Sunday, September 30, 2012

Wisata Kuliner di Tanah Suci

Nasi Kebuli, Makanan Yang Terkenal Di Tanah Air 



Ketika berada di Tanah Suci, selain beribadah, waktu luang bisa dimanfaatkan dengan memperkaya khazanah pengetahuan mengenai produk-produk budaya masyarakat setempat. Wisata kuliner di Tanah Suci bisa menjadi pilihan menarik, jemaah bisa pergi berombongan berjalan kaki di sekitar Masjidilharam atau Masjid Nabawi.

Terdapat perbedaan citarasa makanan Arab dengan makanan di tanah air. Kita mengenal aneka makanan dan kekayaan resep dari berbagai daerah di tanah air, makanan tradisional di Arab justru sebaliknya. Kondisi tanah tandus dan gersang dan jarang turun hujan menyebabkan tanaman yang menjadi bahan bumbu-bumbu menjadi relatif sedikit serta hewan ternak yang dijadikan sumber makanan (olahan daging dan susu) juga relatif terbatas. Masyarakat Arab, hanya mengenal kambing dan unta walau makanan impor membanjiri pusat-pusat perbelanjaan. Terbukti dari kuliner khas Arab yang miskin kreasi jika dibanding dengan kuliner nusantara.

Masyarakat Indonesia yang terbiasa makan nasi tentu akan mengalami kesulitan ketika harus berganti makanan pokok dengan roti. Demikian juga dengan orang Arab yang terbiasa mengonsumsi makanan pokok berbahan baku gandum, dilengkapi minyak samin dan zaitun.

Beberapa makanan khas Arab yang paling banyak dicari jemaah dari berbagai negara diantarnya kak, giddoh, kacang arab, manisan zaitun, nasi kebuli, daging kambing bakar dan gulainya. Kak ialah sejenis roti gandum yang diolah dengan cara dibakar, namun tidak terlalu manis, mirip dengan martabak telur di tanah air. Sedangkan giddoh ialah makanan yang berasal dari hati ayam atau hewan ternak lain yang dibakar lalu dijadikan isi roti. Makanan-makanan tersebut banyak dijual tersebar di sekitar Masjidilharam dan Masjid Nabawi, juga termasuk daging kambing bakar dan gulainya.

Jenis makanan lain yang sudah sangat terkenal di tanah air ialah nasi kebuli. Nasi berbahan baku daging kambing, cengkih, dan lada yang biasa disajikan pada perayaan besar keagamaan dan syukuran di rumah-rumah warga keturunan Arab di Indonesia.

Nasi kebuli merupakan salah satu dari sedikit makanan berbahan baku nasi yang dikonsumsi masyarakat Arab. Bagi mereka, makanan berupa roti masih dianggap sebagai makanan pokok hingga kini. Namun, kedatangan pendatang dari berbagai bangsa, untuk berdagang atau berhaji, membuat makanan dari luar Tanah Suci akhirnya mendapat tempat di masyarakat pribumi.

Makanan ringan seperti kacang arab, zaitun juga layak dicoba dan bahkan bisa dijadikan oleh-oleh untuk sanak saudara di tanah air. Di sekitar Masjid Nabawi, pusat makanan bisa ditemukan di dua pasar yang terletak di dekat Masjid Utsman bin Afan dan Masjid Ijabah. Dari kubah hijau Masjid Nabawi, jemaah hanya perlu menempuh jarak 100 meter ke arah Masjid Utsman bin Afan. Sedangkan pasar di sekitar Masjid Ijabah letaknya agak jauh, sekitar 2.500 meter dari Masjid Nabawi.

Di Mekah, saat ini sejumlah pusat kuliner yang dulu terkenal dikalangan para jemaah tak dapat ditemui lagi. Beberapa pasar, seperti pasar Ijah atau dikenal dengan Pasar Seng, sekarang sudah menjadi halaman masjid. Begitu juga supermarket di Marwah, yang masih tersisa hanya supermarket Bin Dawood yang berdampingan dengan Hotel Hilton. 

Mengenai harga, para pedagang menggunakan sistem banderol sehingga jemaah tak memiliki kesempatan menawar. Makanan berat berbahan baku kambing, kisaran harganya 5-10 riyal, sedangkan makanan ringan 2-5 riyal.  

Saturday, September 29, 2012

Memutus Agenda Tawuran Siswa

Peristiwa Tawuran, Realitas Ada Kekerasan Dimana-mana


Tawuran sudah menjadi agenda siswa, muncul seperti bom waktu (latent), dan diwariskan sedemikian rupa dari angkatan ke angkatan berikutnya. Mata rantai tradisi kekerasan yang ditularkan melalui kaderisasi senior junior yang bermuatan tindakan pembulian (bullying). Tindakan kekerasan yang biasa dimulai pada awal menjadi siswa baru, pemaksaan oleh senior seperti yang telah diwariskan senior sebelumnya.

Tawuran siswa seolah-olah memperkuat realitas sosial adanya kekerasan di mana-mana. Padahal siswa dan mahasiswa seharusnya menjadi 'iron stock' dan 'agent of social change' (agen perubahan sosial dan masyarakat) di masa datang.

Penanganan masalah tawuran siswa selama ini harus diakui baru sebatas tindakan kuratif. Ketika masalah muncul, semua pihak ribut-ribut mencari solusi.  Padahal semestinya, bisa ditangani secara preventif dengan mengetahui akar masalahnya. 

Dalam proses hubungan antara manusia dalam kehidupan masyarakat pasti akan mengalami berbagai gesekan, benturan dan guncangan karena tidak ada manusia yang mempunyai selera yang sama. Terjadi perbedaan sosial yang tak dapat dihindari, ada lapisan atas, menengah dan bawah dengan berbagai kepentingan yang berbeda.

Perbedaan, jelas akan menimbulkan konflik baik personal maupun sosial. Meski konflik tidak selamanya negatif, namun, konflik yang tidak terkendali akan menuai masalah seperti tawuran.

Sosiolog Amerika Serikat, Lewis Cosser (1913-2003), menitik beratkan pada konsekuensi terjadinya konflik pada sistem sosial secara keseluruhan. Teorinya menunjukkan kekeliruan jika memandang konflik sebagai hal yang merusak sistem sosial karena konflik justru dapat membuka peluang interaksi antar kelompok.

Kendatipun demikian, konflik antara siswa yang sering memicu terjadinya tawuran dapat direduksi dengan memutus dendam masa lalu yang selama ini selalu diwariskan para senior, termasuk tradisi melawan sekolah lain yang dianggap musuh. Berikut ini, beberapa langkah pencegahan timbulnya konflik:
  1. Ada sikap tegas dan kondusif sekolah dan guru.
  2. Kerja sama antara sekolah dengan persatuan orang tua siswa.
  3. Memberikan habituasi (pembiasaan) yang baik kepada siswa tentang nilai-nilai dasar, dari mulai berdo'a, upacara, berteman, berbahasa, dan menyalurkan kelebihan energi melalui kegiatan ekstra kurikuler.
  4. Tidak ragu memberi pujian pada siswa yang pantas dipuji dan menjatuhkan hukuman pada siswa yang pantas dihukum.
  5. Mengadakan kegiatan bersama sekolah lain terutama sekolah yang berdekatan seperti bakti sosial, pentas musik, pertandingan atau perlombaan persahabatan, dan pertukaran siswa dan guru.
  6. Guru dan Orang tua menjadi suri tauladan yang digugu dan ditiru para siswa.   

BACA JUGA :
Pentingnya Kosakata Arab Bagi Jemaah Haji
Mitos dan Kesalahan Umum Ibadah Haji
Cara Mencegah Terpapar Coronavirus
Tips Selama Puncak Ibadah Haji
Pemeriksaan Eletronik Mengintai Kita
Tips Membuat Es Campur
Empat Langkah Tawaf Seperti Malaikat

Friday, September 28, 2012

Pentingnya Kosakata Arab Bagi Jemaah Haji

Sebagian Jemaah Menggunakan Bahasa Isyarat


Tak banyak calon haji yang menguasai bahasa Arab, terutama bagi jemaah yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri. Maka tak heran ketika mereka kebingungan menghadapi sejumlah situasi setiba di Tanah Suci, terutama ketika bergaul dengan penduduk setempat dan jemaah mancanegara.

Menurut Prof. DR Syarif Hidayat, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, seharusnya calon haji dibekali pengetahuan mengenai situasi dan kondisi Tanah Suci, termasuk bahasa percakapan. Soalnya, jemaah akan berada di sana selama empat puluh hari.

Meski jemaah tidak terlalu sering berinteraksi dengan orang Mekah, namun kadang-kadang berlaku situasi tertentu yang mengharuskan jemaah berinteraksi dengan penduduk setempat seperti ketika hendak membeli berbagai jenis kebutuhan. Setidaknya beberapa kosakata bahasa Arab yang dikuasai akan sangat membantu.

Tidak ada ruginya jemaah berbekal beberapa kosakata Arab tentang kebutuhan sehari-hari, seperti beras, gula dan garam. Jemaah pun alangkah lebih baik lagi bila mengerti kosakata Arab tentang jalan, angka, arah angin dan lambang-lambang yang terpampang di sekitar Masjidilharam dan masjid Nabawi. 

Ketika berada di masjid, baik di Alharam atau Nabawi, kadang-kadang jemaah terpaksa berinteraksi dengan banyak orang. Tidak saja dengan penduduk Arab Saudi, tetapi orang-orang dari berbagai negara.  Mereka menggunakan bahasa Arab, sebagian berbahasa Inggris dan bahkan ada yang menggunakan bahasa isyarat ketika berbicara dengan orang asing.

Sebagian besar pedagang di Mekah maupun Madinah merupakan orang India, Pakistan dan Bangladesh. Jemaah Indonesia masih banyak yang salah persepsi tentang mereka, sehingga menganggap mereka orang Arab. Mereka adalah tenaga kerja yang sebagian besar sudah lama menetap di Arab Saudi dan menggunakan bahasa Arab tak karuan, sehingga tak heran bila jemaah asal Indonesia sukar memahami kata-kata yang mereka ucapkan. 

Kosakata Arab yang harus dipahami jemaah bukanlah bahasa fushah (resmi atau baku), tetapi bahasa 'aamiyah (gaul atau pasaran). Soal bilangan, misalnya, para pedagang tidak menggunakan frasa khamsata 'asyarah untuk menyebut 15, tetapi khamtasy. Begitu juga dengan angka 13, mereka menggunakan tsataltasy, bukan tsalaatsata 'asyarah.

Bahasa resmi biasanya digunakan dalam pengumuman, baik lisan maupun tulisan di seluruh wilayah Tanah Suci. Banyak pengumuman di Mekah, Madinah dan Armina (Arafah, Muzdalifah dan Mina) ditulis dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Melayu. 

Thursday, September 27, 2012

Mitos dan Kesalahan Umum Ibadah Haji

Perbuatan Syirik dengan Mencari Wasilah Tidak Bisa Dibedakan



Tentunya sangat disayangkan bila pengorbanan agar bisa berhaji menjadi sia-sia akibat ulah diri sendiri dengan perilaku yang melenceng dari syariat. Pelaksanaan Rukun Islam kelima itu bisa tidak berarti akibat perbuatan yang menyerempet kepada syirik, menyekutukan Allah.

Peluang berlaku syirik di Tanah Suci tetap terbuka, seperti kepercayaan menuliskan nama pada tugu di puncak Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang akan membuat hubungan dengan pasangan menjadi langgeng. Warga setempat bahkan mendukung perbuatan tersebut dengan menyewakan spidol senilai 15 riyal. 

Tidak sedikit jemaah haji yang membawa mitos atau kepercayaan di Tanah Suci. Ada jemaah yang mencuci kain ihram dengan air zamzam, yang kelak kain ihram itu akan dijadikan kain kafan. Mereka percaya, kain kafan tersebut akan membuat silau malaikat di dalam kubur. Atau mencuci kerudung dan kain serban dengan tujuan serupa.

Perbuatan jemaah haji yang berpotensi menggugurkan atau membatalkan pahala hajinya, masih sering dijumpai, secara berlebihan mengusap dinding Kabah dengan serban sambil mencium. Bahkan ada juga yang nekad menggunting kiswah untuk dijadikan jimat.

Secara lahiriah, perbuatan syirik dengan mencari wasilah (mencari berkah) nyaris tidak bisa dibedakan. Dua perbuatan itu hanya bisa dibedakan dari niat. Jemaah haji harus dapat membedakan antara mengharapkan berkah dengan mengharap (sesuatu) dapat memberikan perubahan.

Syirik atau tidaknya sebuah perbuatan tergantung kepada keyakinan kita. Jika percaya (terhadap sesuatu selain Allah), itu syirik. Syirik ada di dalam hati dan bentuknya hampir sama. Berikut ini sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan jemaah saat menjalankan ibadah haji, (PR, 22 September 2012) :

1. Ketika Berniat

Mengubah niat setelah memasuki proses ibadah haji. Jika seseorang telah berniat haji untuk dirinya sendiri, tidak boleh diubah untuk menghajikan orang lain.

2. Ketika Berihram
  • Melewati miqat tanpa berihram. Jika seseorang berniat ke Mekah untuk berhaji atau umrah, wajib baginya berihram dari miqat. Jika tidak, ia diharuskan menyembelih seekor kambing.
  • Menganggap bahwa berihram hanya mengenakan dua helai kain putih.
  • Berkeyakinan bahwa salat dua rakaat sebelum atau setelah mengenakan ihram merupakan syarat sah berihram. Padahal, salat itu sunat hukumnya (berdasarkan kesepakatan para mahzab).
  • Memakai wewangian pada kain ihram sebelum berihram. Padahal, yang disunatkan itu menggunakan wewangian di tubuh, bukan di kain ihram.
  • Berkeyakinan bahwa mandi atau wudu sebelum berihram merupakan syarat sah atau wajib ihram haji dan umrah. Padahal itu sunah. Tanpa mandi, ihram tetap sah.
  • Pundak tidak tertutup kain ihram (ittiba) secara terus-menerus. Padahal Rasulullah membuka pundaknya ketika tawaf.
  • Berkeyakinan bahwa kain ihram yang dipakai tidak boleh dicuci atau berganti kain ihram saat proses haji. Padahal itu diperbolehkan, apalagi bila terkena najis.
  • Berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang berjahit tidak boleh dipakai selama berihram. Padahal, jemaah diperbolehkan mengenakan sabuk atau membawa tas. Yang dimaksud berjahit adalah kain yang disatukan di bagian ujung (membentuk pola pakaian).
  • Sebagian wanita berkeyakinan bahwa pakaian ihram haruslah berwarna putih. Padahal, perempuan diperbolehkan menggunakan pakaian berwarna selain putih, asalkan polos.
  • Berkeyakinan bahwa wanita haid tidak boleh berihram. Padahal, wanita yang sedang haid boleh melaksanakan rangkaian manasik. 


Ketika berada di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina)
  • Tidak mengetahui batas-batas Arafah dan Muzdalifah.
  • Meninggalkan Muzdalifah sebelum tengah malam.
  • Menghabiskan malam dengan beribadah terus menerus. Padahal, ketika mabit, Rasulullah menyempatkan tidur.
  • Mencuci kerikil yang hendak digunakan untuk melempar jumrah.
  • Melempar jumrah dengan tujuh kerikil sekaligus.


Wednesday, September 26, 2012

Cara Mencegah Terpapar Coronavirus

Semua Jemaah Agar Mengenakan Masker 


Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan peringatan agar semua jemaah calon haji mewaspadai penyebaran coronavirus. Dikabarkan tiga orang telah terjangkit dan dua di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan adanya bentuk baru coronavirus yang didiagnosis menjangkiti tiga orang. Dua penderita itu telah meninggal dunia, sedangkan seorang lagi masih menjalani perawatan. Seperti dilansir Arabnews, Kementerian Kesehatan menduga, perubahan cuaca yang sangat ekstrem tahun ini (bersamaan dengan awal musim haji) menghadirkan bentuk baru coronavirus. Jenis virus itu dianggap sebagai salah satu bentuk common cold (flu).

Misi Haji Indonesia 1433 Hijriah mengaku telah siap menghadapi kemungkinan penyebaran virus tersebut dengan melakukan antisipasi berupa penyebaran pengetahuan melalui penyuluhan terhadap dokter-dokter anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan semua jemaah.

Menurut dr Tjetejep Ali Akbar, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, penyebaran coronavirus tak perlu dicemaskan. Apalagi virus itu berbeda dengan meningitis yang berpotensi menimbulkan kecacatan meski pasien berhasil disembuhkan. 

"Meskipun demikian, kami akan terus memantau. Kepada semua jemaah, kami sarankan agar mengenakan masker dan istirahat yang cukup agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh," tutur dr Tjetjep, Senin (24 September).

Untuk menghadapi virus serupa, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) pun telah menyiapkan obat-obatan antibiotik dalam jumlah memadai.

Tuesday, September 25, 2012

Tips Selama Puncak Ibadah Haji

Puncak Kelelahan Fisik Jemaah Haji Saat di Armina


Tak satupun jemaah haji berharap melewati  momentum penting pelaksanaan ibadah haji di Arafah. Beberapa persiapan dilakukan jemaah haji, baik fisik maupun mental agar pelaksanaan berjalan lancar dan khusuk sehingga mereka memperoleh haji yang sempurna dan diterima Allah (maqbul).

Puncak ibadah haji berlangsung selama enam hari. Dimulai pada tanggal 8 Zulhijah, jemaah haji meninggalkan maktab, berangkat menuju Arafah menggunakan bus yang telah disediakan. Keesokan hari nya mereka berwukuf di Arafah lalu bergerak menuju Muzdalifah untuk mengambil batu-batu kecil (jumrah). 

Dari Muzdalifah, tanggal 10 Zulhijah pagi sudah ada di Mina, di sana jemaah bermukim selama tiga hari. Jemaah mengambil nafar awal kembali ke Mekah pada 12 Zulhijah. Sementara jemaah yang mengambil nafar tsani kembali ke Mina dan baru kembali ke Mekah pada 13 Zulhijah.

Jadwal melontar jumrah dan lokasi melontar Jamarat sudah diatur tergantung lokasi maktab. Jemaah dari Asia Tenggara biasanya beroleh jadwal sore hari dan lokasinya di lantai dua atau tiga. 

Pada saat melontar jumrah kerap timbul masalah. Misalnya, ada sebagian jemaah yang bersikeras hendak melontar jumrah pada waktu yang mereka anggap afdal yakni Duha (pukul 8.00 - 10.00 waktu Arab Saudi).  Padahal, melontar jumrah pada waktu tersebut sangat beresiko, terutama terhadap keselamatan umat. Saat itu banyak sekali jemaah dari berbagai negara berada di sana dan berdesak-desakan.

Karena selama di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) jemaah haji mengalami puncak kelelahan yang luar biasa, maka jemaah haji sebaiknya menjaga kesehatan. Selain itu jemaah haji juga tetap mengikuti rute perjalanan yang sudah ditetapkan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji. 

Berikut ini beberapa tips agar pelaksanaan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan nyaman di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) yang dapat diikuti :

Di ARAFAH
  1. Bawalah makanan kering secukupnya ketika hendak berangkat ke Arafah, sebagai antisipasi keterlambatan penyiapan makanan dari petugas. Namun, jangan membawa barang terlalu banyak karena akan menyulitkan diri sendiri.
  2. Bawalah kantong tidur, perlak, atau plastik berukuran 2 x 1 meter (untuk tidur). Selama di Arafah, fasilitas yang disediakan penyelenggara hanya kemah dan alas (berupa terpal) yang tak jarang kotor dan berdebu. Kondisi akan kian parah jika hujan turun.
  3. Pagi hari tanggal 9 Zulhijah, setelah sarapan, sebaiknya jemaah beristirahat/tidur. Karena setelah wukuf, waktu istirahat sangat minim, jemaah harus berangkat ke Muzdalifah dan di sana kemungkinan besar jemaah tidak akan bisa tidur.
  4. Carilah waktu tertentu yang agak longgar jika hendak ke kamar mandi. Biasanya di atas pukul 9.00 waktu setempat. Sementara jam-jam padat penggunaan kamar mandi adalah pukul 04.30 - 6.00 waktu setempat.
  5. Usahakan jangan meminum air yang disediakan penyelenggara (di dalam tong), biasanya air itu dicampur dengan es batu sehingga berpotensi menyebabkan flu, batuk, dan infeksi saluran pernapasan. Sebaiknya jemaah berbekal air minum sendiri sebelum berangkat ke Arafah.


Di MUZDALIFAH
  1. Tetap berkumpul dengan rombongan, jangan sampai terpisah. Setiap maktab mendapat jatah tempat mabit sendiri-sendiri yang hanya ditandai dengan pintu palang dan nomor maktab. Jika salah memasuki tempat mabit, Anda akan diberangkatkan ke kemah Mina yang berbeda dengan maktab  Anda.
  2. Jangan mencari kerikil terlalu jauh. Di sekitar toilet pun tersedia kerikil dalam jumlah banyak.

Di MINA
  1. Beristirahatlah dengan cukup untuk memulihkan tenaga. Di Mina, jemaah akan melontar jumrah. Jarak kemah jemaah Indonesia ke jemarat berkisar antara 2,5 kilometer hingga 5 kilometer. Jangan sampai stamina  Anda merosot atau drop.

Monday, September 24, 2012

Pemeriksaan Eletronik Mengintai Kita

Sistem Pemeriksaan Elektronik Itu Disebut Poseidon



Kini, dunia kita semakin merupakan dunia pemeriksaan ID, kamera pemeriksaan, pemindai tubuh, basis data, sidik jari, pembaca e-mail, penyadap telepon seluler, kamera pengasuh anak, pemonitor detak jantung nirkabel, serta ID kartu gesek sekolah dan tempat kerja. Tiga perempat dari berbagai perusahaan di ASkini mengakui bahwa mereka memonitor e-mail, penjelajahan Web, panggilan telepon, dan file komputer karyawan.

Bayangkan seorang anak lelaki Perancis berusia 18 tahun, suatu hari berenang di kolam renang umum dekat sekolahnya. Pada suatu saat, dia pingsan dan penjaga kolam tidak menyadarinya. Akan tetapi, 12 mata mesin besar di bawah air melihatnya tenggelam ke dasar. 

Di kolam renang tersebut telah terpasang sistem pemeriksaan elektronik yang disebut Poseidon, sebuah jaringan kamera yang memberi masukan ke komputer, yang diprogram untuk menggunakan serangkaian algoritme kompleks untuk membedakan antara gerakan normal dan gerakan berbahaya. Poseidon mencakup semua area berenang di kolam renang tersebut dan dapat membedakan antara bayangan kabur, bayangan perenang, dan perenang sungguhan.

Ketika komputer mendeteksi potensi masalah, komputer secara instan akan mengaktifkan bel (beeper) untuk memperingatkan penjaga kolam, serta menunjukkan lokasi kejadian ti layar monitor. Enam belas detik setelah Poseidon mendeteksi anak lelaki tersebut, penjaga kolam akan mengeluarkannya dari kolam renang dan melakukan CPR. Anak tersebut pulih sepenuhnya.

Di Inggris, para pemerintah kota telah memasang kamera televisi sirkuit terbatas (closed circuit television cameras - CCTV) hampir di mana saja. Negara tersebut saat ini memiliki lebih dari empat juta CCTV, satu untuk tiap 15 orang. Rata-rata pengungjung di London kini di rekam dalam video 300 kali dalam satu hari. 

Otoritas Inggris berkesimpulan bahwa semua warga Inggris seharusnya menyadari bahwa semua perilaku mereka di luar rumah akan dimonitor. Efektivitas sesungguhnya kamera-kamera tersebut tidaklah jelas, namun nampaknya masyarakat Inggris setuju dengan penggunaan kamera (Shenk, 2003).

Sumber: Introduction to Information Technologi

Sunday, September 23, 2012

Tips Membuat Es Campur

Racikan Es Tradisional Indonesia Sangat Beragam


Tingkat kegagalan dalam meracik dan membuat es buatan sendiri sangatlah minim, apalagi es tradisional Indonesia yang memiliki banyak ragam. Es campur dengan mudah dapat disajikan dalam berbagai variasi isi, bahkan es cendol dapat ditampilkan dalam berbagai versi tergantung daerah asalnya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu disiapkan untuk membuat es segar yang menyegarkan :

Pemilihan jenis bahan isi, dan padu padannya sangat menentukan citarasa es yang dihasilkan. Es segar sangat ditentukan oleh bahan dan padupadan campuran isinya. Isi es bisa berupa buah segar, buah kaleng, kelapa  muda, cincau, pacar cina, mutiara sagu, agar-agar, hunkue, rumput laut atau pun biji delima. Tapai singkong atau tapai ketan dapat juga ditambahkan.

Penambahan berbagai macam cairan, seperti air matang, air kelapa muda, susu cair atau pun santan dapat membuat rasa es menjadi legit, gurih atau wangi. Supaya es terasa lebih legit dapat ditambahkan susu cair. Rasa gurih pada es dapat dimunculkan dengan penambahan garam dan penggunaan daun pandan atau vanili membuat santan yang sebelumnya dimasak dahulu menjadi wangi. Bila menggunakan santan instan, santan cair dapat dihasilkan dengan mengencerkan 1 bagian santan dengan 2 bagian air kemudian direbus dan didinginkan.

Pemanfaatan pemanis yang tepat akan membuat es menarik bukan hanya karena kesegarannya saja. Es tradisional umumnya memanfaatkan gula pasir, gula aren atau pun gula merah sebagai pemanis. Umumnya, gula tersebut dibuat dalam bentuk sirup dengan merebusnya bersama air hingga gula menjadi larut dan kental.  Pemanis lain bisa dipilih sirup tradisional, seperti markisa, sirup kawista maupun sirup rasa buah yang tersedia dalam berbagai rasa. Sirup siap pakai dapat dimanfaatkan dan jauh lebih simpel.

Tampilan es batu membuat es segar tambah menarik. Es batu bisa dicetak dalam berbagai bentuk, bisa juga tampil dalam bentuk dikepruk sehingga menjadi pecahan kecil-kecil atau diserut agar menggugah selera. Sirup merah atau susu kental manis yang dikucurkan diatasnya, membuat tampilan es semakin mantap dan menggiurkan. Selain es batu, sajian dingin dapat diperoleh dengan penambahan es puter atau es krim.   

Saturday, September 22, 2012

Empat Langkah Tawaf Seperti Malaikat

Tawaf Adalah Mengelilingi Kabah Tujuh Putaran


Tawaf merupakan salah satu ibadah yang sering dilakukan oleh jemaah haji selama berada di kota Mekah. Selain melakukan tawaf yang berkaitan dengan haji, jemaah juga dianjurkan untuk memperbanyak tawaf tathawau' (sunat).

Tawaf yang dilakukan di Masjidilharam merupakan ibadah utama. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr ra bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya perbuatan yang paling utama di sisi Allah adalah tawaf tujuh (putaran) di Baitullah dan salat dua rakaat."

Ketika seseorang melaksanakan tawaf, Allah swt akan mencurahkan rahmat kepadanya. Sabda Rasulullah saw, "Setiap hari, Allah menurunkan 120 rahmat di Masjidilharam, 60 rahmat diberikan bagi yang tawaf, 40 rahmat diberikan bagi mereka yang salat, dan 20 rahmat bagi merekayang menyaksikan" (Hadis Riwayat Baihaqi dari Ibnu Abbas ra).

Tawaf tujuh putaran di mulai dari Rukun (sudut) Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Agar tawaf para jemaah diterima Allah, hendaknya sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah sebagaimana tawaf yang dilakukan para malaikat.

Dalam kitab Ihya' Ulumuddin, Imam Alghazali mengatakan, "Ketahuilah bahwa dengan bertawaf, engkau seperti para malaikat muqarrabin yang berkerumun di seputar 'Arsy dan mengelilinginya."

Bertawaf seperti malaikat dapat diwujudkan dalam beberapa langkah, diantaranya:

Pertama, menyucikan diri dari hadas dan najis serta membersihkan hati dan perbuatan dari menyekutukan Allah swt.

Kedua, lakukan tawaf dengan khusuk, menghadirkan hati, menghadirkan perasaan keagungan Allah 'azza wa Jalla, takut kepada-Nya, dan ingin mendapatkan apa yang ada di sisi-Nya.

Ketiga, tidak berbuat durhaka kepada Allah swt dengan menyalahi perintah-Nya, seperti menyakiti orang lain dengan perkataan dan perbuatan. Menyakiti orang Muslim itu haram, apalagi di Baitullah. 

Keempat, memperbanyak zikir, do'a, dan berselawat kepada Rasulullah saw.

Ketika jemaah bertawaf seperti malaaikatilmuqarrabin yang disertai dengan syarat dan sunahnya, maka tawaf itu akan diterima Allah dan mendatangkan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Insya Allah.

BACA JUGA :

Friday, September 21, 2012

Masih Wajibkah Membayar Pajak ?

Boikot Pajak Sebagai Spirit Civil Disobedience



Kasus korupsi pajak yang selalu melibatkan oknum-oknum internal pajak tentu saja membuat masyarakat kesal. Gejala masyarakat untuk melakukan pembangkangan terhadap pembayaran pajak menyeruak ke permukaan melalui wacana boikot membayar pajak, bahkan oleh organisasi massa keagamaan sekelas Nahdlatul Ulama (NU).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun meminta staf khususnya untuk menanyakan persoalan tersebut secara langsung kepada Ketua PB NU KH Said Aqil Siradj. Said Aqil menjelaskan, dalam Musyarawah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, para ulama mengkaji ulang kewajiban masyarakat membayar pajak karena selama ini uang dari masyarakat itu selalu dikorup. Jadi, setelah melihat indikasi ada kebocoran pajak, ditinjau kembali kewajiban pajak.

NU mencoba menyederhanakan pemikiran masyarakat secara logis, selama ini uang yang disetorkan masyarakat kepada pemerintah banyak yang kembali kepada masyarakat karena dikorupsi. Bila ditemukan begitu banyaknya yang dikorupsi, masih wajibkan membayar pajak?

Suara kritis wacana boikot membayar pajak, harus diakui sebagai spirit pembangkangan sipil (civil disobedience). Ini adalah bentuk perlawanan terhadap rezim korup yang tidak mau memperbaiki diri.

Dalam teori ilmu politik, penolakan pembayaran pajak perlu dilihat sebagai alat kontrol rakyat terhadap penguasa yang abai terhadap rakyat dan menyalahgunakan wewenang untuk mengorupsi uang pajak dari rakyatnya. Sedangkan menurut teori kepentingan (acquivalentie), negara membebankan pajak kepada rakyat karena telah melindungi kepentingan rakyat.

Teori tersebut mengukur besarnya pajak yang harus dibayar oleh rakyat sesuai tingkat kepentingan wajib pajak yang dilindungi oleh negara. Teori ini bersifat transaksional karena filosofi utilitarianisme berada di balik konsep perpajakan tersebut. Jadi, tidak ada salahnya jika rakyat menolak membayar pajak melalui pembangkangan sipil (civil disobedience) karena kegagalan relasi transaksional antara negara dan rakyatnya.

Para penyelenggara negara, baik eksekutif, legislatif atau yudikatif,  yang selama ini berada dalam gelombang korupsi yang semakin menggila selayaknya memandang wacana boikot membayar pajak sebagai teguran dari kiai-kiai NU. Kini, kita semua menanti sikap tegas pemerintah untuk secara tekun dan terus menerus memperbaiki diri.  

Thursday, September 20, 2012

Bagaimana Kepastian Hukum di Indonesia?

Upaya Hukum, Ihtiar Memperoleh Kebenaran dan Keadilan



Tidak hanya rakyat yang kurang patuh pada ketentuan hukum, bahkan pejabat negara serta wakil rakyat pun dengan terang-terangan mempertontonkan sikapnya yang merasa di atas hukum. Ironi yang kita rasakan saat ini, hidup di negara hukum namun sering melawan hukum.

Aksi-aksi kekerasan sebagai reaksi terhadap keputusan hukum yang tidak sesuai harapan sudah menjadi tontonan sehari-hari. Masyarakat bergerombol, kemudian bersepakat melakukan berbagai tindakan yang merugikan kepentingan umum. Bahkan beberapa aksi menimbulkan korban jiwa. Sementara para pejabat dan wakil rakyat secara berani dan terang-terangan bersepakat membuat peraturan yang mengutamakan kepentingan mereka. Kondisi seperti itu kemudian mendorong masyarakat untuk tidak patuh pada hukum. 

Karakter masyarakat yang mengabaikan hukum, tentu tidak dapat dibiarkan. Namun harus diakui, teramat sulit mengembalikan kesadaran masyarakat akan hukum ketika kekecewaan terhadap pelaksanaan hukum sudah memuncak. Sehingga sampai saat ini, belum ada inisiatif yang serius untuk memperbaiki keadaan tersebut.

Upaya hukum pada dasarnya adalah ikhtiar untuk memperoleh kebenaran dan keadilan. Dewi Justisia selalu divisualisasikan secara sederhana, melakukan penimbangan dengan mata tertutup yang diikat kain. Tentu ini dimaksudkan agar keputusan Dewi Keadilan tidak pilih kasih dalam menetapkan keadilan dan berpihak kepada kebenaran semata.

Menegakkan keadilan bukan pekerjaan gampang sejak manusia mengenal peradaban. Proses hukum untuk memperoleh kebenaran dengan sistematis disusun berjenjang, ada pengadilan tingkat pertama, tingkat tinggi dan tingkat kasasi. 

Di lapisan atas ranah hukum ada wacana hukum yang muluk, idealis dan abstrak. Sedangkan pada lapisan bawah terdapat kenyataan yang serba sederhana dan praktis. Tafsir berbeda terhadap hukum berkaitan dengan pasal-pasal seringkali terjadi yang mengakibatkan suatu kasus menjadi berlarut-larut. 

Dalam menghadapi kasus yang sangat pelik sekalipun, satu keputusan tetap harus diambil. Memang sangat sulit bagi jajaran hakim untuk mengambil keputusan dan memastikan kebenaran sebuah perkara. Namun, justru yang terberat adalah menerima keputusan yang tidak sesuai dengan keinginan. Tegasnya, hukum memang harus memiliki kepastian.

Jadi tidak terlalu salah kalau masyarakat ingin mendengar kepastian hukum tentang kasus-kasus besar yang belum tuntas saat ini. Siapapun akan dapat dengan mudah menyebutkan pekerjaan rumah terbesar KPK, Kejaksaan dan Kepolisian Republik Indonesia. 

Wednesday, September 19, 2012

Mudahnya Mengurus Haji di Jepang

Kultur Masyarakat Jepang Pekerja Keras, Sulit Mendapatkan Cuti Haji



Tamu Allah di Tanah Suci ketika musim haji tidak saja berasal dari negara-negara mayoritas Muslim. Salah satu negara minoritas Muslim yang menjadi tamu Allah di Kabah ialah Jepang. 

Penduduk asli Jepang calon haji jumlahnya sangat kecil karena sebagian besar calon haji merupakan imigran. Berdasarkan data, warga pribumi pemeluk Islam hanya berjumlah sepuluh persen dan sisanya merupakan warga pendatang seperti dari Pakistan, Iran, Bangladesh dan Indonesia. 

Minimnya calon haji dari negara Matahari Terbit salah satu penyebabnya ialah kesulitan mendapatkan cuti, terutama bagi mereka yang bekerja di perusahaan Jepang. Kultur masyarakat sebagai pekerja keras membuat cuti selama 20-30 hari sangat sulit dikabulkan. Sehingga kekosongan kuota jemaah haji akhirnya diperbolehkan diisi oleh masyarakat Muslim asing yang tinggal di Jepang.

Pemerintah Jepang menyerahkan urusan haji kepada individu dan swasta. Seseorang bisa menjadi calon haji mandiri dan mengurus segala sesuatunya sendiri, mulai dari mengajukan visa ke Kedutaan Arab Saudi hingga mengurus akomodasi dan transfortasi. Prosesnya sangat mudah, hanya mengisi formulir di Kedutaan Arab Saudi, menyerahkan bukti vaksinasi meningitis dan flu, serta bukti transportasi dan akomodasi.

Calon haji yang tidak ingin bersusah payah bisa juga menggunakan jasa penyelenggara haji swasta. Ada dua agen perjalanan penyedia paket haji dan umrah di Jepang, Air 1 Travel (milik orang Mesir) dan Mian Travel (milik orang Pakistan).

Calon haji dari Jepang harus mengeluarkan biaya 350.000 - 400.000 yen (Rp 35 juta - Rp 40 juta), sedangkan bagi anak-anak 185.000 yen (Rp 19 juta). Biaya tersebut sudah termasuk tiket pesawat, penginapan dan biaya transportasi lokal. Di Arab Saudi, semua calon haji memperoleh tempat penginapan yang sangat dekat dari Masjidilharam dan Masjid Nabawi dengan jarak tidak lebih dari dua ratus meter.

BACA JUGA :
Tujuh Persiapan Kesehatan Jemaah Haji
Islam Dikenal Warga AS Setelah Tragedi WTC
Tips Menghindari Tersesat di Masjidilharam
Kebebasan Muslim Prancis Dibatasi
Daftar Perbekalan Penting Jemaah Haji
Tempat Mustajab di Kota Mekah
Madinah Tanpa Situs Bersejara

Tuesday, September 18, 2012

Tujuh Persiapan Kesehatan Jemaah Haji

Menunaikan Ibadah Haji Memerlukan Persiapan Fisik



Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan terbang ke Arab Saudi pada 21 September 2012, mengawali rangkaian kegiatan dari sekitar 211.000 jemaah haji di 12 embarkasi yang akan diberangkatkan musim haji tahun ini. 

Menjalankan ibadah haji tak hanya memerlukan kesiapan batin, namun juga kesiapan fisik. Perubahan suhu dan cuaca berpengaruh terhadap fisik umat yang menjalankan ibadah haji. Maka, kesehatan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh jemaah haji selain menjadi poin penting bagi penyelenggara haji. 

Kementerian Kesehatan mengingatkan tujuh persiapan kesehatan yang sebaiknya dilakukan calon jemaah haji Indonesia sebelum menunaikan ibadah haji ke Mekah. Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, masih ada waktu bagi calon jemaah haji sebelum diberangkatkan untuk melakukan tujuh persiapan kesehatan dari sekarang. (www.kemenag.go.id)

Tujuh persiapan kesehatan calon jemaah haji tersebut ialah :

Pertama, para jemaah haji memeriksakan kesehatan ke dokter yang biasa dikunjungi atau dokter terdekat.

Kedua, jika jemaah haji memiliki penyakit kronis dan memerlukan obat secara teratur, agar dapat membawa persediaan obat yang dibutuhkan selama di Tanah Suci.

Ketiga, jika menurut dokter yang biasa menangani di tanah air seorang jemaah haji dinyatakan memiliki masalah kesehatan maka agar tidak lupa meminta surat keterangan dokter.

Keempat, melakukan olah raga teratur seperti jalan kaki sebanyak tiga sampai empat kali per minggu. Dalam perjalan haji minimal terdapat empat rute jalan kaki yang cukup jauh, yaitu tawaf, sai, jalan dari hotel atau pondokan ke mesjid, dan jalan dari kemah di Mina ke tempat melempar jumroh.

Kelima, jika jemaah haji berangkat bersama orang tua berusia lanjut, apalagi memang sudah sakit, harus memiliki pengetahuan tentang menyewa kursi roda atau kemungkinan ikut safari wukuf dan lainnya.

Keenam, mengenali dan mempelajari tentang fasilitas dan pelayanan kesehatan yang ada di Arab Saudi pada musim haji.

Monday, September 17, 2012

Islam Dikenal Warga AS Setelah Tragedi WTC

Imigran Menjadi Penyebar Islam di AS


Keberadaan Islam di AS tak lepas dari eksistensi imigran gelombang pertama dari Afrika yang mayoritas memeluk Islam yang mendatangi Amerika Utara pada 1520. Kemudian beberapa abad setelah itu, diperkirakan pada 1875 dan 1912, arus imigran dari Timur Tengah juga kembali menerpa Amerika seiring dengan mulai runtuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani.

Perlahan tetapi pasti, kaum imigran menjadi penyebar Islam sekaligus generasi pertama Muslim AS. Hingga kini, diperkirakan jumlah penganut Islam di AS mencapai 2,5 juta orang, jumlah masjid 1.209 unit dan  warga Muslim AS yang berhaji mencapai 12.000 orang.

Kehidupan warga Muslim AS terus berdinamika. Penabrakan pesawat ke menara World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001, sempat membuat ajaran Islam dan penganutnya sekaligus mendapat cap buruk dari beberapa warga AS. Jihad sebagai salah satu ajaran Islam dilekatkan dengan doktrin kekerasan. Bahkan Islam dianggap melegitimasi kekerasan berupa aksi teror. 

Pasca tragedi WTC, masjid di seantero AS dijaga dengan ketat terkait adanya indikasi serangan balas dari warga AS. Islam fobia merebak di negeri Paman Sam kala itu. Namun, di tengah tuduhan miring tersebut warga Muslim AS juga memperoleh kesempatan untuk melakukan klarifikasi yang didukung oleh rasa keingintahuan warga non-Muslim terhadap ajaran Islam. 

Imam masjid dan tokoh Islam di berbagai wilayah AS menjadi juru bicara dalam banyak dialog dengan tokoh masyarakat yang berbeda keyakinan. Iklim dialogis yang menumbuhkan kerjasama berupa dialog lintas keyakinan mengupayakan terciptanya kondisi damai. Setiap tahun, jumlah Muslim di AS bertambah rata-rata 20.000 orang dan buku-buku mengenai Islam dicari oleh banyak warga AS serta diperbincangkan di forum-forum baik diskusi ilmiah maupun diskusi ringan. 

Keinginantahuan yang besar tentang Islam berdampak positif, kini warga Muslim AS tidak lagi identik dengan warga keturunan Afro-Amerika dan Asia, warga keturunan Amerika Latin dan kulit putih lainnya juga tertarik mempelajari Islam.

Sunday, September 16, 2012

Tips Menghindari Tersesat di Masjidilharam

Maksimalkan Ibadah di Masjidilharam


Kesucian dan nilai historis Masjidilharam yang tinggi membuat tak sembarang orang bisa menjejakkan kaki di sana. Kesucian masjid itu tak bisa dilepaskan dari keberadaan Kabah, bangunan berbentuk (nyaris) kubus setinggi limabelas hasta yang erat dengan sejarah Islam.

Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Ismail. Pembangunan itu menjadi simbol ketaatan Ibrahim terhadap Allah yang memerintahkan pembangunannya sebagai tempat suci dan kiblat bagi kaum muslimin.

Di Masjidilharam, calon jemaah haji bertawaf, salat dan menjalankan berbagai ibadah dengan (potensi) ganjaran pahala yang berlipat. Selama musim haji, Masjidilharam selalu menjadi tempat yang dipadati oleh jemaah haji dari seluruh dunia. Mengingat begitu padatnya suasana di Masjidilharam, jemaah diharapkan berhati-hati ketika berada di dalamnya karena di tengah lautan manusia resiko tersesat atau terhimpit sangat mungkin terjadi. 

Mengenali kondisi dan lokasi Masjidilharam menjadi keharusan bagi calon jemaah untuk memperlancar dan mempernyaman jalannya ibadah. Selain itu, calon jemaah sebaiknya selalu mengenakan tanda pengenal yang diberikan oleh petugas haji, gelang atau pun kartu yang bisa ditunjukkan kepada TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) jika dalam kondisi tersesat. Petugas TPHI biasanya berseragam biru dengan identitas bendera Indonesia.

Cara lain untuk mengantisipasi tersesat di Masjidilharam bisa Anda ikuti panduan berikut ini, seperti dimuat PR, 15 September 2012 :

Pertama, ketika memasuki Masjidilharam ingatlah nomor pintu masuk, bila perlu catat nomor pintu itu di buku. Jadikan pintu itu sebagai tempat janjian bertemu dengan teman/istri/suami jika tersesat.

Kedua, bawalah alas kaki selama berada di Masjidilharam (masukkan ke dalam tas/kantong plastik yang bersih, tidak terkena najis). Jangan menaruh di rak penyimpanan alas kaki, karena bisa saja Anda lupa di rak mana menaruh alas kaki).

Ketiga, harus punya tempat janjian bertemu di dalam Masjidilharam, terutama ketika terpisah dari rombongan atau tersesat. Sebisa mungkin, tempat janjian merupakan tempat yang diketahui banyak orang, misalnya lampu hijau tanda dimulainya tawaf, nomor pintu masuk, palang pintu di tepi areal Kabah, dan sebagainya.

Keempat, sebaiknya Anda pergi ke Masjidilharam beregu atau rombongan. Jangan pergi sendirian, terutama bagi jemaah berusia lanjut.

Kelima, jika tersesat di luar masjid, segera kembali ke dalam Masjidilharam. Cari tempat yang mudah dikenali, tenang (jangan panik), dan berusaha mencari jalan pulang sendiri. Jika berbekal telefon seluler, hubungi teman. (Begitu tiba di Tanah Suci, disarankan segera mencatat nomor telefon teman seregu atau rombongan).

Saturday, September 15, 2012

Waspadai Batu Empedu Bagi Penggemar Bakso

Bakso : Panganan Paling Dicari


Kaum hawa di mana pun selalu identik dengan penggemar bakso. Bagi mereka, seminggu tidak makan bakso bisa menjadi siksaan luar biasa. Rata-rata kaum hawa terbiasa mengonsumsi bakso tiga kali dalam seminggu, bahkan kadang lebih.

Menurut pengamatan dr H Bambang Sutrisno (27), setahun terakhir di salah satu rumah sakit swasta Kota Tasikmalaya, dalam seminggu pasiennya kebanyakan mengonsumsi bakso 2-5 kali. Mereka adalah pasien perempuan dengan keluhan penyakit batu empedu atau penyumbatan dari hati ke empedu oleh lemak. Dari 10 pasien yang dirawat dalam sebulan, 8 diantaranya terkena batu empedu.

Lemak yang pencernaannya dilakukan oleh tubuh di hati dan didetoksifikasi di empedu, memenuhi saluran antara kedua organ tersebut karena jumlahnya berlebihan. Jika lemak sudah seperti batu, jalan keluarnya adalah operasi. Batu empedu biasanya diawali gejala-gejala seperti mual dan muntah seperti penyakit lambung (maag), dan bisa juga disertai nyeri hingga kram perut bahkan bagi yang sudah parah bisa disertai pingsan.

"Dampak batu empedu jika dibiarkan dan terus dijejali makanan berlemak, bisa menjadi perlemakan hati. Dari perlemakan hati bisa menjadi sirosis jika dalam perjalannya juga terjadi injury liver," kata dr Bambang. 

Tingginya kandungan lemak dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan melalui detoksifikasi karena bukan tergolong racun. Jika makan bakso sudah tergolong hobi, sebaiknya konsumen memilih bakso yang kuahnya diracik dengan bumbu dan penggantian air yang benar. Namun kebanyakan orang justru menyukai bakso yang kuahnya tidak diganti karena rasanya dinilai lebih lezat.

"Lemak biasanya berada di dalam kuah dan biji bakso itu sendiri. Untuk mengujinya mudah, dinginkan saja baksonya. Pasti ada semacam lemak di permukaannya," ujar dr Bambang. (PR, 1 September 2012)

Friday, September 14, 2012

Telur Asin Garang Khas Majalengka

Telur Asin Aneka Rasa 


Telur asin selama ini dikenal berasal dari Brebes (Jawa Tengah) dan Indramayu, karena dari kedua tempat tersebut terdapat banyak toko yang menyediakan telur asin. Sebenarnya ada telur asin lain yang rasanya lebih enak berasal dari Majalengka, yang belum banyak dikenal masyarakat bahkan di Majalengka sendiri.

Telur asin Majalengka dikenal dengan sebutan telur asin garang karena proses memasaknya dibakar atau dimasak di atas bara api. Rasa telur asin garang sedikit kenyal, tidak berair dan warnanya agak kusam berbeda dengan telur asin rebus. Telur asin garang, selain rasanya yang khas juga mudah mengelupas ketika dibuka tanpa harus menggunakan sendok atau alat lain.

Terdapat tiga rasa telur asin garang, yaitu telur asin garang biasa, telur asin rasa sup dan telur asin rasa pedas. Pada pembuatan telur asin garang rasa sup, abu dan air rendaman telur selain dibubuhi garam juga dibubuhi merica dan bawang putih. Sedangkan untuk membuat telur asin garang rasa pedas, air rendaman dibubuhi cabai. Lama perendaman berlangsung 10-12 hari dan waktu menggarang bisa mencapai 3 jam.

Harga jual telur asin garang lebih mahal dari telur asing biasa karena proses pembuatannya yang agak rumit, proses perendaman yang lama, bumbu berbeda dan waktu memasak pun berbeda. Telur asin biasa harganya Rp 2.000 - Rp 2.500 per butir, namun telur asin garang mencapai Rp 3.000 per butir. 

Thursday, September 13, 2012

Kebebasan Muslim Prancis Dibatasi

Tidak Mampu Membedakan Simbol Keagamaan


Kebebasan, persamaan, persaudaraan (liberte, egalite, fraternite), semboyan yang tercetus sesudah meletusnya Revolusi Prancis 1789. Semboyan yang memberikan pesan universal kepada seluruh manusia untuk hidup berdampingan tanpa membedakan ras atau pun agama. Kondisi yang menjadikan Prancis negara tujuan para imigran dari Afrika, Jazirah Arab dan Asia.

Keberadaan imigran di Prancis sedemikian unik, selain masih berpegang pada kultur budaya juga keyakinan agama tidak luntur dalam diri mereka. Agama Islam dianut oleh banyak imigran dan jumlah pemeluknya bertambah setiap tahun. Menurut kajian Kementerian Dalam Negeri Prancis, Islam setiap tahun mencapai pertambahan 3.600 orang. Sayangnya, bertambahnya pemeluk tak diimbangi oleh kebijakan pemerintah Prancis yang inklusif (terbuka).

Pemerintah Prancis terkadang dicap mengidap Islam fobia karena rasa takut yang berlebihan terhadap terorisme yang sering mengatasnamakan Islam. Di Prancis, simbol-simbol keagamaan tak boleh digunakan di ruang publik.

Pada abad ke-8 Islam menyebar di Prancis, dimulai dari wilayah selatan seperti Toulouse, Narbonne, dan Bourgogne. Dari sana Islam menyebar ke beberapa kota di selatan Prancis, yaitu Roussilon, Bearn pada abad ke-12 dan ke-15 Masehi, disebarkan oleh Muslim Spanyol yang lari dari negerinya karena penindasan Kerajaan Spanyol terhadap para pemeluk Islam pada tahun 1492 Masehi.

Setelah perang dunia I dan II berakhir, imigran Muslim semakin bertambah banyak. Mengadu nasib di Prancis karena sikap pemerintah yang cenderung terbuka terhadap pada pendatang. Bahkan imigran yang berasal dari beberapa negara jajahan Prancis pun datang untuk membantu Prancis berperang, terutama menghadapi invasi Nazi Jerman.

Membludaknya imigran pada akhirnya menjadi masalah bagi pemerintah Prancis. Timbul permasalahan sosial seperti kemiskinan, akses kesejahteraan yang tidak merata dan sentimen ras dan agama yang mengancam setiap saat.

Prancis yang dikenal sebagai negara yang mengagung-agungkan kebebasan pun memilih membatasi kebebasan. Keanekaragaman budaya, ras dan agama yang dibawa para imigran tidak disikapi melalui pendekatan persuasif. Ketidakmampuan membedakan antara simbol keagamaan dan radikalisme membuat Prancis rentan dilanda konflik. Pelarangan jilbab oleh pemerintah misalnya, adalah kasus yang mengemuka mengenai simbol agama yang dilekatkan pada gerakan fundamentalisme. 

Kondisi  politik, sosial, dan ekonomi memiliki peran yang tidak sedikit dalam menciptakan bibit radikalisme bermotif keagamaan. Radikalisme yang tumbuh subur kelak berubah menjadi tindakan terorisme karena negara-negara Erofa termasuk Prancis tidak menggunakan pendekatan persuasi dan memandang imigran sebagai warga kelas dua. Dengan akses kesejahteraan yang minim, konflik yang mengkristal bisa pecah kapan saja.

Wednesday, September 12, 2012

Daftar Perbekalan Penting Jemaah Haji

Masalah Muncul Ketika Akan Pulang



Konsentrasi atau kekhusyukan dalam menjalankan ibadah haji bisa sangat terganggu karena barang-barang penting  yang seharusnya tersedia malah tertinggal di tanah air. Oleh karena itu setiap calon haji harus membuat persiapan perbekalan yang cermat agar selama 40 hari berada di Tanah Suci bisa menjalankan ibadah dengan tenang.

Sebelum koper perbekalan diserahkan ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten atau kota setempat, sebaiknya jemaah memeriksa ulang barang-barang yang harus dibawa. 

Setiap jemaah akan memperoleh tiga buah tas, yakni tas besar (koper) berkapasitas 32 kilogram, tas tenteng (tas kabin) berkapasitas 10 kilogram dan tas paspor. Jika kelak jemaah memerlukan tas lain yang sangat diperlukan untuk tempat belanjaan seperti oleh-oleh haji, dapat menyelipkannya di koper.

Berikut adalah daftar perbekalan jemaah haji sesuai dengan masing-masing tas tersedia, menurut Rustam Sumarna, Direktur PT Citraceria Usaha Khalifah (Khalifah Tour) penyelenggara haji dan umrah di Kota Bandung (Pikiran Rakyat 11 September 2012).  

1. Tas Besar (Koper, Bagasi) 
Kapasitas : 32 kilogram, direkomendasikan untuk diisi:
a. 3-4 helai kain ihram (perempuan: 1-2 stel mukena). Bagi jemaah gelombang kedua, sebagian di simpan di dalam koper, sebagian disimpan di dalam tas kabin).
b. Pakaian sehari-hari (secukupnya)
c. Bahan makanan (beras, mi instan, suuk teri (ukri), minuman bubuk, rendang kering dan sebagainya)
d. Perlengkapan memasak (sesuai kebutuhan atau dirundingkan dengan kelompok atau regu)
e. Perlengkapan lain (senter, gantungan baju, tapi rapia, deterjen dan sebagainya)

2. Tas Tenteng (Kabin)
Kapasitas : 10 kilogram, sebaiknya berisi:
a. Obat-obatan
b. Pakaian ganti ( 1 stel)
c. Alat elektronika dan perlengkapannya (kamera, charger, dan sebagainya)
d. Peralatan sholat (sajadah)
e. Makanan ringan
f. Peralatan mandi (sikat gigi, handuk, sabun, pasta gigi, dan shampo) 
(Untuk mengantisipasi keadaan di pesawat yang dingin disiapkan juga; selimut tipis, kaca mata, sweater atau jaket)

3. Tas Paspor
a. Paspor
b. Bukti pelunasan BPIH
c. Buku kesehatan
d. Buku doa dan panduan manasik haji
e. Obat-obatan harian (termasuk pelembab bibir atau kulit dan masker)

Calon jemaah haji sebaiknya menghindari membawa barang-barang yang akan membebani dalam proses ibadah. Membawa barang sesederhana mungkin dan uang secukupnya adalah sangat bijaksana. 

Sebenarnya masalah utama barang bawaan haji bukanlah pada saat keberangkatan, namun pada saat menjelang kepulangan karena banyak jemaah haji yang membawa barang melebihi kapasitas. Jemaah yang membeli buah tangan dalam jumlah banyak, sebaiknya menggunakan jasa pengiriman via kargo.  

Tuesday, September 11, 2012

Kiat Sehat Ala Dahlan Iskan

Transplantasi Hati Membuat Rambut Putih Hitam Kembali



"Tidak ada pantangan. Tapi, saya harus tahu diri," ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan, yang pada tahun 2007 pernah menjalani transplantasi hati (liver) di China. Kesehatannya tetap prima bahkan rambutnya yang putih kembali menghitam. 

Dahlan Iskan, CEO surat kabar Jawa Pos Group dan mantan Direktur Utama PLN selalu menghindari makanan pedas dan berlemak. "Saya sudah tidak punya empedu, mau diolah dimana?", ujarnya memberi alasan.

Pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini memenuhi "sumpah"nya untuk bekerja lebih keras lagi setelah cangkok hati. Usai operasi, Dahlan Iskan harus minum obat penekan sistem imun (imunosupresan) seumur hidup. Obat tersebut berfungsi sebagai software, yang menghubungkan hati cangkokan dengan tubuhnya. 

Semasa menjadi Dirut PLN, Dahlan Iskan pernah jalan kaki naik-turun gunung 36 km di Wamena, Papua. "Perjalanan darat dua hari dua malam hampir tanpa istirahat, biasa di PLN," kata Dahlan Iskan, dan ia bersyukur karena tidak ada keluhan fisik yang dirasakannya.

Sumber : OTC DIGEST, edisi 64 Tahun ke VI, 31 Desember 2011

BACA JUGA:
Kolff, Bapak Organ Buatan
Misteri Penyebab Histreria atau Kesurupan
Tempat Mustajab di Kota Mekah
Madinah Tanpa Situs Bersejarah
Terapi Inkontinensia pada Wanita
Tahapan Pra Program Bayi Tabung

Monday, September 10, 2012

Kolff, Bapak Organ Buatan

Dokter Paling Penting Abad 20


Teknik dialisis pada penderita gagal ginjal ditemukan oleh Kolff saat berlangsungnya perang dunia kedua. Kolff adalah seorang pionir di bidang hemodialisis dan di bidang organ buatan.

Kolff adalah anak tertua dari 5 bersaudara, terlahir dengan nama Willem Johan "Pim" Kolff pada tanggal 11 Februari 1911 di Leiden, Belanda. Dia anggota dari marga Kolff, suatu marga di Negeri Belanda yang memiliki hak untuk melakukan kegiatan politik.

Kolff belajar ilmu kedokteran di Universitas Leiden dan meneruskan studi sebagai seorang residen di Departemen Penyakit Dalam Universitas Groningen. Kolff terdorong untuk melakukan penelitian mengenai pengganti fungsi ginjal buatan karena salah satu dari orangtuanya ada yang mengalami gagal ginjal.

Selama perang dunia kedua, dia ditempatkan di Kampen dan ikut aktif berjuang melawan pendudukan Jerman. Secara simultan, Kolff membuat ginjal buatan pertama. Dia menangani pasien pertamanya pada 1943, dan pada 1945 dia berhasil menyelamatkan nyawa pasien dengan hemodialisis. Atas temuannya tersebut pada 1946, dia mendapat gelar PhD dengan predikat summa cum laude dari Universitas Groningen. Ini menandai dimulainya pengobatan yang dapat menyelamatkan jutaan pasien gagal ginjal akut atau kronis.

Pada 1950, Kolff mendapat kesempatan untuk berkarir di Amerika dan berhasil mendapatkan kewarganegaraan AS pada 1955. Di klinik Cleveland Clinic, Kolff terlibat dalam pembuatan mesin jantung-paru, yang berfungsi mempertahankan fungsi paru-paru dan jantung selama operasi jantung. Dia juga memperbaiki mesin dialisis ciptaannya.

Produksi ginjal buatan pertamanya "Kolff Brigham Artificial Kidney" dan disusul "Travenol Twin-Coil Artificial Kidney" yang dikembangkan bersama Edward A. Olson Co, di Brigham and Women's Hospital, Boston Masachusetts. Tahun 1967, menjadi Kepala Divisi Organ Buatan dari Institut Teknik Biomedis, Universitas Utah, dimana Kolff terlibat dalam pengembangan jantung buatan. Jantung buatan pertama ditanamkan pada tahun 1982 kepada pasien bernama Barney Clark yang dapat bertahan hidup selama empat bulan, dan jantungnya masih tetap berfungsi saat Clark meninggal dunia.

Kolff dianggap sebagai "Bapak Organ Buatan" dan menjadi dokter paling penting abad 20. Kolff mendapatkan lebih dari 12 gelar kehormatan dari universitas di dunia, dan lebih dari 120 penghargaan internasional. Diantaranya adalah Harvey Prize pada 1972, AMA Scientific Achievement Award pada 1982, Japan Prize pada tahun 1986, Albert Laker Award untuk riset medis klinis pada 2002, dan Russ Prize pada 2003.

Majalah Life memasukkan Kolff ke dalam 100 orang penting abad 20 pada tahun 1990. Kolff juga pernah dinominasikan bersama William H. Dobelle untuk penghargaan Nobel di bidang fisiologi atau kedokteran pada 2003. Robert Jarvik, yang bekerja di laboratorium Kolff di Universitas Utah di awal 1971, memberikan penghargaan karena Kolff telah menginspirasinya mengembangkan jantung buatan permanen yang pertama.

Kolff meniggal dunia di pusat perawatan tidak berapa lama setelah ulang tahunnya yang ke 98, tepatnya pada 14 Februari 2009 di Philadelphia.

BACA JUGA:
Misteri Penyebab Histreria atau Kesurupan
Terapi Inkontinensia pada Wanita
Tahapan Pra Program Bayi Tabung
Tetap Mesra Masa Menopause
Perawat Alami Organ Intim Wanita

Sunday, September 9, 2012

Misteri Penyebab Histreria atau Kesurupan

Histeria Dapat Berupa Jeritan


Kasus histeria masal sebenarnya merupakan gejala psikiatrik dan neurologik yang timbul secara bersamaan. Tercatat banyak kasus histeria yang di Indonesia dikenal dengan sebutan kesurupan masal itu sudah ada sejak dulu kala dan bukan hanya ada di sini. Histeria dapat berupa jeritan, spasme seperti kejang, atau tics vokal dan sering dikaitkan dengan kesurupan arwah, kutukan sihir, serta malingering.

Histeria berasal dari bahasa Yunani yang berarti "rahim", ini menunjukkan bahwa kebanyakan yang mengalaminya adalah kaum wanita. Hipoccrates menganggap sumber masalah pada kaum wanita ini ada pada rahim wanita.

Pada era kekristenan, terjadi perubahan anggapan, bahwa histeria disebabkan kesurupan arwah. Di Salem, Massachuset tahun 1962 terjadi kasus menggemparkan, sejumlah wanita dianggap telah dikutuk oleh nenek sihir. Kemudian kasus lain yang tidak kalah menggemparkan terjadi di Koro, Singapura tahun 1967, sejumlah besar pria mengalami histeria kehilangan kelaminnya dan pergi ke dokter. Beberapa di antara mereka bahkan mengikat penisnya karena takut hilang tiba-tiba. 

Dominasi wanita terhadap histeria memudar pada masa peperangan dengan banyaknya kasus tentara pria yang mengalami histeria. Tidak hanya jeritan, namun juga berupa histeria kebutaan, kelumpuhan, kabisuan, bahkan hilang ingatan. Menurut teori Freud dalam ilmu psikiatri dinyatakan bahwa histeria merupakan reaksi psikogenetik, yang terbagi atas  gejala malingering (disadari) dan histeria konversi (tidak disadari).

Ilmu psikiatri semakin berkembang, keterlibatan faktor psikologis kemudian diakui sebagai penyebab histeria. Kasus histeria diduga merebak karena makin banyak berita sensasional di media atau pun jejaring sosial.