Sunday, January 6, 2013

Pentingnya Makan Bersama Bagi Anak

Ritual keluarga yang satu ini kehilangan spiritnya.


Makan bersama ternyata penting. Wayne Parker, konsultan dan trainer masalah keseimbangan kerja dan kehidupan menyebutkan, di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga, makan bersama keluarga adalah kesempatan untuk saling mengecek satu sama lain. "Orang tua juga bisa mengajarkan anak tata cara makan yang baik dan etiket yang pantas, yang akhir-akhir ini banyak diabaikan lantaran anak lebih sering makan di mobil atau sambil bermain," tulis fatherhood guide ini di situs about.com.

Penelitian pemerintah Inggris soal kebiasaan makan bersama terhadap 19 ribu murid sekolah, menunjukkan bahwa murid-murid yang sering makan malam bersama keluarga memiliki nilai-nilai GCSE (General Certificate 0f Secondary Education) yang lebih baik dibandingkan dengan remaja yang jarang makan bersama keluarga. 

Di Amerika Serikat, riset yang dilakukan terhadap 2000-an remaja menunjukkan, semakin sering seorang remaja makan bersama orang tuanya, maka semakin kecil pula kemungkinan si remaja untuk mencoba rokok, minuman keras, atau narkoba. Lebih jauh lagi, penelitian yang dilakukan Dr. Blake Bowden dari Cincinnati Children's Hospital Medical Center  dan Dr. Jennie Zeisz dari DePaul University terhadap 527 remaja menunjukkan, para remaja yang lebih sering (5 kali seminggu) mendapat kesempatan makan malam bersama keluarga ternyata lebih tenang, lebih mudah menyesuaikan diri, lebih sedikit menggunakan narkoba, lebih sedikit mengalami depresi, lebih termotivasi di sekolah dan lebih memiliki hubungan yang baik dengan rekan-rekannya, dibandingkan dengan remaja yang hanya makan malam bersama keluarganya 3 kali seminggu.

Kegiatan makan malam bersama yang ideal keluarga masa kini umumnya terganjal masalah yang sama; sulit mencocokkan waktu seluruh anggota keluarga untuk bisa duduk bersama mengelilingi meja makan dan menyantap hidangan di rumah. Pada sebagian keluarga, kebersamaan menjadi sangat langka, sehingga makan bersama terdegradasi menjadi sekedar makan sendiri-sendiri dalam posisi berdekatan. Akhirnya ritual keluarga yang satu ini kehilangan spiritnya, bahkan kehilangan wujudnya sama sekali.

Mengingat kegiatan makan bersama ini betapa pentingnya, rasanya setiap keluarga harus merevitalisasi atau menghidupkan kembali ritual yang satu ini. Zaman sudah berubah dan standar ideal makan malam yang dicontohkan orang tua dahulu sudah sulit diwujudkan. Namun, setidaknya ada sentuhan yang lebih hangat terhadap kegiatan makan bersama selama ini. Bagaimana caranya agar makan bersama lebih hangat, berikut adalah saran yang dapat Anda lakukan :
  1. Menunya tidak harus selalu makanan sehat bergizi buatan sendiri. Cobalah sekali-kali menghidangkan jajanan pinggir jalan kesukaan anak-anak. Jajanan pavorit ayah-ibu juga boleh, sepanjang anak-anak suka.
  2. Ayah-ibu kompak mengatur meja makan. Meski hidangan dibeli di luar atau dibuatkan pembantu, ada baiknya ayah-ibu kompak menyiapkan piring dan perlengkapan lainnya. Kegiatan ini bisa memicu keinginan anak untuk membantu, terimalah bantuan mereka meski hasil kerja mereka tidak terlalu memuaskan.
  3. Sekali-kali ayah bikin kejutan. Meski para ayah masa kini sudah terbiasa turun ke dapur, tetap saja akan jadi kejutan bila ayah muncul dari dapur membawa hidangan penutup. Bisa lebih asyik lagi bila ayah mamu membuatkan hidangan utama untuk sarapan pada hari libur, misalnya.
  4. Tunda dulu obrolan serius. Ceritakan hal-hal ringan seputar pengalaman sehari-hari atau rencana-rencana kegiatan lain, dan pancinglah yang lain melakukannya juga. Hindarkan pembicaraan yang membuat hilang selera makan, misalnya soal penyakit atau masalah keuangan. Matikan TV, bila terasa mengganggu suasana yang ingin dibangun.
  5. Tidak harus di ruang makan atau di rumah. Sekali-kali pindahkan tempat makan bersama ke teras samping rumah, lesehan di halaman belakang, atau ke warung makan/restoran pavorit keluarga.  

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.