan dapat menghasilkan 271 kkal energi. Kandungan kalium yang tinggi pada kurma sangat menguntungkan bagi jantung dan pembuluh darah. Kalium juga penting dikonsumsi oleh orang yang memiliki tendensi hipertensi. Mengkonsusmi kurma akan membuat denyut nadi semakin teratur dan otot-otot menjadi kontraksi, hal ini membantu menstabilkan tekanan darah." (PR, 26 Juli 2012).


BACA JUGA:
Penyebab Ketimpangan Ekonomi
Pentingnya Uji Kompetensi Guru
Beda Sariawan dan Kanker Mulut
Kebocoran Tata Kelola Keuangan Negara
Kemana Hak Prerogatif Presiden?
Ketua Umum Parpol Bukan Calon Presiden
Meraih Impian Dengan Buku Mimpi
Belajar Menata Indonesia Dari Negara Rwanda

Thursday, July 26, 2012

Penyebab Ketimpangan Ekonomi

Gagal, Tapi Tak Mau Disebut Gagal



Kesenjangan di negara kita terlalu lebar antara masyarakat perkotaan dan perdesaan. Pembiaran terhadap hal ini niscaya akan menyebabkan masyarakat di pelosok akan dilanda sikap apatis, tidak berinisiatif dan lemah motivasi.

Terdapat fakta kesenjangan yang nyata, pusat perbelanjaan dan hiburan di kota dijejali para pengunjung serta tempat parkir selalu penuh dengan mobil-mobil mewah. Termasuk juga rumah makan besar dan mewah juga tak pernah sepi pengunjung untuk menghabiskan ratusan ribu bahkan jutaan rupiah uang mereka dalam rangka memenuhi hasrat konsumerisme.

Sementara itu, masyarakat di pelosok desa dilanda kesusahan dan kesulitan walau hanya untuk kebutuhan paling pokok. Tenaga dan pikiran mereka terkuras habis hanya untuk berpikir apakah esok hari mereka masih bisa makan atau tidak. Masyarakat desa bukanlah tidak bekerja, mereka telah bekerja demikian keras tanpa mengeluhkan kebijakan negara yang tidak berpihak dan melindungi mereka.  

Salah satu faktor timbulnya kesenjangan yang dalam antara masyarakat kota dan desa adalah bias kebijakan pemerintah terhadap masyarakat desa. Dukungan kebijakan untuk membangun perkotaan, perusahaan-perusahaan dan industri-industri bersekala besar sangat tinggi berbanding terbalik dengan dukungan kebijakan pada peningkatan kapasitas dan kualitas ekonomi perdesaan. 

Terlalu besarnya dukungan kebijakan pada perekonomian perkotaan dan minimnya dukungan pada perekonomian perdesaan mengakibatkan ekonomi tumbuh secara timpang. Bila di kota ekonomi tumbuh, maka di desa ekonomi stagnan. Hal tersebut berakibat  pada pertumbuhan ekonomi secara semu (apparent growth) yang tidak berkualitas, yang tidak mampu memberikan lapangan kerja yang merata dan berkesinambungan.

Pemerintah terlalu banyak membangun simbol-simbol dan mercusuar ekonomi global dalam rangka meningkatkan kepercayaan dunia luar tetapi lupa membangun kepercayaan rakyat sendiri.  Salah kaprah pemerintah dalam kebijakan ekonomi adalah akibat mahalnya biaya politik di setiap level kekuasaan. Hampir di semua pemerintahan daerah, alokasi APBD untuk pembangunan ekonomi desa selalu lebih kecil daripada alokasi untuk biaya pemilukada.

Uang rakyat lebih banyak dihamburkan untuk pertarungan politik daripada untuk pembangunan ekonomi. Bayangkan saja, dua tahun sebelum perhelatan politik dilaksanakan, para kepala daerah dan kontestan lainnya berlomba mengeluarkan biaya kampanye yang jumlahnya lebih dari cukup untuk memperbaiki jalan-jalan rusak di pedesaan. 

Berdasarkan daftar Indeks Negara Gagal (Failed States Index) 2012, negara kita berada dalam urutan 63 dari 178 negara, dengan tiga indikator kegagalan yaitu HAM dan penegakan hukum, tekanan demografi dan protes kelompok minoritas. 


BACA JUGA:
Pentingnya Uji Kompetensi Guru
Beda Sariawan dan Kanker Mulut
Kebocoran Tata Kelola Keuangan Negara
Bagaimana Mencegah Bau Kaki?
Kemana Hak Prerogatif Presiden?
Ketua Umum Parpol Bukan Calon Presiden
Meraih Impian Dengan Buku Mimpi
Belajar Menata Indonesia Dari Negara Rwanda
Bagaimana Merampas Harta Koruptor?

Wednesday, July 25, 2012

Pentingnya Uji Kompetensi Guru

Upaya Peningkatan Sumber Daya Manusia



Tidak tercantum dalam undang-undang dan dinilai mengada-ada sehingga pelaksanaanya akan diboikot sebagian organisasi guru dan bahkan di PTUN-kan, itulah uji kompetensi guru (UKG). Mengapa UKG demikian meresahkan? Ada apa dengan para guru kita?

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengakui masih rendahnya kualitas para guru. Meski telah ada sejuta lebih guru tersertifikasi, masih banyak datang keluhan mengenai kompetensi dan kinerja mereka. Melaui uji kompetensi awal (UKA) tahun ini diketahui rata-rata nilai kompetensi para guru di Indonesia masih rendah, yaitu 42 dari nilai maksimal 100.

"Kompetensi para guru belum memadai. Kalau kualitas para pengajarnya seperti itu, bagaimana mau mengajar para peserta didik?" kata Musliar Kasim, (PR, 16 Juli 2012).

Fakta tersebut menjadi landasan bagi Kemendikbud untuk tetap bersikukuh menjalankan uji kompetensi guru (UKG) yang diperuntukkan bagi seluruh guru tanpa kecuali. Termasuk mereka yang telah disertifikasi.

Selanjutnya Musliar Kasim mengemukakan, "yang disasar bukan mereka yang sudah bagus-bagus, tetapi mereka yang masih memiliki nilai rendah. Dengan uji komptensi guru, kita punya peta kompetensi. Lewat peta itulah, berbagai program peningkatan kualitas nantinya akan dirancang."

Teqip (Teacher Quality Improvement Pragamme) merupakan program peningkatan kualitas guru yang digagas Universitas Negeri Malang (UM) dan PT. Pertamina sejak tiga tahun lalu. Tahun ini sebanyak 828 guru dari daerah-daerah teringgal di Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara mendapatkan pelatihan dengan biaya tersalurkan mencapai Rp 13 miliar. Hingga akhir tahun 2011 lalu, tercatat sudah 1.037 sekolah terimbas program ini dengan jumlah guru yang telah dilatih mencapai 9.775 orang.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Suparno mengungkapkan, selain program sertifikasi dari pemerintah, program-program pelatihan guru tetap dibutuhkan untuk menjamin kualitas guru, terutama mereka yang bertugas di daerah tertinggal. 


Pedoman UKG 2012 dan Kisi-kisi UKG 2012 klik di sini

Latihan On Line Uji Kompetensi Pedagogik klik di sini

Latihan On Line Uji Kompetensi Profesional klik di sini

LIHAT VIDEO TUTORIAL UKG 2021  klik di sini




Sumber Gambar : mts - http://buanasumsel.com/depdiknas-perlu-uji-kompetensi-guru/

BACA JUGA: 

Tuesday, July 24, 2012

Beda Sariawan dan Kanker Mulut

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati




Kanker pada mulut, pipi, lidah dan laring dapat dipicu oleh zat karsinogen dan bahan-bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam rokok. Gejala fisik pada kanker tersebut sepintas nampak tidak berbeda dengan sariawan.

Sariawan atau stomatis aftosa adalah satu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka. Luka di mulut itu umumnya berupa bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Kendatipun tidak mematikan, namun sariawan bisa merupakan pertanda kanker mulut dan tenggorokkan.

Dr. Achmad Hudoyo Sp.PK, dokter sepesialis paru-paru Rumah Sakit Persahabatan Jakarta mengemukanan, "sariawan yang tidak menimbulkan rasa sakit merupakan salah satu gejala kanker mulut dan tenggorokkan."

Pengobatan kanker mulut dan tenggorokkan dapat dilakukan melalui operasi, namun sangat beresiko karena dapat menghilangkan kotak suara pada tenggorokkan. 

Menurut Dr. Achmad Hudoyo, kita harus bersyukur bila sariawan kita menimbulkan rasa sakit, karena itu berarti bukan kanker. 

Monday, July 23, 2012

Kebocoran Tata Kelola Keuangan Negara

Budaya Mikul Duwur Mendem Jero Pada Pelaporan 



Keuangan negara saat ini belum dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Pengabaian terhadap ketaatan pada aturan tersebut berakibat dengan mudahnya dapat dijumpai penyimpangan hingga berpotensi merugikan keuangan negara karena terjadi kebocoran.

Sejumlah aturan tentang pengelolaan keuangan negara sebenarnya sudah sangat memadai, seperti : Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, serta Permendagri No. 59 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Lainnya.

Laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tahun anggaran 2011, yang dilaporkan ke DPR beberapa waktu lalu terdapat kasus senilai Rp 11,83 triliun merupakan temuan kerugian, potensi kerugian dan kekurangan penerimaan.

Ahli hukum tata negara Prof Asep Warlan mengatakan bahwa ada tiga hal yang menyebabkan laporan keuangan daerah atau pemerintah masih jauh dari harapan. 

Pertama, kapasitas pengelola keuangan daerah memang tidak memadai. Artinya, sumber daya yang menangani keuangan di daerah itu kualitasnya masih rendah. Bisa karena orang baru atau tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau keahliannya.

Kedua, adanya kebocoran yang dilakukan oleh atasan atau pemangku jabatan. Karena kebocoran tersebut, lalu kesulitan untuk mempertanggungjawabkan. Adanya problem yang tidak bisa dilaporkan, karena penggunaan keuangan oleh pimpinan mereka. Kondisi itu menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak benar.

Ketiga, kesulitan dalam menyampaikan laporan keuangan daerah atau pemerintah. Kondisi yang penyebab pelaoran keuangan belum banyak yang akuntabel.

Refensi : Laporan Khusus- PR, 14 Juli 2012

Saturday, July 21, 2012

Bagaimana Mencegah Bau Kaki?

Bau Bukanlah Masalah, 
Namun Dapat Mengurangi Rasa Percaya Diri



Ketika Anda bertandang ke rumah orang lain, pasti suasananya sangat berbeda dengan di rumah sendiri. Adakalanya Anda terpaksa melepas sepatu karena tuan rumah mencontohkan demikian atau lantai rumah yang memang dikondisikan untuk diinjak tanpa sepatu. 

Tanpa sepatu atau alas kaki mungkin bagi sebagian orang bukanlah suatu masalah. Namun ketika muncul bau yang tidak sedap dari kaki tentu diri Anda akan dihinggapi rasa tidak percaya diri untuk berada di lingkungan yang menuntut Anda tanpa sepatu.

Bau kaki terjadi akibat pertumbuhan bakteri dan jamur pada kaki yang lembab karena terus berkeringat. Cara mengatasi masalah seperti itu tidaklah terlalu sulit, ikuti saja 5 langkah mencegah bau kaki seperti dikutif dari prevention, Rabu 17 Juli 2012. 

1. Jaga kaki tetap kering
Cara terbaik untuk mencegah kaki Anda mengeluarkan bau yang tidak sedap adalah menjaganya agar tetap kering. Setelah mandi, keringkan kaki Anda dengan handuk, terutama pada sela-sela jari kaki. Anda dapat menaburkan bedak anti jamur pada kaki agar tetap kering dan mencegah bau kaki akibat pertumbuhan jamur.

2. Pakai kaus kaki
Kaus kaki bukan hanya kebutuhan fashion semata, tetapi fungsinya untuk menyerap keringat pada kaki. Ketika Anda mengenakan sepatu tanpa kaus kaki, keringat akan terjebak diantara jari kaki dan menyebabkan pertumbuhan jamur penyebab bau kaki.

Jika Anda tidak dapat mengenakan kaus kaki, gunakan antiperspirant di bawah kaki dan di antara jari-jari kaki sebelum Anda berkativitas di luar rumah. Tujuannya untuk mencegah tumbuhnya jamur karena kondisi kaki yang lembab akibat keringat.

3. Taburkan bedak di sepatu
Taburkan bedak pada bagian dalam sepatu Anda sebelum atau setelah digunakan. Sepatu yang disimpan dalam rak juga bersifat lembab, sehingga akan menimbulkan bau kaki ketika Anda memakainya. Selain itu rajinlah mencuci sepatu agar bakteri dan jamur tidak menghuni sepatu Anda.

4. Rendam kaki dengan minuman beralkohol
Jika bau kaki tidak kunjung pergi, coba rendam kaki ke dalam minuman keras. Konsepnya sama dengan menggunakan alkohol sebagai antisptik dan pengeringan, sehingga dapat membasmi jamur dan bakteri penyebab bau kaki dan mengeringkan kelembaban yang memungkinkan organisme tersebut tumbuh kembali.

5. Kunjungi dokter Anda
Jika keringat yang keluar dari kaki Anda tidak dapat dikendalikan dan bau kaku makin parah, segera temui dokter Anda. Dokter biasanya menyarankan Drysol untuk Anda, yaitu resep anti keringat dalam bentuk rol bola khusus yang diformulasikan untuk mengurangi jumlah keringat pada kaki Anda.

BACA JUGA:
Aturan Naik Kereta Api
Rahasia Kecantikan Rachel Weisz
Presiden Tidak Bisa Digugat Karena Grasi?
Kembalikan Fungsi Trotoar
Ideologi Bancakan Partai Politik
Kemacetan Pemicu Pelanggaran
Kolusi Solusi Kasus Korupsi
Boneka Cantik dari Kaus Kaki

Kemana Hak Prerogatif Presiden?

Ketegasan Itu Telah Menguap




Kapanpun bila dipandang perlu sebenarnya Presiden dapat menggunakan hak prerogatifnya untuk mengganti menteri yang dinilai tidak mampu bekerja dengan baik. Faktanya, presiden lebih berat pada rasa tidak enak dan rasa hormat pada partai koalisinya seperti selama ini. 

Menurut Ketua DPP Partai Golkar Hadjrianto Tohari sebagai mana dilansir VIVAnews 20 Juli 2012, presiden punya kewenangan penuh atas menteri-menteri sebagai pembantunya. Dengan demikian, menurutnya, presiden tidak perlu meminta menterinya mengundurkan diri.

Tidak adanya ketegasan dari presiden untuk meminta menterinya mundur dan hanya melempar sindirian-sindiran kepada menteri agar jangan terlalu sibuk mengurusi partai politik justru memberikan kesan bahwa Presiden SBY sebenarnya menghendaki adanya reshufle di kabinetnya. 


Sayangnya tak satupun menterinya yang dengan cerdas menangkap isyarat dengan mengajukan undur diri. Walau berkali-kali Presiden SBY memberi opsi pada menteri-menteri dari partai politik: Tetap di pemerintahan atau kerja politik. "Bagi saudara yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik, parpol manapun, saya persilakan baik-baik untuk mengundurkan diri," kata Presiden SBY - VIVAnews, 20 Juli 2012.

Dalam kapasitasnya sebagai presiden semestinya SBY tidak menggunakan bahasa halus sesuai adat ketimuran atau dengan sindiran meminta menteri mundur dari kabinet. Presiden harus secara tegas dan berwibawa menggunakan hak prerogatifnya seperti ketika mengeluarkan grasi untuk Corby beberapa waktu lalu. 

Friday, July 20, 2012

Ketua Umum Parpol Bukan Calon Presiden

Dicari Pemimpin Muda dan Bersih!



Kini terbuka prospek baru bagi Gubernur yang berprestasi memimpin provinsinya untuk berharap bukan sebatas diangkat menjadi menteri dalam kabinet yang akan disusun oleh presiden terpilih, namun juga berpotensi mencalonkan dirinya sebagai presiden. 

Bercermin pada Pilkada DKI Jakarta yang membuka peluang kemenangan pasangan Jokowi-Ahok, terlihat jelas bahwa pemimpin di daerah yang berprestasi memiliki kesempatan untuk menawarkan keberhasilannya tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, bukan sebatas di daerahnya saja melainkan di daerah lain.

Sebenarnya di negara-negara yang sistem demokrasinya sudah baik, proses seperti itu merupakan hal biasa. Seperti calon-calon presiden di AS biasanya adalah mantan senator atau mantan gubernur. Fakta seperti ini merupakan tantangan baru bagi parpol dengan mengubah paradigma bahwa calon presiden adalah monopoli ketua umumnya. Pertanyaan peting yang harus digaris bawahi, beranikah kita mencobanya dalam pilpres 2014?

Tudingan macetnya kaderisasi di tubuh parpol selama ini dialamatkan pada anggapan bahwa ketua umum adalah satu-satunya sosok yang memiliki otoritas untuk diusung. Sayangnya, kebiasaan mengusung ketua umum itu berlaku di semua tingakatan, dari pusat sampai daerah. Padahal tugas utama pemimpin parpol adalah menominasikan kader terbaiknya, bukan memaksakan dirinya sendiri. 

Tokoh-tokoh muda yang bersih dan berprestasi di bidang apa pun ditantang untuk terus menyuarakan aspirasinya, bukan semata untuk meraih kekuasaan melainkan untuk menunjukkan kepada rakyat bahwa negara sedang diurus dengan cara yang benar. Tidak perlu lagi ada penghamburan uang untuk membuat baliho atau pembagian uang recehan atau bahkan iming-iming palsu dalam balutan kemunafikan kepada rakyat. 

Kini sudah saatnya kader-kader parpol bersepakat melepas tradisi mengandalkan kekuatan uang sebagai faktor penentu kepemimpinannya, karena kenyataan tak terbantahkan bahwa rakyat sudah semakin kritis. 


Thursday, July 19, 2012

Meraih Impian Dengan Buku Mimpi

Berani Meraih Mimpi Menggapai Masa Depan




Tiap orang pasti memiliki mimpi yang ingin diwujudkan menjadi kenyataan dalam kehidupannya. Mungkin saja saat inipun Anda sedang dalam proses mewujudkan mimpi itu. Namun, sejauh apa upaya yang telah Anda lakukan? 

Tidak ada salahnya bermimpi dan memang itu diperbolehkan bagi siapa pun. Bermimpi dalam arti berharap atas sesuatu hal dan bukan bermimpi ketika tidur lelap dapat membuat hidup menjadi lebih terarah. Hukum Low of Atraction (LOA) menyatakan, apa yang kita pikirkan itulah yang dunia berikan. Kunci utamanya adalah kepercayaan untuk meraih kesuksesan. 

LOA dalam meraih kesuksesan mengandalkan kinerja otak yang secara langsung diperintahkan mengambil kesuksesan. Selain LOA, kita memerlukan do’a yang disertai upaya dalam kesungguhan untuk mewujudkannya. Manusia secara sadar percaya bahwa ada kekuatan yang dapat menghubungkannya dengan Tuhan mereka yaitu do’a. 

LOA dan do’a adalah kunci utama untuk meraih kesuksesan dan meraih mimpi. Kita sadar bahwa kita tidak akan berubah hanya dengan berpangku tangan, jadi mimpi itu harus dikejar untuk diwujudkan. 

Tulislah mimpi-mimpi Anda dalam sebuah buku, dan cantumkan kapan estimasi waktu mimpi itu harus terwujud. Jangan lupa tulis juga tindakan nyata dengan kerja keras seperti apa yang harus Anda lakukan, karena tanpa itu mungkin Anda bukan sedang bermimpi tapi sedang berkhayal. 

Wednesday, July 18, 2012

Belajar Menata Indonesia Dari Negara Rwanda

Kini Saatnya Berbuat Bukan Lagi Saat Berbual



Kalau Rwanda berani mendeklarasikan diri sebagai Singapuranya Afrika, tentu Indonesia yang paling dekat dengan Singapura semestinya bisa lebih dari itu. Kita tidak bisa menutup mata kalau banyak pengusaha kaya Indonesia yang memilih Singapura sebagai surga investasi ketimbang memilih memajukan negerinya sendiri, atau banyaknya artis-artis papan atas kita dan anak-anak pejabat yang juga memilih Singapura sebagai surga belanja.

Pernyataan Paul Kagame, bahwa Rwanda  kini dikatakan sebagai Singapuranya Afrika tentu bukanlah omong kosong belaka. Delapan belas tahun setelah tragedi perang sipil dan Genosida, Rwanda bangkit menatap masa depan mengejar pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Afrika Selatan yang berkembang pesat. Pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan perkembangan pariwisata begitu di seluruh  Rwanda.

Paul Kagame menyatakan, seorang pemimpin atau presiden yang terpenting bukan popularitas tetapi harus dinilai dari yang telah diperbuat dan diberikan untuk negeri yang dicintai. Kagame sejak disumpah menjadi presiden sejak 24 Maret 2000 melakukan transformasi besar-besaran. 

Hal pertama yang dilakukan Paul Kagame adalah menghapus ingatan publik tentang masa lalu Rwanda yang kelam yaitu Genosida. Lebih jauh dari itu, Kagame melakukan reformasi birokrasi dan perang melawan penyakit yang membuat negara kolaps, yaitu korupsi para pejabat. Kemudian Kagame juga melakukan transformasi mendasar dengan memperbaiki pelayanan-pelayanan asasi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan dan perbaikan ekonomi. 

Dalam bidang politik, Rwanda menanamkan prinsip-prinsip demokrasi untuk menghindari  perebutan kekuasaan, junta militer dan penyimpangan kekuasaan yang depostik. Freed Zakaria, narasumber Presiden Rwanda dalam The Future of Freedom (2005) mengatakan, guna demokrasi salah satunya dapat menghindarkan negara dari kekuatan-kekuatan tiranik dan fanatik yang mencoba menguasainya dengan cara-cara inkonstitusional.

Indonesia dengan sumber daya alam yang melimpah ruah mendukung sumber daya manusia yang terdidik bisakah sejajar dengan Singapura atau paling sedikitnya Rwanda? Atau malah kita hanya akan sibuk mengurai benang kusut korupsi yang tidak ditemukan ujung pangkalnya? 

Sejak reformasi 1998 atau 14 tahun sejak aksi heroik mahasiswa dan seluruh elit politik pendukungnya, negeri besar Indonesia masih juga tertatih-tatih. Arah kebijakan pemerintah masih belum jelas, baik dari sektor industri, pariwisata, ekonomi, sosial, politik, nyaris belum membuahkan apapun dan sepertinya cenderung berjalan di tempat.

Indonesia memang telah belajar dari Singapura, bagaimana negeri itu melakukan penetrasi pembangunan yang terkonsentrasi. Penetrasi pembangunan Singapura yang pertama dilakukan ialah menjadikan negeri itu sebagai negeri jasa, lalu meningkat ke perdagangan, pariwisata dan lain-lainnya. Namun, seperti Kagame bilang, itu saja tidak cukup, karena yang terpenting, adanya kemauan (willingness dari pemimpinnya untuk turun ke lapangan, bekerja keras, melipat baju, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan pemimpin yang pandai melakukan retorika tetapi kosong makna serta tindakan.   

Referensi : Rwanda, Singapuranya Afrika - Ismatullah Nu'ad - PR, 14 Juli 2012

Tuesday, July 17, 2012

Bagaimana Merampas Harta Koruptor?

Korupsi Memang Menggoda Iman




Korupsi akhir-akhir ini sudah dipandang sebagai praktik lumrah, hal itu terlihat dengan mencuatnya kasus demi kasus secara terbuka ke ruang publik. Anehnya tidak ada efek jera yang ditimbulkan bagi mereka yang diindikasikan bahkan terbukti korupsi, mereka masih bisa tertawa dan tebar pesona.

Sudah banyak koruptor yang dihukum namun tidak membuat praktik menggarong uang rakyat mereda sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) memandang perlunya efek jera bagi pelaku korupsi. Korupsi tidak selalu menggejala di ruang gelap serba nista, ternyata di ruang terang benderang bahkan di sebuah lembaga yang dinilai (mesti) bersih terjadi juga. Terlepas dari sisi politis, publik disuguhi berita telah terkuaknya kasus korupsi pengadaan Al Qur'an di Kementrian Agama yang menyeret tersangka dari anggota parlemen pusat.

Praktik pencucian uang (money laundering) hanyalah salah satu cara melakukan penyamaran atau penyembunyian uang hasil korupsi. Maka, wacana pemiskinan koruptor menjadi terobosan dalam semangat baru penegakkan hukum. Pencucian uang adalah bentuk pencurian sehingga harus dihukum berdasarkan peradilan yang berlaku.

Pemiskinan koruptor diharapkan lebih efektif membasmi korupsi di Indonesia dan membuat orang berpikir ulang sebelum korupsi karena saat dijatuhi hukuman dapat jatuh miskin dibanding sebelum korupsi. Ijtima Alim Ulama Nasional di Kabupaten Tasikmalaya memutuskan harta hasil korupsi harus dirampas negara yang dimanfaatkan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. Perampasan harta korupsi itu tidak mempengaruhi hukuman yang akan dijatuhkan saat di pengadilan.

Perlakuan terhadap aset pelaku tindak pidana korupsi dikategorikan menjadi tiga jenis:

Pertama
Aset pelaku tindak pidana korupsi yang terbukti berasal dari tindak pidana korupsi bukan milik pelaku. Aset tersebut harus dirampas dan diambil oleh negara, sementara pelakunya dihukum.

Kedua
Aset pelaku tindak pidana korupsi yang terbukti bukan berasal dari tindak pidana korupsi tetap menjadi milik pelaku dan tidak boleh dirampas untuk negara.

Ketiga
Aset pelaku tindak pidana korupsi yang tidak terbukti berasal dari tindak pidana korupsi tetapi juga tidak bisa dibuktikan aset tersebut adalah miliknya, harus diambil oleh negara.


Referensi : Tajuk Rencana Harian Pikiran Rakyat, (Selasa, 3 Juli 2012) 

Monday, July 16, 2012

Masih Ada Perpeloncoan di MPLS Murid Baru

Titik Simpang dari Tujuan Mulia



Ternyata pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masih saja dapat dijumpai tugas pada siswa baru yang mau tidak mau terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh orangtua siswa. Bentuk perintah tugas tersebut biasanya semacam teka-teki yang harus dipecahkan oleh siswa baru di SMP dan SMA/SMK.

Akibat adanya tugas semacam itu banyak orangtua yang harus ikut pusing mencarikan solusi baik berupa pikiran maupun biaya tambahan. Tentu saja kegiatan semacam ini menjadi beban ekonomi orangtua siswa khususnya mereka yang kurang mampu. 

Pada program MPLS memang tidak tercantum pemberian tugas seperti itu dan lebih bersifat improvisasi dari siswa senior di lapangan. Namun bila dicermati kegiatan semacam itu bisa dihitung besaran anggaran yang harus dikeluarkan orangtua antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Bagi siswa dari keluarga menuju sejahtera (miskin) biaya tersebut dapat digunakan untuk ongkos atau membeli buku.

Sebenarnya MPLS dilaksanakan untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah agar mereka lebih cepat beradaptasi. Materi yang disajikan biasanya mulai dari hal umum sampai kegiatan ekstra kurikulier di sekolah. 

MPLS berkembang menjadi perpeloncoan ketika pada pelaksanaannya terselip unsur penekanan, penghinaan, penugasan dan pembebanan secara ekonomi pada orangtua siswa. Bahkan sampai ada atribut yang menggambarkan kesemrawutan seperti rambut dikuncir, pakaian compang-camping, tas diganti karung beras, memakai tali sepatu plastik rapia, mengenakan topi koran dan berguling di tanah. Jelas kegiatan itu bila dilaksanakan tidak mengarah pada peningkatan mutu dan harus segera dihentikan.

Sunday, July 15, 2012

Meditasi Untuk Mengatasi Macet

Belajarlah Dari Sana, dan Kau Akan Menemukan



Kemacetan yang terjadi di hampir semua jalan tidak peduli jalan tol sekalipun tentu membuat emosi pengendara melonjak tinggi. Banyak cara yang ditempuh para pengemudi untuk bisa mengatasi situasi yang menjemukan seperti itu dengan memutar musik, bernyanyi atau kegiatan lainnya.

Berbeda dengan yang dilakukan kebanyakan orang yang kadang melampiaskan kemacetan pada kemarahan yang sia-sia, maka Sophia Latjuba hanya melakukan meditasi sederhana untuk mengatasi kesuntukan situasi seperti itu. 

"Bosan dengan kemacetan sepertinya tidak menjadi masalah buat saya. Saya hanya cukup melakukan meditasi sederhana di dalam kendaraan saya," kata Sophia Latjuba seperti dikutip dari detikOto.

Sophia Latjuba melakukan meditasi dalam mobilnya, dan mampu mengendalikan emosi dalam tubuhnya hanya dengan  mengatur ritme pernafasan saat meditasi. 

"Saya hanya cukup duduk dengan tenang, mematikan semua musik dan lain-lainnya. Saya membuat relaks tubuh saya, saya mengatur ritme pernafasan dan melakukan gerakan kecil. Dan itu membuat saya nyaman saat macet," kata Sophia Latjuba.

Saturday, July 14, 2012

Aturan Menutup Tempat Hiburan Selama Puasa

Hidup Rukun Itu Indah



Tempat hiburan selama bulan Ramadhan diharapkan tutup sebulan penuh untuk menciptakan suasana tentram, nyaman dan khidmat bagi umat muslim selama menjalankan ibadah puasa 1433H. Ketentuan tentang hal itu biasanya berlaku sejak H-3 sebelum memasuki bulan puasa hingga H+3 setelah Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

Penutupan tempat hiburan seharusnya dilakukan secara sadar oleh pemilik tempat hiburan tersebut tanpa menunggu adanya sosialisasi atas terbitnya surat keputusan pejabat berwenang dalam bidang itu seperti selama ini. Bukankah bulan Ramadhan itu datang dan berulang setiap tahun? 

Ketentuan penutupan tempat hiburan selama bulan Ramadhan berlaku bagi semua tempat hiburan seperti diskotik, karaoke, sanggar diskotik, panti pijat, live musik, dan tempat penyelenggara permainan biliar. Sanksi akan dikenakan pada pemilik tempat hiburan yang membandel dari pemerintah, mulai dari teguran sampai pencabutan tempat ijin usaha. 

Selama bulan Ramadhan pemilik tempat hiburan harus menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Sanksi dari masyarakat atas keegoisan pengusaha tempat hiburan yang tidak toleran tentunya lebih tidak dapat dikompromi lagi, biasanya lebih dari sekedar sanksi moral dan sosial tapi kadang menjurus pada hal-hal yang bersifat anarkis. 

Memasuki bulan suci Ramadhan, mari kita ciptakan kehidupan rukun dan damai. Semoga Indonesia tetap kokoh dalam persatuan yang dilandasi keragaman agama, tradisi, adat dan budaya.

Friday, July 13, 2012

Harus Ada Aturan Pembuatan Ritel Moderen

Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri



Kalau pemerintah pemerintah terlambat membuat UU yang mengatur tentang keberadaan Ritel Moderen, niscaya tidak lama lagi akan terjadi kanibaliasi bisnis di Indonesia. Dampak buruk yang terjadi pada iklim usaha akan tidak menggairahkan ritel-ritel kecil karena pada akhirnya mereka akan tergilas oleh ritel-ritel yang lebih besar. Tentu dengan persaingan yang ada menjadi tidak seimbang baik dalam bidang manajemen atau pun permodalan.

Kini praktek kanibalisasi bisnis sudah mulai tercium, banyak bermunculan ritel besar bertarap nasional dan internasional. Indonesia secara umum menjadi sasaran para peritel moderen bertarap internasional.

Persoalan tersebut tidak dapat dibiarkan sampai banyak ritel-ritel kecil menjadi korban. Apa yang akan terjadi jika peritel sekelas Carrefour dan Hypermart dibiarkan melebarkan sayapnya tanpa kontrol pemerintah? Tidak mustahil pasar-pasar tradisional yang selama ini menjadi denyut nadi  ekonomi rakyat akan gulung tikar. Sudah ddapat dipastikan, pasar atau ritel-ritel kecil akan bangkrut dan mengobarkan banyak karyawan.

Sampai saat ini belum ada peraturan tegas dan komitmen dari pemerintah menetapkan UU Ritel Moderen. Ritel-ritel moderen yang sudah terlanjur berdiri seharusnya bisa mengakomodir keberadaan  ritel-ritel kecil dan menengah dalam bentuk arahan dan pemberian porsi kegiatan ekonomi. Namun yang terjadi saat ini justri yang besar menggilas yang kecil, yang notabene tidak bisa bersaing dengan ritel besar. Terjadilah kanibalisasi bisnis yang harus segera diantisipasi pemerintah dengan menetapkan UU Ritel Moderen.

Kita mempunyai Batam sebagai FTZ, sebagai kawasan percontohan ekonomi. Namun kita tidak dapat menutup mata bahwa perdagangan bebas juga perlu kontrol supaya produksi dalam negeri terproteksi dan mampu bersaing di pasar global. 

Thursday, July 12, 2012

Teknologi Air Bersih

Air Sumber Kehidupan, Maka Jaga Kelestariannya




Kebutuhan manusia yang mendasar mendasar adalah air. Begitu pentingnya peranan air bagi manusia dan mahluk hidup lainnya, namun sayang kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa pola kehidupan kita sehari-hari menjurus pada pengurangan sumber ari bersih. Oleh karena itu upaya-upaya pelestarian sumber-sumber air terutama air bersih harus selalu ditingkatkan.  

Wakil Presiden RI, Boediono, saat meresmikan beroperasinya Instalasi Pengolahan Air (IPA) PT Aetra Air Tangerang menyampaikan, "Saya merasa bahagia. Karena kita bersama disini bisa menyaksikan peresmian suatu pelayanan bagi kebutuhan manusia yang mendasar, yaitu air." (VIVAnews, Rabu 11 Juli 2012)

Sebagaimana kita ketahui bahwa Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah meluncurkan aplikasi enam teknologi pengelolaan air bersih, air limbah, dan sampah yang ramah lingkungan yang akan dijalankan pada tahun ini. Teknologi tersebut dapat mempercepat peningkatan akses sanitasi dan mengatasi kelangkaan air, khususnya bagi masyarakat perkotaan. 

Berikut ini penuturan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Kementerian PU, Anita Firmanti, tentang teknologi yang dapat mempercepat peningkatan akses sanitasi dan mengatasi kelangkaan air, khususnya bagi masyarakat perkotaan. (VIVAnews, Kamis 31 Mei 2012)

Teknologi pertama, instalasi pengolahan air limbah Grey Water Bio Rotasi yang terdiri dari sistem bio filter dan taman sanita dengan resirkulasi. Bio rotasi ini dapat mengolah air limbah rumah tangga untuk digunakan kembali menjadi air bersih. 

Teknologi kedua, instalasi Biostar yang dapat mendaur ulang air limbah menjadi air bersih. Teknologi ini bisa digunakan untuk menyaring air yang nantinya akan dibuang ke sungai agar pencemarannya berkurang.

Teknologi ketiga adalah Meralis, yang dapat mengelola instalasi air limbah menjadi air bersih. Agak berbeda dengan Biostar, bentuk Meralis lebih kompak dan praktis sehingga tidak membutuhkan ruangan yang besar.

Teknologi keempat yaitu Merotek, merupakan teknologi mengelola air baku menjadi air siap minum. Teknologi ini menggunakan sistem membran ultrafiltrasi airlift system dan membran reverse osmosis tekanan rendah.

Teknologi kelima, Instalasi Pengelolahan Air (IPA) Mobile yang dapat mengolah air baku menjadi siap minum dan telah memenuhi syarat. IPA Mobile sangat praktis karena mudah dipindahkan sehingga bermanfaat untuk daerah rawan air baku atau rawan bencana.

Teknologi keenam, adalah Tungku Sanira. Tungku Sanira merupakan teknologi dalam pengelolahan sampah dengan sistem pembakaran tanpa minyak dengan suhu hingga 800 derajat dan melalui proses filter asap. Membakar sampah secara langsung bisa merusak lingkungan. Jika menggunakan Tungku Sanira, gas ditangkap dengan sistem water spray sehingga CO2 tidak keluar ke udara.