Friday, January 25, 2013

Waspadai Penyakit Pascabanjir

Air banjir yang membawa semua kuman dan bibit penyakit.



Kondisi lingkungan yang semakin tidak teratur pascabanjir yang merendam beberapa wilayah Bogor, Bekasi, Depok dan Jakarta berpotensi memunculkan penyakit menular yang tidak bisa dihindari. 

Sayangnya, menurut Prof Dr drh Agik Suprayogi, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Ahli Ilmu Faal Indoneisa, pemerintah dan intasnsi terkait belum siap menghadapi ancaman penyakit menular pascabanjir yang diperkirakan akan mewabah. Hal itu terlihat dari dari peran pemerintah dan intansi lain saat menghadapi banjir yang sebenarnya sudah bisa diperkirakan akan terjadi.

Penyakit menular berbahaya (zoonisis) pascabanjir yang harus diwaspadai adalah leptosirosis. Air banjir yang membawa semua kuman dan bibit penyakit, termasuk air kencing tikus menyebar ke seluruh pemukiman yang direndam banjir. Apalagi bila warga hanya menggunakan alas kaki seadanya saat membersihkan rumahnya pascabanjir.

Penyakit lain yang menghantui warga korban banjir ialah malaria, demam berdarah, dan cikungunya. Hal ini berdasarkan perkiraan masih banyaknya genangan air yang digunakan oleh nyamuk untuk berkembang biak. Selain itu, antraks juga menjadi ancaman serius yang terabaikan pada musim peralihan karena kita semua fokus pada banjir dan melupakan ancaman lain di depan mata.

Tidak adanya koordinasi dari pemerintah, LSM, dan intansi lain saat penanggulangan penyakit pascabanjir menyiratkan kesan adanya gagap menghadapi bencana atau wabah penyakit. Jaringan yang lemah menyulitkan upaya menghadapi wabah yang muncul. Padahal, peneliti dan ahli sudah cukup banyak. 

Karena tidak ada pihak yang bisa menjamin kapan wabah akan datang, maka kita semua harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pascabanjir yang mungkin timbul. Kurangi risiko terserang penyakit gatal-gatal akibat air banjir yang kotor bercampur limbah pabrik. Mengingat kebersihan di lungkungan pengungsian yang belum tentu terjamin, perhatian harus lebih diutamakan pada anak-anak dan orangtua lanjut usia karena mereka yang paling banyak terjangkit.




No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.