Thursday, January 17, 2013

Memahami Karakteristik Generasi Z

Keunikan generasi Z, cenderung melakukan gaya multitasking.



Generasi Z adalah generasi terkini yang lahir sesudah tahun 1994 dan sebelum tahun 2004. Anak-anak generasi Z ini memiliki ciri-ciri seperti kemampuan tinggi dalam mengakses dan mengakomodasi informasi sehingga mereka mendapatkan kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya. Secara umum, generasi Z ini merupakan generasi yang banyak mengandalkan teknologi untuk berkomunikasi, bermain, dan bersosialisasi.

Generasi Z dalam banyak hal berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, yakni generasi Baby Boomers (lahir 1946-1964), generasi X (lahir 1965-1980) dan Y (lahir 1981-1995). Salah satu perbedaan yang mencolok adalah ketertarikan mereka kepada perangkat gadget di saat usia mereka masih sangat muda.

Mencermati gejala-gejala dan tingkah laku yang ditunjukkan oleh generasi Z tersebut, sebagian para ahli menamakan generasi Z sebagai generasi digital, ada pula yang memberikan terminologi lain, seperti net generation, naturally gadget generation, platinum generation, dan silent generation.

Generasi Z dapat hidup di alam cyber. Karakteristik dan kepribadian mereka berbeda dengan generasi sebelumnya karena dibentuk oleh limpahan dan akses informasi tanpa batas yang dipasilitasi oleh jaringan internet, mereka menjadi lebih cepat dalam memproses informasi. Lebih cepat mengarahkan cita-cita dan keinginan kerja dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Di negara-negara Barat, implikasi lebih jauh terdeteksi pada rasio anak usia sekolah yang memilih belajar mandiri di rumah alih-alih belajar di sekolah.

Dalam hal pembelajaran di sekolah, generasi Z lebih menyenangi alat bantu atau metode pembelajaran yang menekankan sisi interaksi dan visualisasi. Kecenderungan ini oleh ahli pendidikan, ditenggarai sebagai konsekuensi langsung dari cara mereka terlibat dalam media sosial melalui kontak dengan alat dan visualisasi.  Bahkan generasi Z bisa melakukan kerja sama dengan cara yang lebih lazim dalam lingkungan media sosial maya yaitu kerja sama online.

Keunikan generasi Z, cenderung melakukan gaya multitasking; melakukan beberapa pekerjaan berbarengan. Mereka senang dengan persoalan-persoalan yang membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat. Andalan mereka adalah internet yang merupakan sumber melimpah dalam pendukung pengambilan keputusan.

Membelajarkan anak generasi Z akan menjadi hal sulit jika Guru masih menerapkan gaya masa lalu, seperti menggunakan metode Duduk Dengar Catat Hapal (DDCH). Kini bukan zamannya lagi anak duduk menghabiskan waktu dengan mendengarkan gurunya, merangkum dan menuliskan PR di buku tulis.

Seiring perkembangan zaman, Guru harus meninggalkan cara lama agar sukses membimbing generasi Z menghadapi masa depan. Sangat diperlukan inovasi dalam mengajar anak generasi Z, karena mereka mempunyai konsep berpikir yang berbeda. Lingkungan generasi Z bukan hanya alam nyata, tetapi juga alam maya.

1 comment:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.