Thursday, January 31, 2013

Cathinone Bukan Narkoba Jenis Baru

Katinona (-)-(S)-2- aminopropiofenon termasuk Narkotika Golongan I.


Ketika televisi menyiarkan berita penggerebekan pesta narkoba yang dilakukan sejumlah selebriti baru-baru ini, publik tentu berharap aksi tersebut berakhir dengan penegakan hukum. Namun, hukum sepertinya tiba-tiba menjadi mandul ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa dalam penggerebekan itu ditemukan narkoba jenis baru. Benarkah ada narkoba jenis baru?

Cathinone bukan narkotika jenis baru, karena sudah sejak lama orang mengenalnya dalam bentuk khat yang sering digunakan untuk menambah gembira dan semangat sewaktu pesta. Dalam UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2009 Nomor 5062, zat ini tertulis dengan nama Katinona (-)-(S)-2- aminopropiofenon dan termasuk Narkotika Golongan I. Cathinone dapat dibuat extracted catha edulis atau sintesis dari 2-bromopropiophenone yang mudah dibuat dari propiophenone.

Cathinone atau benzoylethanamine di Israel disebut Hagigat, merupakan monoamine alkaloid pohon Catha edulis(khat) yang secara kimia mirip dengan ephedrin (bahan dasar ekstasi). Cathinone menyebabkan pelepasan neurotransmitter dopamine dalam otak yang menimbulkan perasaan euforia, nyaman dan bahagia. 

Seseorang akan merasakan kepuasan dan bahagia setelah menyantap hidangan lezat atau melakukan hubungan seks karena kadar neurotransmitter dopamine di dalam otaknya meningkat 100 - 150 persen dari pada baseline (natural rewards elevate dopamine levels). Sementara, bila yang bersangkutan menggunakan ATS (amphetamine like substance) termasuk cathinone peningkatan dapat mencapai 1.000 persen (effects of drugs on dophamine levels).

Untuk membuktikan ada tidaknya cathinone dalam tubuh yang bersangkutan, dapat dilakukan dengan melakukan tes urine, tes darah, dan tes rambut (Pasal 74 huruf 1 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik). Bila hasil tes dalam urine positif artinya yang bersangkutan baru sampai beberapa hari yang lalu menggunakan zat tersebut, sedangkan bila hasil rambut positif berarti sudah lama menggunakan zat tersebut. Tes ini untuk mengetahui apakah yang bersangkutan ini seorang pengguna atau yang menggunakan.

Ancaman bagi setiap penyalah guna Narkotik Golongan I (termasuk katinona) bagi diri sendiri dipidana dengan penjara paling lama empat tahun dengan ancaman akan bertambah bila perannya tidak sekedar pengguna.

Di beberapa wilayah khat dijual legal, sedangkan di wilayah lain ilegal. Cathinone sintetik juga digunakan apada acara rekreasi yang dicampur dengan bahan  lain (bath salt), bila digunakan bersama heroin disebut speedball (Rusia).

Menurut Teddy Hidayat, Psikiater, Kepala Prodi Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa Universitas Padjadjaran -  Bandung, pengguna cathinone akan menurunkan napsu makan, cemas, mudah tersinggung, sulit tidur, halusinasi, dan serangan panik. Penggunaan kronik dapat mengubah kepribadian penggunanya dan berisiko mendapat serangan jantung (miokard imfark). Selain itu, obat ini erat kaitannya dengan ephedrone yang lebih kuat melepaskan neurotransmitter serotonin dibandingkan dengan Cathinone atau Methcathinone sehingga sering digunakan sebagai party pills yang di beberapa wilayah "legal" sebagai pengganti MDMA. Seseorang yang menggunakan obat ini dalam darah dan urinenya akan ditemukan cathinone dan norephedrine sebagai metabolitnya.

Pengguna MDMA, ekstasi, sabu dan juga cathinone akan menunjukkan gejala psikologis seperti waspada berlebihan, kegelisahan, mondar-mandir, banyak bicara, dan tekanan pada pembicaraan, rasa nyaman, dan elasi. Mungkin juga menjadi lebih agresif, perilaku kekerasan, dan daya nilai terganggu. Selain itu, dapat memperlihatakan gejala fisik seperti jantung berdebar, hipertensi, dilatasi pupil, menggigil dan diaforesis, anoreksia, mual dan muntah, serta insomnia.

Penghentian obat pada pemakai berat dapat diikuti gejala depresi ringan sampai berat, kelelahan berat, mudah marah, cemas, ketakutan, mimpi buruk, dan insomnia atau hipersomnia. Gejala berat jarang berlangsung lebih dari satu minggu, tetapi dapat diikuti depresi kronis dan kecemasan ringan. 

Sumber : Narkoba Jenis Baru, Teddy Hidayat (PR, 31 Januari 2013.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.