Sunday, January 20, 2013

Penyebab Terjadinya Banjir

Terjadinya banjir adalah karena ulah tangan manusia (human error).



Mengapa terjadi banjir, bukankah hujan adalah anugerah Allah untuk mahluk-Nya di muka bumi? Seperti firman Allah, "Dan Dia-lah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak..."QS 6:99). Kemudian Allah menurunkan air hujan itu sesuai proporsinya, "Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus)... (QS 43:11).

Menurut  Harun Yahya (2002), bahwa ukuran air hujan yang jatuh ke bumi selalu sama. Diperkirakan dalam satu detik, 16 juta ton air menguap dari bumi, dan angka ini sama dengan curah hujan yang jatuh ke bumi dalam satu detik. Istimewanya lagi, dari ketinggian berapa pun kecepatan air hujan hanya 8 - 10 km per jam saat menimpa bumi. Artinya sedikit kemungkinan hujan mengakibatkan banjir bila air hujan diberi hak untuk menyerap secara mudah di muka bumi.

Potensi air di Indonesia sangatlah melimpah karena letak geografisnya yang mendukung. Melalui siklus hidrologinya, Indonesia menghasilkan keanekaragaman curah hujan dari 4000 mm per tahun di wilayah barat sampai kurang dari 8000 mm per tahun di wilayah timur. Jika potensi air ini berjalan dengan normal tanpa ada gangguan dan kerusakan, seluruh hujan di Indonesia berpotensi menghasilkan air sejumlah 3.085 miliar meter kubik per tahun (Hadi S Ali Kodra, 2003).

Air, manusia, dan vegetasi merupakan satu kesatuan, yang satu sama lain membentuk hubungan timbal balik dalam sistem hidrologi. Kegiatan manusia merusak alam, seperti membabat hutan, merusak sempadan sungai, membuang sampah sembarangan, alih fungsi lahan serapan air menjadi pusat bisnis, pembetonan, adalah beberapa penyebab berkurangnya daya dukung lahan untuk menyerap air hujan sehingga terjadilah banjir seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

Selama ini banjir sering dipandang sebagai peristiwa teogenik, yakni paradigma yang menganggap banjir adalah rekayasa Tuhan dan Dia-lah yang bertanggung jawab. Kini, pandangan itu harus diubah menjadi teologi antropogenik, yaitu bahwa terjadinya banjir adalah karena ulah tangan manusia (human error) yang sudah kontra produktif dengan lingkungan.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki 6 persen potensi air dunia atau 21 persen potensi air Asia Pasific. Namun, dari waktu ke waktu Indonesia mengalami krisis air bersih, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Ironisnya, di saat musim hujan limpasan air (run off) justru jumlahnya sangat besar, tak mampu lagi ditahan oleh tanah, sehingga menyebabkan banjir di mana-mana.

Semoga bencana banjir yang melanda ibu kota Jakarta mampu mengentak kesadaran kita semua untuk menyadari takdir sebagai mahluk Tuhan yang selalu harus tunduk kepada perintah-perintah-Nya. Selain itu juga, menyadari kepastian hukum alam (sunnatullah), agar kita hidup selaras dengan alam. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.